Diduga Ada Manuver Perampasan Aset Negara di Jalan Jenderal Sudirman, Nama Bos Dian Pertiwi Jadi Terseret

- Redaksi

Senin, 29 September 2025 - 15:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, GardaMaluku.com– Koalisi Ambon Transparan (KAT) mengungkap adanya dugaan manuver serius yang mengarah pada perampasan aset negara di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon.

Nama Bos Dian Pertiwi, Alfred Shanahan Teng, disebut berada di balik upaya lobi ke Pemerintah Provinsi Maluku demi menguasai lahan yang sejatinya berstatus Daerah Milik Jalan (DMJ).

Koordinator Umum KAT, Taufik Raham Saleh, menyatakan pihaknya mengantongi informasi A1 bahwa Alfred mengutus orang untuk melobi bagian hukum dan aset Pemprov Maluku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pekan lalu, orang suruhan Bos Dian Pertiwi menemui sejumlah pegawai di Kantor Gubernur Maluku. Tujuannya jelas, melobi agar DMJ di Jalan Jenderal Sudirman dialihkan menjadi penguasaan mereka,” tegas Taufik, Senin (29/9).

Baca Juga :  Proyek Jalan Aspal di Tantui Senilai Rp9 Miliar Rusak, Suami-Istri Jatuh dan Terluka

Menurut Taufik, langkah itu menunjukkan adanya kepanikan sekaligus indikasi permainan kotor. Ia mengingatkan publik bahwa pada akhir 2024 lalu, Alfred memfasilitasi agenda tata batas bersama BPN Kota Ambon, yang kemudian menanam patok di atas aset negara.

“Padahal pemerintah sudah melarang. Tapi patok itu tetap ditanam, dan lebih parah lagi, dipakai sebagai dasar untuk mengintimidasi warga serta pelaku usaha dengan somasi dan ancaman penggusuran. Itu jelas cacat prosedural,” ungkapnya.

KAT menilai keberanian Alfred tak semata ditopang kekuatan finansial, melainkan adanya dugaan persekongkolan dengan oknum di BPN Kota Ambon.

“Ini bukan sekadar sengketa tanah biasa. Ada indikasi permainan mafia tanah. Sertifikat ganda dan tumpang tindih kepemilikan diduga dikeluarkan oleh oknum BPN yang menutup mata terhadap sejarah kawasan tersebut. Bahkan ada upaya mengaburkan sejarah demi mengamankan kepentingan pribadi,” kata Taufik.

Baca Juga :  Pj Bupati SBB Ajak Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Menuju Indonesia Emas

Taufik menegaskan, kasus Alfred bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik mafia tanah di titik-titik lain sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Karena itu, KAT mendesak semua pihak agar segera bertindak.

“Pemprov Maluku harus tegas menjaga aset negara. DPRD Maluku wajib membentuk tim khusus untuk memanggil semua pihak terkait. Aparat penegak hukum—kejaksaan dan Polda Maluku—tidak boleh lengah. Mafia tanah harus diputus rantainya sebelum makin banyak rakyat menjadi korban,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Dilantik di Kantor Bupati, PMI SBB Didorong Jadi Garda Terdepan Penanganan Bencana
Dukungan ke Steven 80 Persen, Ketua Tim Subhan Pattimahu: Kader Muda Siap Pimpin Golkar Kota Ambon
Kabar Bae Par SBB: Gubernur Maluku Mulai Realisasikan Hibah Lahan di Piru
Komitmen Akuntabilitas, Bupati SBB Serahkan LKPD 2025 ke BPK
Safari Ramadan Gubernur di Huamual, KNPI SBB: Momentum Perkuat Persatuan Dorong Pembangunan
RBPL HIPMI Maluku Konsolidasi Internal Hingga Kunci Arah Perjuangan
Gereja Didorong Beperan Aktif Ditengah Krisis Umat
“Latupella vs Parera” Saksi Akui Objek Sengketa Bukan Milik Keluarga Parera

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:11 WIT

Dukungan ke Steven 80 Persen, Ketua Tim Subhan Pattimahu: Kader Muda Siap Pimpin Golkar Kota Ambon

Jumat, 3 April 2026 - 17:59 WIT

Kabar Bae Par SBB: Gubernur Maluku Mulai Realisasikan Hibah Lahan di Piru

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:45 WIT

Komitmen Akuntabilitas, Bupati SBB Serahkan LKPD 2025 ke BPK

Senin, 16 Maret 2026 - 23:23 WIT

Safari Ramadan Gubernur di Huamual, KNPI SBB: Momentum Perkuat Persatuan Dorong Pembangunan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:44 WIT

RBPL HIPMI Maluku Konsolidasi Internal Hingga Kunci Arah Perjuangan

Berita Terbaru