Jaqueline Sahetapy Resmi Jadi Terlapor Kasus Dugaan Manipulasi Dokumen Tambang di SBB

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 11:40 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GARDAMALUKU.COM, JAKARTA; Dugaan pelanggaran hukum di sektor pertambangan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, memasuki tahap penanganan aparat penegak hukum tingkat pusat.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menerima laporan terkait dugaan pemalsuan dokumen, pencurian, dan penggelapan hasil tambang pada 27 April 2026.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTL/173/IV/2026/BARESKRIM dan diajukan oleh Ayu Ditha Greslya Puttileihalat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan itu, Doddy Hermawan dan mantan Ketua BPD HIPMI Maluku, Jaqueline Margaretha Sahetapy, bersama sejumlah pihak lain, disebut sebagai terlapor.

Kuasa hukum PT Manusela Prima Mining (MPM), Anthoni Hatane, mengatakan laporan tersebut merupakan langkah hukum atas dugaan pelanggaran yang disebut telah berlangsung selama beberapa tahun.

“Kami melaporkan dugaan pemalsuan surat, pencurian, dan penggelapan terkait pengangkutan sekitar 25.500 metrik ton ore. Proses hukum ini diharapkan dapat mengungkap pihak-pihak yang terlibat secara menyeluruh,” ujar Anthoni di Mabes Polri, Jakarta.

Sorotan Tata Kelola Perusahaan

Kasus ini turut menyoroti dugaan penyimpangan dalam tata kelola PT MPM, termasuk dugaan pembajakan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan melalui Keputusan Bupati Seram Bagian Barat Nomor 85 Tahun 2009.

Baca Juga :  FCT Kembali Hadir Salurkan Hewan Qurban di Masjid Raya Al Fatah, Perkuat Nilai Persaudaraan di Maluku

Kuasa hukum menyebut muncul klaim kepemilikan oleh pihak lain yang diduga tidak memiliki dasar hukum sah.

Perubahan akta perusahaan pada 2018 juga dipersoalkan karena diduga tidak melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Dalam struktur awal perusahaan, Farida Ode Gawu tercatat sebagai pemegang saham mayoritas. Namun, ia disebut tidak dilibatkan dalam proses perubahan anggaran dasar tersebut.

Selain itu, pelapor menilai terdapat kejanggalan prosedural karena perubahan anggaran dasar diduga dilakukan sebelum adanya transaksi jual beli saham.

Tidak ditemukan pula bukti aliran dana, persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), maupun pengajuan resmi perubahan kepemilikan kepada instansi berwenang.

Dugaan Pengangkutan Ore Tanpa Izin

Perkara ini juga mencakup dugaan pengangkutan ore pada 2020 sebanyak sekitar 25.500 metrik ton menggunakan tiga tongkang dari wilayah tambang di SBB.

Aktivitas tersebut diduga dilakukan tanpa izin sah dan menggunakan dokumen yang telah dimanipulasi. Salah satu dugaan yang mencuat adalah penggunaan tanda tangan Direktur Utama yang dipindai untuk melegitimasi dokumen pengangkutan.

Baca Juga :  Siap Harumkan Nama Bangsa, Atlet Taekwondo Polri Dilepas As Kapolri

Padahal, berdasarkan struktur resmi perusahaan, pihak yang berwenang disebut tidak pernah memberikan persetujuan atas kegiatan tersebut.

Upaya pengajuan izin sebelumnya juga dilaporkan sempat ditolak oleh kementerian terkait dan otoritas pelabuhan karena ketidaksesuaian nama pengaju dengan struktur perusahaan yang sah.

Potensi Pelanggaran Hukum

Jika terbukti, rangkaian peristiwa ini berpotensi melanggar sejumlah ketentuan pidana, termasuk pasal pemalsuan dokumen dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta regulasi pertambangan terkait kegiatan tanpa izin.

Kasus ini juga dinilai berkaitan dengan aspek hukum korporasi, terutama terkait keabsahan perubahan anggaran dasar, mekanisme RUPS, serta kewajiban memperoleh persetujuan pemerintah dalam transaksi saham perusahaan tambang.

Sejumlah pengamat menilai perkara ini mencerminkan tantangan pengawasan sektor pertambangan, khususnya terkait potensi penyalahgunaan dokumen legal dan konflik kepemilikan izin usaha.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terlapor. Kuasa hukum pelapor berharap Bareskrim Polri segera melakukan verifikasi dan pendalaman terhadap laporan tersebut.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berdiri Dua Jam di Hercules ke Meja Komitmen, Bupati SBT Kejar Tuntaskan RDTR
Monev Triwulan III BNPT, FKPT Maluku Tekankan Ketahanan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme
Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati-Pamen, 19 Kapolda Berganti
Maluku Jadi Pilot Project Perumahan Subsidi & Lonjakan Bedah Rumah 2026
Gubernur Maluku Temui Menteri KKP, Dorong Penguatan Ekonomi Maritim dan Budidaya Rumput Laut 10.000 Hektar
Viral! Aksi Warga Buang Sampah ke Laut Berkedok ‘Tradisi’ di Kabupaten Buru Menuai Kecaman
Gubernur Maluku Buktikan Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mutu Pendidikan Kepulauan Lewat Penghargaan Kemendagri
Gubernur Maluku Desak DPR RI Tuntaskan Sengketa Tapal Batas Manusela dan Kejelasan Aset Pala Banda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:41 WIT

Berdiri Dua Jam di Hercules ke Meja Komitmen, Bupati SBT Kejar Tuntaskan RDTR

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:35 WIT

Monev Triwulan III BNPT, FKPT Maluku Tekankan Ketahanan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:18 WIT

Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati-Pamen, 19 Kapolda Berganti

Sabtu, 19 September 2026 - 12:32 WIT

Maluku Jadi Pilot Project Perumahan Subsidi & Lonjakan Bedah Rumah 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 12:26 WIT

Gubernur Maluku Temui Menteri KKP, Dorong Penguatan Ekonomi Maritim dan Budidaya Rumput Laut 10.000 Hektar

Berita Terbaru