Hendrik Lewerissa Dorong Percepatan Blok Masela, Hak Warga Jadi Prioritas

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:11 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

JAKARTA — Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela memasuki fase penentuan. Setelah seremoni groundbreaking pada Juni 2026, pemerintah kini dituntut menyelesaikan persoalan pembebasan lahan sebelum pembangunan fisik benar-benar bergerak di lapangan.

Luas lahan yang menjadi perhatian mencapai 662 hektare, dengan ratusan warga tercatat sebagai pihak terdampak. Pemerintah pusat dan daerah pun memasang target percepatan, termasuk menuntaskan pembayaran ganti untung paling lambat pada pekan kedua Oktober 2026.

Persoalan lahan tersebut dibahas dalam rapat kerja bersama di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Forum itu melibatkan Kementerian ESDM, Pemprov Maluku, Forkopimda, Tim Terpadu (Timdu), SKK Migas, INPEX, PT Pertamina, serta pemerintah kabupaten terdampak.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) mempercepat verifikasi dan appraisal terhadap sisa lahan. Ketepatan data menjadi perhatian karena pemerintah ingin mencegah tumpang tindih kepemilikan sekaligus memastikan pembayaran diterima pihak yang berhak.

Data sementara memperlihatkan besarnya dampak proyek. Tercatat 556 pemilik kebun, dengan 7.048.439 batang tanaman, 3 rumah tinggal permanen, dan 479 rumah kebun atau walang.

Satgas juga telah menyelesaikan pendataan awal Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PSDK). Data tersebut diserahkan kepada Timdu pada 28 September 2026 untuk diumumkan kepada publik.

Baca Juga :  Upaya AHM Kalibrasi Pelayanan Terbaik untuk Konsumen Honda

Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa kepastian hak masyarakat menjadi bagian penting dari percepatan proyek. Pemerintah daerah menargetkan penerbitan SK Gubernur sebagai dasar penetapan besaran ganti untung tanah dan tanaman.

Kini, target pemerintah menjadi sorotan: apakah seluruh proses verifikasi dan pembayaran dapat benar-benar tuntas pada pekan kedua Oktober? Kepastian tersebut akan menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan fisik Blok Masela digenjot lebih jauh.

Pemerintah menilai percepatan proyek ini strategis bagi ketahanan energi nasional sekaligus diharapkan memberi dampak ekonomi bagi Maluku.

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maluku Jadi Pilot Project Perumahan Subsidi & Lonjakan Bedah Rumah 2026
Gubernur Maluku Temui Menteri KKP, Dorong Penguatan Ekonomi Maritim dan Budidaya Rumput Laut 10.000 Hektar
LMAT Audiens Dukung Groundbreaking Blok Masela, Tekankan Prinsip Taat Adat dalam Investasi Nasional
Direktur AMO Kembali Dipercaya Masuk Tim Seleksi Nasional Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027
Erick Tohir Lantik Azis Tunny Pimpin ORADO Maluku
Mister Global Indonesia, Sanduan Wakili Maluku Tegak Sejajar dengan Finalis Terbaik Nusantara
Upaya AHM Kalibrasi Pelayanan Terbaik untuk Konsumen Honda

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:11 WIT

Hendrik Lewerissa Dorong Percepatan Blok Masela, Hak Warga Jadi Prioritas

Sabtu, 19 September 2026 - 12:32 WIT

Maluku Jadi Pilot Project Perumahan Subsidi & Lonjakan Bedah Rumah 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 12:26 WIT

Gubernur Maluku Temui Menteri KKP, Dorong Penguatan Ekonomi Maritim dan Budidaya Rumput Laut 10.000 Hektar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:36 WIT

LMAT Audiens Dukung Groundbreaking Blok Masela, Tekankan Prinsip Taat Adat dalam Investasi Nasional

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:12 WIT

Direktur AMO Kembali Dipercaya Masuk Tim Seleksi Nasional Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027

Berita Terbaru

MALUKU TENGAH

Termasuk Daerah 3T, SPPG Hadir di Maluku Tengah

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:05 WIT