Cegah Paparan Paham Radikal pada Anak, FKPT Maluku Dorong Ketahanan Psikologis Keluarga

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:31 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon, Maluku — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku mendorong penguatan ketahanan psikologis keluarga sebagai langkah preventif untuk mencegah paparan paham radikalisme dan terorisme pada anak sejak dini.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan hybrid bertajuk “Keluarga Tangguh, Generasi Utuh: Pendampingan Psikologi dalam Memperkuat Ketahanan Keluarga dalam Menangkal Paham Terorisme” yang digelar Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tahun Anggaran 2026 ini melibatkan orang tua siswa, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta unsur komite sekolah dari sejumlah satuan pendidikan di Kota Ambon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasubbag Barang Milik Negara (BMN) BNPT RI, Eldi Bisma Putra Mahendra, S.Sos., hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Ketua FKPT Maluku, Ruslan Afandi, didampingi Sekretaris FKPT Maluku, Firda Bin Yusuf, bersama jajaran pengurus FKPT Maluku turut mengikuti agenda itu.

Sejumlah sekolah yang berpartisipasi di antaranya SMA Xaverius Ambon, SMA Muhammadiyah Ambon, SMA Negeri 13 Ambon, MAN 1 Ambon, SMP Negeri 7 Ambon, MTs Negeri Ambon, dan SMP Negeri 2 Kota Ambon.

Kegiatan tersebut menghadirkan psikolog nasional Meity Arianty, STP., S.Psi., M.Psi., Psikolog, dari M. Eureka Psychology, serta narasumber daerah Rizka Mulyani Sangadji, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Maluku.

Ketua FKPT Maluku, Ruslan Afandi, menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, kepribadian, serta cara pandang anak terhadap kehidupan. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.

Baca Juga :  BPD HIPMI Maluku Gelar RBPL, Attamimi: Sinergi Kader Muda Menuju Demokrsi BPD Maluku

Menurut Ruslan, perkembangan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam mendampingi anak. Penyebaran paham intoleran dan radikal tidak selalu berlangsung secara terbuka, tetapi juga dapat memanfaatkan ruang digital dan kondisi emosional remaja yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri.

“Rumah adalah benteng pertama dan paling utama bagi anak-anak kita. Sebelum mereka mengenal dunia luar, merekalah yang pertama kali menyerap nilai-nilai kasih sayang, keterbukaan, dan kedamaian dari dalam keluarga,” ujar Ruslan dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, anak-anak yang sedang mencari identitas membutuhkan perhatian, penerimaan, dan ruang komunikasi yang aman di lingkungan keluarga. Ketika kebutuhan emosional tersebut tidak terpenuhi, anak berpotensi mencari penerimaan di luar lingkungan keluarga, termasuk dari kelompok yang menyebarkan paham intoleran.

Oleh karena itu, Ruslan menekankan pentingnya membangun hubungan yang terbuka dan penuh empati antara orang tua dan anak. Kemampuan orang tua mengenali perubahan perilaku dan emosi anak dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal persoalan yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis mereka.

“Pendampingan psikologi ini bertujuan memberikan kita panduan praktis untuk peka terhadap perubahan perilaku dan emosi anak sejak dini, membangun komunikasi yang hangat dan empatik, serta menguatkan ketahanan mental keluarga,” katanya.

Ruslan menambahkan, pencegahan radikalisme tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan. Penguatan aspek psikologis, pendidikan karakter, serta penciptaan lingkungan keluarga yang sehat juga diperlukan agar anak memiliki daya tahan terhadap pengaruh negatif.

Baca Juga :  Boy Sangadji : HUT ke- 61 Partai Golkar Bangkitian Semangat Juang dan Soliditas

Melalui pendekatan tersebut, anak diharapkan mampu mengembangkan pola pikir kritis, membangun kepercayaan diri, serta menghargai perbedaan di tengah keberagaman masyarakat.

FKPT Maluku juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan lingkungan pendidikan. Orang tua, guru BK, dan komite sekolah dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam mengawasi perkembangan anak, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan ruang tumbuh yang aman.

Kolaborasi itu semakin relevan di tengah derasnya arus informasi digital yang memungkinkan anak terpapar berbagai konten tanpa pendampingan memadai. Karena itu, pemahaman mengenai kondisi psikologis anak dan kemampuan berkomunikasi secara empatik menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan sejak dini.

“Ketika keluarga kita tangguh, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang utuh—generasi yang cerdas, berkarakter, mencintai kedamaian, dan bangga akan keutuhan bangsa,” ujar Ruslan.

Pada akhir sambutannya, Ruslan menyampaikan apresiasi kepada BNPT, para narasumber, guru, orang tua, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia berharap penguatan ketahanan psikologis keluarga dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di Maluku, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan zaman.

Melalui kegiatan ini, FKPT Maluku mendorong agar pencegahan radikalisme dan terorisme tidak hanya dipahami sebagai persoalan keamanan, tetapi juga sebagai upaya membangun ketahanan individu melalui keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, serta nilai-nilai kebangsaan.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Masyarakat Padati Pangan Murah Pemkot Ambon
Kebakaran Capai 157 Kejadian Sepanjang 2026, Wali Kota Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
Manuhutu Mohon Doa dan Dukungan Seluruh Anak Negeri Leawaka, Melalui Mubes IV PUSAKA Haria Mendatang
Hadapi Efisiensi, Walikota : Media Tetap Menjadi Garda Utama Eksis Pemerintah
Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Ambon Gelar GPM Jaga Stabilitas Harga
Walikota Minta Camat Se-Kota Ambon Buat Sayembara Terbuka, Menemukan Pelaku Pembakaran Hutan
Bodewin Wattimena Ingatkan ASN Jangan Korbankan Nama Baik Pemkot Ambon Demi Kepentingan
Lisa Wattimena Dorong Penguatan Peran PKK dan Kepedulian Keluarga

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Antusias Masyarakat Padati Pangan Murah Pemkot Ambon

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:57 WIT

Kebakaran Capai 157 Kejadian Sepanjang 2026, Wali Kota Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Manuhutu Mohon Doa dan Dukungan Seluruh Anak Negeri Leawaka, Melalui Mubes IV PUSAKA Haria Mendatang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:36 WIT

Hadapi Efisiensi, Walikota : Media Tetap Menjadi Garda Utama Eksis Pemerintah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:31 WIT

Cegah Paparan Paham Radikal pada Anak, FKPT Maluku Dorong Ketahanan Psikologis Keluarga

Berita Terbaru

AMBON

Antusias Masyarakat Padati Pangan Murah Pemkot Ambon

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:26 WIT