IvenDino : Jefri Gultom Layak Pimpin DPP GAMKI

- Redaksi

Minggu, 8 November 2026 - 17:37 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com, Ambon– Nama Jefri Edi Irawan Gultom dinilai layak diperhitungkan dalam kontestasi kepemimpinan nasional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) pada Kongres XIII yang dijadwalkan berlangsung di Makassar, November 2026.
‎
‎Penilaian tersebut disampaikan Penuel Marthen Supulatu, yang akrab disapa IvenDino Supulatu, Fungsionaris DPD GAMKI Maluku, saat menyampaikan pandangannya di Ambon, Minggu (8/11/2026).
‎
‎Menurut Supulatu, Jefri Gultom merupakan figur yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia pergerakan mahasiswa, kepemimpinan organisasi, konsolidasi nasional, hingga pengabdian di ruang politik. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting untuk dipertimbangkan dalam menakhodai organisasi kepemudaan Kristen di tingkat nasional.
‎
‎Supulatu menilai, kepemimpinan organisasi tidak cukup hanya bermodalkan popularitas atau kemampuan membangun komunikasi politik. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus memiliki pengalaman berorganisasi, kemampuan mengelola perbedaan, memahami persoalan kader di daerah, serta keberanian membawa organisasi menjawab tantangan zaman.
‎
‎”Jefri Gultom bukan figur yang muncul secara tiba-tiba. Ia memiliki perjalanan panjang dalam gerakan mahasiswa. Ia pernah berada dalam proses kaderisasi, menjalani dinamika organisasi, membangun jaringan nasional, dan mendapatkan kepercayaan memimpin organisasi mahasiswa Kristen di tingkat pusat. Itu merupakan modal kepemimpinan yang patut diperhitungkan,” ungkap Supulatu.
‎
‎Jefri Edi Irawan Gultom merupakan putra kelahiran Kampung Erambu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Ia tumbuh dari wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, sebuah kawasan yang menggambarkan realitas kehidupan masyarakat di wilayah terluar Indonesia.
‎
‎Perjalanan organisasinya mulai dikenal melalui Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Sejumlah pemberitaan menyebutkan, Jefri telah bergabung dengan GMKI sejak 2009 dan menjalani proses kaderisasi dari tingkat bawah hingga dipercaya mengemban tanggung jawab nasional.
‎
‎Perjalanan tersebut mencapai momentum penting ketika Kongres XXXVII GMKI di Manokwari, Papua Barat, pada November 2020 menetapkannya sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI periode 2020–2022. Ia memperoleh 50 suara, mengungguli dua kandidat lainnya.
‎
‎Kepercayaan itu kembali diberikan melalui Kongres XXXVIII GMKI di Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada 2022. Jefri kembali terpilih sebagai Ketua Umum periode 2022–2024.
‎
‎Dua periode kepemimpinan tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan organisasinya. Ia memimpin konsolidasi organisasi yang memiliki cabang di berbagai daerah serta mendorong penguatan kaderisasi dan kerja sama lintas organisasi.
‎
‎Dalam kepemimpinannya periode 2022–2024, Jefri bersama jajaran Pengurus Pusat GMKI mengusung semangat kolaborasi berkelanjutan.
‎
‎Tiga prioritas yang disampaikan dalam agenda kepengurusannya meliputi pengembangan beasiswa pendidikan kader, pengembangan aset organisasi, serta pembangunan jejaring dan distribusi kader.
‎
‎Ia juga menekankan pentingnya memperkuat tiga medan pelayanan GMKI, yakni perguruan tinggi, gereja, dan masyarakat.
‎
‎Bagi Supulatu, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kepemimpinan organisasi harus berorientasi pada kebutuhan kader, bukan semata-mata mempertahankan struktur dan jabatan.
‎
‎”Organisasi harus hadir menjawab persoalan kader. Pendidikan, peningkatan kapasitas, penguatan sekretariat, dan distribusi kader merupakan kebutuhan nyata. Pemimpin harus mampu memastikan organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan sesuatu yang dirasakan anggotanya,” ujarnya.

