Ditengah Keterbatasan Fiskal, Hendrik Lewerissa Tetap Pertahankan TPP: Kesejahteraan ASN jadi Perhatian

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:57 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com, Ambon: Di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa memilih untuk tetap memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk melalui pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa di tengah ruang fiskal yang terbatas, pemerintah tidak serta-merta mengambil pilihan paling mudah dengan mengurangi atau menghapus hak tambahan penghasilan ASN.

Bagi Gubernur Hendrik Lewerissa, ASN merupakan bagian penting dari mesin pemerintahan. Mereka adalah aparatur yang setiap hari berada di garis depan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, kesejahteraan ASN tetap menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah dalam mengelola keuangan daerah.

“Kita memahami kondisi fiskal daerah. Tetapi pada saat yang sama, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan ASN yang menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” demikian sikap Pemerintah Provinsi Maluku.

Memilih Bertahan di Tengah Tekanan Fiskal

Kondisi fiskal daerah saat ini memang menuntut pemerintah melakukan pengelolaan anggaran secara lebih hati-hati.

Setiap rupiah dalam APBD harus dihitung secara cermat. Pemerintah harus membiayai pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, program ekonomi masyarakat dan berbagai kebutuhan pemerintahan lainnya.

Dalam situasi tersebut, mempertahankan TPP bukanlah persoalan sederhana.

Dibutuhkan kemampuan pemerintah untuk menata prioritas, mengendalikan belanja dan mencari ruang fiskal agar hak dan kesejahteraan ASN tetap mendapat perhatian.

Karena itu, kebijakan mempertahankan TPP dapat dilihat sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap aparatur, sekaligus komitmen untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik.

TPP Bukan Sekadar Tambahan Penghasilan

Bagi ASN, TPP bukan hanya angka dalam dokumen anggaran. Di balik TPP terdapat kebutuhan keluarga, biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga dan berbagai kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  KNPI Maluku dan Anggota Banggar DPRD ProvMal Bahas Transparansi Hibah dan Penguatan Peran Pemuda

Pemerintah memahami realitas tersebut.
Karena itu, persoalan pembayaran TPP tidak ditempatkan semata-mata sebagai persoalan administrasi keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga motivasi dan kesejahteraan aparatur.

Gubernur Hendrik Lewerissa memilih pendekatan yang seimbang:
kemampuan fiskal harus dijaga, tetapi kesejahteraan ASN tidak boleh diabaikan. Tidak Mengorbankan Kesehatan Fiskal Daerah
Meski mempertahankan perhatian terhadap TPP, Pemprov Maluku tetap harus memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara sehat dan sesuai ketentuan.

Artinya, pembayaran TPP tetap harus dilakukan berdasarkan kemampuan keuangan daerah, penganggaran yang tersedia, verifikasi administrasi serta mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah tidak ingin menyelesaikan persoalan hari ini dengan menciptakan persoalan fiskal yang lebih besar di kemudian hari.

Karena itu, prinsip yang digunakan adalah TPP diperhatikan, fiskal dijaga, pelayanan publik tetap berjalan.

Gubernur Memilih Memikirkan ASN
Di tengah berbagai kritik dan sorotan mengenai TPP, Hendrik Lewerissa memilih untuk melihat persoalan tersebut dari sisi yang lebih luas.
Bagi Gubernur, ASN bukan sekadar komponen belanja pegawai dalam APBD.

ASN adalah manusia yang bekerja untuk pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, pemerintah harus hadir ketika aparatur menghadapi persoalan kesejahteraan.

“Pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan. Kita harus menjaga kemampuan keuangan daerah, tetapi kita juga harus memikirkan ASN yang bekerja setiap hari memberikan pelayanan kepada masyarakat,” demikian penegasan Pemprov Maluku.

Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepemimpinan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah memperhatikan orang-orang yang menjalankan roda pemerintahan.

Baca Juga :  Diduga UPPKB Passo Pilih Kasih Penertiban Kendaraan

Bekerja di Tengah Keterbatasan
Pemprov Maluku menyadari bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan sekaligus.

Namun keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja.
Justru dalam kondisi seperti itulah diperlukan kepemimpinan yang mampu menentukan prioritas, menjaga keseimbangan dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Gubernur Hendrik Lewerissa memilih pendekatan tersebut. Bukan menghindari persoalan. Bukan mengorbankan ASN. Bukan pula mengabaikan kondisi fiskal.
Tetapi mencari jalan agar keduanya dapat berjalan bersama.
TPP tetap menjadi perhatian, sementara pemerintah terus melakukan penataan fiskal dan meningkatkan kapasitas pendapatan daerah.

Dari Kesejahteraan ASN Menuju Pelayanan Publik

Pemerintah berharap perhatian terhadap kesejahteraan ASN pada akhirnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

ASN yang bekerja dengan baik membutuhkan kepastian dan dukungan pemerintah.

Karena itu, kesejahteraan aparatur dan kualitas pelayanan publik merupakan dua hal yang saling berkaitan.

Di bawah semangat Sapta Cita Lawamena, Pemprov Maluku ingin membangun pemerintahan yang bukan hanya kuat dalam program pembangunan, tetapi juga hadir bagi aparatur dan masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pemerintah bukan sekadar seberapa banyak kebijakan yang dibuat.
Tetapi juga seberapa mampu pemerintah menjaga keseimbangan antara kemampuan daerah, kesejahteraan aparatur dan kebutuhan masyarakat.
Dan di tengah keterbatasan fiskal tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku memilih satu prinsip:

Fiskal Tetap Dijaga, ASN Tetap Diperhatikan, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Hendrik Lewerissa memilih bekerja, bukan mengeluh tentang keterbatasan. Memilih mencari solusi, bukan mencari alasan.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PENTAS Sasaran Sekolah di Pusat Kota Ambon
Perpanjang kontrak PPPK Melalui Penilaian kinerja
Cegah Stunting Sejak Dini, Toisuta : Pastikan Gizi dan Kesehatan Anak Yang Utama
Angka HIV Meningkat, Walikota : Stop Sex Bebas
Mabuk Jadi Penyebab Masalah, Bodewin : Perlu Pengendalian dan Pengawasan Minuman Alkohol
PENTAS Jadi Fokus SMPN 6 Ambon
Pemkot Ambon Mendorong LPPD Perkuat Pembinaan Musik Pada Generasi Muda
Statement Presiden, Pendidikan Gratis: Akankah Janji Besar Negara Menjangkau Maluku?

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:08 WIT

PENTAS Sasaran Sekolah di Pusat Kota Ambon

Rabu, 23 September 2026 - 23:03 WIT

Perpanjang kontrak PPPK Melalui Penilaian kinerja

Rabu, 23 September 2026 - 22:29 WIT

Cegah Stunting Sejak Dini, Toisuta : Pastikan Gizi dan Kesehatan Anak Yang Utama

Rabu, 23 September 2026 - 21:59 WIT

Mabuk Jadi Penyebab Masalah, Bodewin : Perlu Pengendalian dan Pengawasan Minuman Alkohol

Rabu, 23 September 2026 - 13:31 WIT

PENTAS Jadi Fokus SMPN 6 Ambon

Berita Terbaru

AMBON

PENTAS Sasaran Sekolah di Pusat Kota Ambon

Jumat, 25 Sep 2026 - 11:08 WIT

KEPULAUAN TANIMBAR

FH UNLESA Kembali Luluskan Sarjana Hukum, Dekan Titip Pesan Integritas

Kamis, 24 Sep 2026 - 02:18 WIT

AMBON

Perpanjang kontrak PPPK Melalui Penilaian kinerja

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:03 WIT