Viral! Aksi Warga Buang Sampah ke Laut Berkedok ‘Tradisi’ di Kabupaten Buru Menuai Kecaman

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 15:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Buru, gardamaluku.com- Aksi tidak terpuji sekelompok pemuda di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, mendadak viral dan menuai gelombang kecaman luas di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak dua warga nekat membawa tumpukan sampah menggunakan gerobak atau troli ke atas talud pantai sebelum akhirnya membuang seluruh sampah tersebut secara sengaja langsung ke dalam laut.

Ironisnya, saat aksi tersebut direkam, pelaku berdalih bahwa tindakan membuang sampah ke laut merupakan bagian dari tradisi turun-temurun di kampung mereka yang dianggap lebih aman. Alasan ini sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak karena dinilai menyesatkan dan merusak citra budaya lokal.

Baca Juga :  Disertai Aksi, Nanaku Maluku Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Sariputi ke  Polda

Bantahan Tegas Pemerintah dan Aparat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buru dengan tegas membantah klaim para pelaku. Ia menyatakan bahwa tindakan membuang sampah ke laut sama sekali bukan merupakan tradisi adat maupun budaya setempat, melainkan ulah segelintir oknum yang hanya mencari sensasi.

Menanggapi kejadian ini, jajaran Satpolairud Polres Buru juga bergerak cepat dengan meningkatkan patroli serta aktif memberikan imbauan kepada masyarakat. Aparat kepolisian dengan tegas meminta warga agar menghentikan kebiasaan buruk tersebut demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Ancaman Serius bagi Ekosistem Laut

Aksi sembrono ini dinilai membawa dampak buruk yang sangat masif bagi kelangsungan lingkungan hidup di wilayah pesisir Kabupaten Buru. Beberapa dampak nyata dari pencemaran sampah tersebut meliputi:

Baca Juga :  Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Besar SBT Merasa ada Kejanggalan

* Kerusakan Ekosistem: Tumpukan sampah plastik dan pecahan kaca terbukti mencemari perairan, merusak ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat ikan, serta mengancam kelangsungan hidup berbagai biota laut.

* Pencemaran Lingkungan: Kebiasaan buruk ini menurunkan kualitas air laut yang semestinya tetap jernih dan memicu krisis kebersihan yang mengancam kesehatan masyarakat pesisir.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum terus mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengelola sampah rumah tangga dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan laut demi masa depan generasi

mendatang.

Berita Terkait

Maluku Raih Penghargaan Terbaik I Akses Pendidikan, Kemendagri Beri Stimulan Rp2 Miliar
Dari HUT TNI ke Pembinaan Atlet, Piala Panglima TNI Cup 2026 Digelar di Ambon
Kemarau Panjang Melanda, Pangdam Pattimura Pimpin Doa Bersama Lintas Agama di Ambon
Pangdam Buka Open Turnamen Tenis Piala Panglima TNI Cup 2026 Menuju HUT ke-81
Pemkot Ambon Terus Membenahi Sistem Pengelolaan Sampah
Gubernur Maluku Buktikan Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mutu Pendidikan Kepulauan Lewat Penghargaan Kemendagri
Camat Nusaniwe Siap Mengawal Realisasi Pembuatan Jalan di Dusun Tuni, Kadus : Proposal Sudah Diberikan, Kayaknya Soal Anggaran
50 Tahun Perjalanan Pelayanan Penuh Syukur di GPM Tuni

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:32 WIT

Maluku Raih Penghargaan Terbaik I Akses Pendidikan, Kemendagri Beri Stimulan Rp2 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 17:43 WIT

Dari HUT TNI ke Pembinaan Atlet, Piala Panglima TNI Cup 2026 Digelar di Ambon

Jumat, 18 September 2026 - 17:24 WIT

Kemarau Panjang Melanda, Pangdam Pattimura Pimpin Doa Bersama Lintas Agama di Ambon

Jumat, 18 September 2026 - 16:33 WIT

Pangdam Buka Open Turnamen Tenis Piala Panglima TNI Cup 2026 Menuju HUT ke-81

Jumat, 18 September 2026 - 16:23 WIT

Pemkot Ambon Terus Membenahi Sistem Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru

AMBON

Pemkot Ambon Terus Membenahi Sistem Pengelolaan Sampah

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:23 WIT