Mabuk Jadi Penyebab Masalah, Bodewin : Perlu Pengendalian dan Pengawasan Minuman Alkohol

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 21:59 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon, GardaMaluku.com : Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan Minuman Keras (Miras) perlu di kendalikan dan mempunyai pengawasan.

Lantaran kondisi mabuk menjadi pemicu utama masalah, entah pada lingkungan keluarga bahkan masyarakat.

Hal ini disampaikan Walikota kepada wartawan usai Rapat Paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Rabu (23/09/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambahkan, pihaknya selalu mendapatkan informasi dari kepolisian terkait masalah yang terjadi pada masyarakat, dan salah satu penyebab utamanya yaitu mabuk.

“Setiap ada masalah atau laporan masyarakat di polisi terkait bentrok, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRD), pasti karena mabuk,” ungkap walikota.

Walikota mengatakan, tugasnya untuk melindungi masyarakat. Sehingga apapun yang menjadi tanggung jawabnya Ia akan berusaha untuk kesejahteraan masyarakat terkhususnya di Kota Ambon.

Terkhususnya pada kalangan Generasi muda kota Ambon, yang merupakan negara di emas bangsa. Segala bentuk pergaulan sampai tindakan yang tidak diinginkan mereka pasti mencoba.

“Sekarang ini kita bicara soal miras dan saya bicara sesuai data dari Polres, apakah kita tidak sayang warga kota dan generasi muda kota? kalau kita sayang mari kita buat sopi ini untuk susah orang beli, supaya orang tidak bisa dapat akang dimana-mana,” jelasnya.

Walikota menegaskan, miras untuk saat ini sangat banyak dan harganya bisa dijangkau oleh peminat. Bagaimana pihaknya kelola dalam bentuk aturan dan dipublikasi akan menjadi mahal.

“Sekarang ini. Dengan uang 20.000 saja orang sudah bisa mabuk. Jadi bagaimana kita buat sampai sopi susah dijangkau karena harganya yang mahal. Maka dari pada itu harus adanya pengendalian dan publikasi,” terangnya.

Seperti apa pengendalian dan publikasi?, miras yang dikendalikan dan dipublikasi atau diuji dan dikemas dengan kemasan yang bagus dan berbeda, dijual dengan harga yang mahal, agar masyarakat sudah untuk menjangkau harga tersebut.

“Tapi saya katakan, kalau jadi walikota dan tidak bisa menyelesaikan persoalan masyarakat, buat apa jadi walikota. Ini kita sementara menggadaikan masa depan generasi muda kota Ambon,” jelasnya.

Walikota mencontohkan, yang mestinya menjadi Polisi, Tentara dan lainnya disapu bersih lantaran miras dan kebiasaan buruk. Sehingga masa depan hancur seketika.

“lalu siapa yang rugi? kota ini yang bisa rugi, karena itu apa yang bisa kita lakukan, paling tidak mengendalikan,” terangnya.

Walikota menambahkan, pihaknya pernah berdiskusi dengan beberapa toko-toko terkait miras.

“Makanya itu kita butuh pengendalian dan pengawasan terhadap minuman alkohol. Kalau minuman alkohol yang sudah resmi, mengendalikan dan mengawasinya mudah, tidak boleh jual di toko-toko tertentu hanya di agen-agen resmi,” pungkasnya.

Walikota mengatakan untuk Sopi ini bagaimana?, lantaran setiap saat pihak kepolisian selalu saja melakukan penyitaan dan pemusnahan kurang lebih 5 (lima) ton banyaknya.

“Artinya tidak terkendali dan dia akan merusak generasi bangsa di kota ambon. Karena itu musti ada pikiran-pikiran yang bisa lebih baik lagi untuk memastikan perlindungan kita kepada generasi muda,” tutupnya.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum Perindo lantik DPW, DPD dan Pemuda Perindo Se-Maluku
Moenandar di Lantik Jadi Ketua DPD Perindo Kota Ambon, Tahun Depan OTW Rekrut Bakal Caleg
Wali Kota Ambon Resmikan Jaringan Air Bersih Farmasi Atas
Bodewin Tegaskan TPI Bukan untuk Rugikan Nelayan, Tapi Pastikan Harga Ikan
DPRD Minta Dinas Pendidikan Siapkan Data Sekolah Rusak, SDN 2 Latuhalat Fokus Perbaikan di APBD 2027
HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM
Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya
Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:58 WIT

Ketua Umum Perindo lantik DPW, DPD dan Pemuda Perindo Se-Maluku

Kamis, 5 November 2026 - 22:08 WIT

Wali Kota Ambon Resmikan Jaringan Air Bersih Farmasi Atas

Kamis, 5 November 2026 - 19:22 WIT

Bodewin Tegaskan TPI Bukan untuk Rugikan Nelayan, Tapi Pastikan Harga Ikan

Rabu, 4 November 2026 - 23:24 WIT

DPRD Minta Dinas Pendidikan Siapkan Data Sekolah Rusak, SDN 2 Latuhalat Fokus Perbaikan di APBD 2027

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIT

HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM

Berita Terbaru

Politik

Bahlil Akan Somasi Penyebar Hoaks Soal Isu Penyadapan 

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:57 WIT