‎Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya di GMKI, Jefri Gultom melanjutkan kiprah ke ruang politik.
‎
‎Pada 28 Juni 2025, ia bersama sejumlah mantan pimpinan organisasi mahasiswa lintas Cipayung Plus menyatakan bergabung dengan Partai Golkar melalui Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Jefri menyampaikan pandangan bahwa politik bukan sekadar alat untuk memperoleh kekuasaan, melainkan ruang pengabdian kepada masyarakat.
‎
‎Perjalanan tersebut memperlihatkan perubahan medan pengabdiannya, dari gerakan mahasiswa menuju ruang politik praktis.
‎
‎Hingga 7 November 2026, pemberitaan juga mencatat Jefri menjalankan peran sebagai Ketua Bidang Pengurus Pusat AMPG. Dalam pernyataannya kepada media, ia menekankan pentingnya membedakan kritik yang berbasis fakta dengan tuduhan yang tidak terbukti.
‎
‎Bagi Supulatu, pengalaman memasuki ruang politik dapat menjadi bekal tambahan bagi seorang pemimpin organisasi sepanjang tetap mampu menjaga independensi, integritas, dan keberpihakan terhadap kepentingan kader.
‎
‎”Pengalaman politik bisa menjadi nilai tambah, terutama dalam membangun komunikasi dengan pemerintah, lembaga negara, dan berbagai pemangku kepentingan. Tetapi organisasi kepemudaan Kristen harus tetap memiliki daya kritis, independen, dan tidak kehilangan identitas perjuangannya,” tegasnya.
‎
‎Supulatu berpandangan, Kongres XIII GAMKI di Makassar harus menjadi momentum melahirkan kepemimpinan yang memiliki kapasitas nasional, memahami keberagaman Indonesia, serta mampu menjawab persoalan generasi muda Kristen.
‎
‎Menurutnya, pengalaman Jefri memimpin organisasi mahasiswa Kristen selama dua periode merupakan salah satu modal yang patut menjadi bahan pertimbangan peserta kongres.
‎
‎Ada beberapa hal yang dinilainya penting dari rekam jejak tersebut.
‎
‎Pertama, pengalaman kaderisasi dan kepemimpinan nasional. Jefri telah melewati proses organisasi hingga memperoleh kepercayaan memimpin GMKI selama dua periode.
‎
‎Kedua, kemampuan membangun konsolidasi dan jejaring lintas daerah. Pengalaman memimpin organisasi nasional menjadi bekal dalam menghadapi kompleksitas persoalan organisasi.
‎
‎Ketiga, perhatian terhadap pendidikan dan pengembangan kader. Gagasan mengenai beasiswa, pengembangan aset, serta distribusi kader merupakan agenda yang relevan bagi organisasi kepemudaan.
‎
‎Keempat, pengalaman membangun komunikasi lintas kelompok dan memasuki ruang pengambilan keputusan politik. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat advokasi GAMKI terhadap persoalan kebangsaan.
‎
‎Kelima, latar belakang sebagai putra Papua Selatan. Kehadirannya dalam kontestasi kepemimpinan nasional juga dapat menjadi ruang afirmasi bahwa kepemimpinan organisasi tidak boleh terpusat pada figur dan wilayah tertentu.
‎
‎”Indonesia tidak hanya dibangun dari pusat kekuasaan. Suara dari Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan seluruh wilayah Indonesia harus mendapatkan tempat yang sama. Kepemimpinan nasional harus mampu merangkul seluruh potensi tersebut,” kata Supulatu.
‎
‎Supulatu menegaskan, dirinya tidak ingin Kongres GAMKI hanya menjadi arena perebutan jabatan, melainkan ruang evaluasi dan penentuan arah perjuangan organisasi ke depan.
‎
‎GAMKI, menurutnya, membutuhkan pemimpin yang tidak hanya piawai berbicara di forum nasional, tetapi juga mampu mendengar pergumulan kader di daerah, memperjuangkan kepentingan masyarakat, menjaga toleransi, serta mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
‎
‎Ia berharap peserta Kongres XIII memberikan perhatian serius terhadap rekam jejak, kapasitas, integritas, dan visi setiap figur yang akan tampil dalam kontestasi kepemimpinan.
‎
‎”Jangan hanya memilih karena kedekatan, popularitas, atau kepentingan kelompok. Pilihlah figur yang memiliki pengalaman, kapasitas, keberanian, dan komitmen untuk membesarkan organisasi. GAMKI membutuhkan pemimpin yang bekerja, bukan sekadar pemimpin yang pandai berpidato,” tandasnya.
‎
‎Ia menambahkan, Jefri Gultom layak diperhitungkan sebagai salah satu figur yang dapat tampil dalam bursa Ketua Umum DPP GAMKI. Namun, seluruh proses pencalonan tetap harus mengikuti konstitusi dan persyaratan organisasi yang berlaku.
‎
‎”Kalau berbicara tentang pengalaman memimpin gerakan mahasiswa Kristen di tingkat nasional, Jefri memiliki rekam jejak yang tidak bisa diabaikan. Makassar harus menjadi momentum bagi GAMKI untuk membuka ruang kepemimpinan yang lebih luas, progresif, dan berorientasi pada masa depan,” tutup Supulatu.***

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum Perindo lantik DPW, DPD dan Pemuda Perindo Se-Maluku
Moenandar di Lantik Jadi Ketua DPD Perindo Kota Ambon, Tahun Depan OTW Rekrut Bakal Caleg
DPRD Minta Dinas Pendidikan Siapkan Data Sekolah Rusak, SDN 2 Latuhalat Fokus Perbaikan di APBD 2027
HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM
Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya
Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang
Pemkot Ambon Akan Terus Tekan Angka Kemiskinan
Standar Valuasi Komoditas Ekspor, Mercuri Hilang Di Rupbasan Kelas I Ambon Ditaksir Capai 1,54 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 17:37 WIT

IvenDino : Jefri Gultom Layak Pimpin DPP GAMKI

Jumat, 6 November 2026 - 23:58 WIT

Ketua Umum Perindo lantik DPW, DPD dan Pemuda Perindo Se-Maluku

Jumat, 6 November 2026 - 23:47 WIT

Moenandar di Lantik Jadi Ketua DPD Perindo Kota Ambon, Tahun Depan OTW Rekrut Bakal Caleg

Rabu, 4 November 2026 - 23:24 WIT

DPRD Minta Dinas Pendidikan Siapkan Data Sekolah Rusak, SDN 2 Latuhalat Fokus Perbaikan di APBD 2027

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIT

HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM

Berita Terbaru

Pendidikan

IvenDino : Jefri Gultom Layak Pimpin DPP GAMKI

Minggu, 8 Nov 2026 - 17:37 WIT