Maluku Jangan Hanya Menjadi Penonton di Negeri Sendiri

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:08 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Oleh: Redaksi gardamaluku.com

 

Maluku memiliki hampir semua modal untuk menjadi salah satu wilayah penting di Indonesia. Kekayaan laut, potensi perikanan, pariwisata, pertanian, perkebunan, hingga posisi geografis yang strategis merupakan aset besar yang seharusnya mampu menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun, persoalannya bukan semata-mata tentang seberapa besar potensi yang dimiliki. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: seberapa besar potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku?

 

Selama bertahun-tahun, masyarakat Maluku akrab dengan cerita tentang kekayaan alam. Laut yang luas, hasil perikanan yang melimpah, rempah-rempah yang pernah membuat Maluku dikenal dunia, serta keindahan pulau-pulaunya terus menjadi kebanggaan. Tetapi kebanggaan saja tidak cukup.

 

Maluku membutuhkan kebijakan yang mampu mengubah potensi menjadi nilai tambah. Nelayan jangan hanya menjadi pemasok bahan mentah. Petani jangan hanya menjual hasil panen dengan harga rendah. Anak-anak muda Maluku jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus didorong menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Baca Juga :  Tantangan dan Tanggung Jawab Bupati Baru: Efisiensi Anggaran dan Implikasinya terhadap Pembangunan Jalan Lintas Huamual serta Kesejahteraan Masyarakat

 

Di sinilah pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat sipil harus mengambil peran. Pembangunan Maluku tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. Pendidikan, kualitas sumber daya manusia, konektivitas antarpulau, ekonomi digital, penguatan UMKM, serta hilirisasi sektor perikanan dan pertanian harus menjadi agenda yang serius.

 

Yang tidak kalah penting adalah keberanian membangun pemerintahan yang transparan dan berpihak pada kepentingan publik. Anggaran daerah harus benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengejar banyaknya program.

Baca Juga :  Umar Lessy & RR Otak Dibalik Penghentian Musda Golkar Kota Ambon

 

Maluku juga membutuhkan generasi muda yang berani mengawasi, mengkritik, sekaligus menawarkan solusi. Kritik terhadap pemerintah bukan bentuk permusuhan. Justru kritik yang sehat merupakan bagian penting dari demokrasi.

 

Maluku memiliki sejarah panjang dan identitas yang kuat. Tantangannya sekarang adalah memastikan bahwa kekayaan sejarah dan sumber daya alam tersebut tidak hanya menjadi cerita, tetapi menjadi fondasi masa depan.

 

Maluku tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengelola potensi itu dengan visi, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat.

 

Sebab masyarakat Maluku berhak menjadi pelaku utama pembangunan di tanahnya sendiri, bukan sekadar menjadi penonton ketika kekayaan daerahnya dinikmati pihak lain.

Penulis : Redaksi GardaMaluku.com

Editor : Redaksi GardaMaluku.com

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Statement Presiden, Pendidikan Gratis: Akankah Janji Besar Negara Menjangkau Maluku?
Menakar Objektivitas Konflik Lisabata-Patauhe: Menepis Misinformasi, Gandong dan Kela Peta Jalan Solusi Damai
Gubernur Hendrik Butuh Ruang Fiskal, Berisiknya Pujian dan Tepuk Tangan Buka Cela Mencela
Ditengah Keterbatasan Fiskal, Hendrik Lewerissa Tetap Pertahankan TPP: Kesejahteraan ASN jadi Perhatian
Alga Hijau Dictyosphaeria versluysii dan Ekonomi Biru Berbasis Kearifan Lokal
Menakar Keadilan di Bumi Raja-Raja: Membongkar Tarik Ulur Kebijakan PIT di Laut Maluku
Kembalikan Kejayaan Rempah Maluku: Cengkeh Hutan Amalatu sebagai Motor Kebangkitan Ekonomi SBB
Umar Lessy & RR Otak Dibalik Penghentian Musda Golkar Kota Ambon

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIT

Statement Presiden, Pendidikan Gratis: Akankah Janji Besar Negara Menjangkau Maluku?

Senin, 14 September 2026 - 10:33 WIT

Menakar Objektivitas Konflik Lisabata-Patauhe: Menepis Misinformasi, Gandong dan Kela Peta Jalan Solusi Damai

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIT

Gubernur Hendrik Butuh Ruang Fiskal, Berisiknya Pujian dan Tepuk Tangan Buka Cela Mencela

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:57 WIT

Ditengah Keterbatasan Fiskal, Hendrik Lewerissa Tetap Pertahankan TPP: Kesejahteraan ASN jadi Perhatian

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:39 WIT

Alga Hijau Dictyosphaeria versluysii dan Ekonomi Biru Berbasis Kearifan Lokal

Berita Terbaru