IAKN Ambon Bongkar Realitas Kekerasan Seksual Dunia Kampus Lewat Ngobrol Pintar

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025 - 22:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, Maluku – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar diskusi publik bertajuk “Kekerasan Seksual: Korban, Pelaku, dan Sistem Pendidikan di Indonesia—Membongkar Realitas, Membangun Ruang Aman di Perguruan Tinggi,” Jumat (03/10).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ngopi (Ngobrol Pintar) yang dilaksanakan atas kerja sama Program Studi Agama Budaya, Satgas PPKPT IAKN Ambon, Bacakar, GEMPAR (Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat), dan PIJAR (Peace, Inclusion, Justice, Advocacy, and Rights) Lumapoto.

Acara yang berlangsung di pelataran Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) IAKN Ambon ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yaitu Auliya Ramadhani dari Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR), Selvone Christin Pattiserlihun dari Satgas PPKPT IAKN Ambon yang juga mewakili PIJAR Lumapoto, serta Edward Turalely, seorang penyintas sekaligus pemerhati isu kekerasan seksual.

Dalam sambutan pembuka, Dekan FISK Febby N. Patty menegaskan bahwa diskusi ini lahir dari realitas maraknya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Ia menyoroti bahwa regulasi belum berjalan maksimal dalam mengatasi persoalan ini karena kuatnya relasi kuasa dan budaya diam yang masih mengakar di lingkungan kampus.

Auliya Ramadhani dalam pemaparannya menekankan bahwa kekerasan seksual tidak bisa dilepaskan dari ketidaksetaraan gender yang telah lama dinormalisasi oleh masyarakat.

Menurutnya, ketimpangan gender merupakan masalah sistemik yang merugikan perempuan maupun laki-laki. Sementara itu, Selvone Pattiserlihun menyoroti praktik kampus yang kerap menutupi kasus kekerasan seksual demi menjaga citra institusi.

Baca Juga :  Barnabas Orno: GPM 90 Tahun dan Ambon 450 Tahun Jadi Ruang Refleksi Bersama

Ia menegaskan bahwa reputasi kampus justru ditentukan oleh bagaimana keberanian dan komitmen institusi menyelesaikan kasus, bukan dari upaya melindungi pelaku.

Edward Turalely, yang hadir sebagai penyintas, berbagi pengalaman sekaligus dorongan agar suara korban diberi ruang.

Ia mengingatkan bahwa siapa pun bisa menjadi pelaku kekerasan seksual tanpa memandang jenis kelamin maupun orientasi seksual. Menurutnya, korban bukan hanya berhadapan dengan pelaku, tetapi juga dengan sistem.

Kehadiran akademisi, aktivis, satgas, dan penyintas dalam forum ini menunjukkan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang aman di perguruan tinggi.

Diskusi publik ini diharapkan menjadi pemantik bagi kampus dan masyarakat luas untuk lebih serius menangani kasus kekerasan seksual, sekaligus memperjuangkan hak-hak korban.***

Berita Terkait

Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing
224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi
Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi
Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong
Masih Momentum Haornas, Kodam Pattimura-Korem Binaiya dan ORADO Perkuat Sinergi Olahraga di Ambon
Masyarakat Negeri Buano Tagi Janji Politik Gubernur Terkait Pembuatan Puskesmas Rawat Inap
Pangdam Tutup Dikmata TNI AD 2026, Danrem 151/Binaiya Ikut Saksikan Penyumpahan Prajurit Baru
Putuhena Dinilai Layak Pimpin Kemenag Seram Bagian Barat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:40 WIT

Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing

Jumat, 11 September 2026 - 13:09 WIT

224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi

Jumat, 11 September 2026 - 10:24 WIT

Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi

Jumat, 11 September 2026 - 10:18 WIT

Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong

Rabu, 9 September 2026 - 20:56 WIT

Masyarakat Negeri Buano Tagi Janji Politik Gubernur Terkait Pembuatan Puskesmas Rawat Inap

Berita Terbaru