Gubernur Maluku Temui Menteri KKP, Dorong Penguatan Ekonomi Maritim dan Budidaya Rumput Laut 10.000 Hektar

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 12:26 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Jakarta, Gardamaluku.com – Potensi laut Maluku tak cukup hanya menjadi kekayaan alam—harus diubah menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melakukan audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Maluku.

Sejumlah program prioritas menjadi fokus pembahasan, mulai dari optimalisasi Kampung Nelayan Merah Putih, perluasan akses BBM Satu Harga di pelabuhan-pelabuhan perikanan milik daerah, hingga pengembangan kawasan budi daya rumput laut.

Dalam rencana tersebut, pengembangan budi daya rumput laut diarahkan mencakup lahan laut seluas 10.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan salah satu agenda prioritas KKP yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan infrastruktur, kapasitas nelayan, serta aktivitas ekonomi perikanan.

Akses BBM juga menjadi bagian penting dalam penguatan sektor perikanan. KKP sebelumnya telah menjalin sinergi dengan Polri dan Pertamina untuk memastikan keamanan sekaligus kemudahan akses BBM bagi kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

Baca Juga :  Puncak HUT RI ke-81 dan HUT Maluku, Pemerhati: Gubernur Harusnya Kasi ‘Hadiah’ Hasil Lobi Pusat Selama Ini

Bagi Maluku sebagai provinsi kepulauan, sinergi pusat dan daerah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan pembudidaya sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Dengan potensi maritim yang begitu besar, tantangannya kini bukan sekadar menjaga laut Maluku, tetapi memastikan kekayaan laut tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang hidup di pesisir.**

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Tangkap Wakil Komandan Batalyon OPM di Yahukimo
Pelantikan PD PERSIS SBB Jadi Momentum Perkuat Dakwah dan Kemandirian Organisasi
Maluku Jadi Pilot Project Perumahan Subsidi & Lonjakan Bedah Rumah 2026
Viral! Aksi Warga Buang Sampah ke Laut Berkedok ‘Tradisi’ di Kabupaten Buru Menuai Kecaman
Gubernur Maluku Buktikan Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mutu Pendidikan Kepulauan Lewat Penghargaan Kemendagri
Camat Nusaniwe Siap Mengawal Realisasi Pembuatan Jalan di Dusun Tuni, Kadus : Proposal Sudah Diberikan, Kayaknya Soal Anggaran
50 Tahun Perjalanan Pelayanan Penuh Syukur di GPM Tuni
Srikandi Zuria Paparkan Kronologi Sengketa Eks Hotel Anggrek di Tengah Ratusan Aksi Penolakan Eksekusi

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 14:17 WIT

TNI Tangkap Wakil Komandan Batalyon OPM di Yahukimo

Sabtu, 19 September 2026 - 22:53 WIT

Pelantikan PD PERSIS SBB Jadi Momentum Perkuat Dakwah dan Kemandirian Organisasi

Sabtu, 19 September 2026 - 12:32 WIT

Maluku Jadi Pilot Project Perumahan Subsidi & Lonjakan Bedah Rumah 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 12:26 WIT

Gubernur Maluku Temui Menteri KKP, Dorong Penguatan Ekonomi Maritim dan Budidaya Rumput Laut 10.000 Hektar

Jumat, 18 September 2026 - 15:43 WIT

Viral! Aksi Warga Buang Sampah ke Laut Berkedok ‘Tradisi’ di Kabupaten Buru Menuai Kecaman

Berita Terbaru

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur, Abdon Kasimdu saat ditangkap di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan pada hari Sabtu, 19 September 2026.

Regional

TNI Tangkap Wakil Komandan Batalyon OPM di Yahukimo

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:17 WIT