Perkara Korupsi PT. Tanimbar Energi Semakin Menghangat 

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:00 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com : AMBON, – Penyertaan Modal Daerah sejatinya dirancang sebagai instrumen pembangunan penggerak ekonomi sekaligus penopang kemandirian BUMD, namun ketika mekanisme diabaikan dan arah kebijakan menyimpang ruang sidang kembali menjadi tempat untuk menelusuri tanggung jawab.

Kamis, (12/02/2026) PN Tipikor Ambon kembali menggelar sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi penyertaan modal Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada PT. Tanimbar Energi

Sidang lanjutan yang dipimpin Hakim Ketua, Martha Maitimu didampingi dua Hakim Anggota dengan agenda pemeriksaan saksi – saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku dan Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam persidangan JPU menghadirkan enam orang saksi yakni, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, mantan Pejabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alwiyah Fadlun Alaydrus, Ucok Poltak selalu Kepala Bidang Perekonomian, Ivonnila selalu Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Suzy selalu Kepala Bidang Keuangan BPKAD, Daniel Fanumby selalu Kepala Sub Bidang Keuangan BPKAD.

Sejumlah saksi kian memperjelas konstruksi perkara dan dinilai memperberat terdakwa Petrus Fatlalon dan dua terdakwa.

Dari kursi saksi, Alwiyah Fadlun Alaydrus mengungkapkan, saat dirinya menjabat Bupati sekaligus pemegang saham BUMD PT Tanimbar Energi, dia melakukan pemeriksaan dokumen administrasi perusahaan tersebut dan ternyata dokumennya tidak lengkap.

“Saat pemeriksaan ternyata dokumen perusahaan tidak lengkap, tidak sesuai dengan PP nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD,” ungkap Alwiyah.

Kondisi tersebut, menurut Alwiyah berdampak pada proses pengajuan pencairan penyertaan modal karena tidak terpenuhinya persyaratan dokumen pengajuan pencairan dana pernyataan modal dan tidak dicarikan guna memastikan penggunaan keuangan daerah berasa dalam koridor administrasi dan hukum yang berlaku.

Sementara itu saksi lainnya Ricky Jauwerissa dalam keterangannya lebih mengarah kepada penerapan kebijakan anggaran daerah yang dijalankan.

Dijelaskan Jauwerissa, pada Tahun Anggaran 2022 terdapat alokasi penyertaan modal sebesar Rp. 1 Milyar untuk tiga BUMD, yakni PDAM, Kalsedon Kidabela dan PT. Tanimbar Energi dengan pembagian masing-masing BUMD menerima Rp. 333.333.333.

Namun yang terjadi BPKAD justeru mengalihkan semua anggaran penyertaan modal hanya kepada PT. Tanimbar Energi, sehingga kedua BUMD lainnya tidak mendapat kebagian.

Jauwerissa menegaskan, kalau kebijakan tersebut atas perintah Bupati KKT kala itu, Petrus Fatlalon berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala BPKAD, Jhon Batlayeri asaat Rapat Dengar Pendapat Komisi C dengan PT. Tanimbar Energi bersama BPKAD.

Keterangan Jauwerissa ternyata dikuatkan dengan keterangan saksi lainnya Ivonnila, menurutnya saat RDP berlangsung dirinya sempat mempertanyakan kepada Kepala BPKAD sama dua kali, dan Kepala BPKAD mengakui kalau pengalihan anggaran atas perintah terdakwa Petrus Fatlalon.

Berdasarkan hasil RDP tersebut, akhirnya Komisi C mengeluarkan rekomendasi yang salah satunya mengharah kepada proses penegakan hukum, karena alasan Komisi C pengalihan anggaran bertentangan dengan ketentuan aturan yang berlaku.

Dari keterangan saksi yang dihadirkan JPU kemarin menjadi rangkaian pembuktian perkara, memperlihatkan bagaimana kebijaka penyertaan modal yang seharusnya membantu pertumbuhan ekonomi daerah, justeru berjalan tanpa tata kelola keuangan yang akuntabel. (Atick)

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janji Gubernur Maluku Tak Kunjung Terbukti, Pemuda Lermatan Siap Blokir Lahan 662
HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM
Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya
Pengampunan dan Dialog, Kunci Penyelesaian Konflik Tanah Lorulun-Atubul
KNPI Maluku Apresiasi Sikap Kesatria Pangdam Pattimura Hentikan Sementara Pembangunan Waitomu
Uskup Seno Ingatkan Warga Katolik Tanimbar: Selesaikan Konflik Tanah dengan Baik, Bukan dengan Panah
Feri Bermasalah, Wandri Desak Gubernur Evaluasi Kepala Dinas Perhubungan Maluku
Kasus Ilegal Oil di Mamua, Istri Tersangka Kecewa Dengan Pemberitaan Media 

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:11 WIT

Janji Gubernur Maluku Tak Kunjung Terbukti, Pemuda Lermatan Siap Blokir Lahan 662

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIT

HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:37 WIT

Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIT

Pengampunan dan Dialog, Kunci Penyelesaian Konflik Tanah Lorulun-Atubul

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:16 WIT

KNPI Maluku Apresiasi Sikap Kesatria Pangdam Pattimura Hentikan Sementara Pembangunan Waitomu

Berita Terbaru

AMBON

Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:32 WIT