Evaluasi PAD Berbasis Fakta, Disperindag Maluku Dinilai Ikuti Arah Kebijakan Gubernur

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com, Ambon; Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Provinsi Maluku memaparkan kondisi riil Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi PAD Triwulan IV Tahun Anggaran 2025, sekaligus penyampaian target retribusi Tahun 2026.

Kepala Dinas Indag Maluku, Dr. Achmad Jaise Ely menegaskan bahwa evaluasi PAD harus berbasis fakta di lapangan, bukan sekadar angka administratif yang terlihat baik.

“Kalau kita tidak jujur melihat kondisi riil PAD, maka kita akan terlambat melakukan pembenahan. Evaluasi harus dimulai dari fakta, bukan sekadar angka yang menyenangkan,” ujarnya dalam agenda evaluasi pekan kemarin di kantor Gubernur Maluku.

Dalam pemaparannya, Ely secara terbuka menyoroti sejumlah persoalan, di antaranya potensi kebocoran, lemahnya pengawasan, serta belum optimalnya sektor perdagangan dalam mendorong PAD daerah.

Ia menekankan, ke depan fokus kerja tidak hanya pada capaian administratif, tetapi pada perbaikan sistem yang berkelanjutan.

“Kita tidak boleh bekerja hanya untuk terlihat baik di atas kertas. Yang kita kejar adalah perbaikan sistem agar ke depan lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur , yang menekankan tata kelola pemerintahan transparan, akuntabel, dan berbasis sistem.

Baca Juga :  Isu Musda IMM Seret Wattimena, DPD KNPI: Wali Kota Ambon Tokoh Netral - Dekat dengan Pemuda

Penilaian itu disampaikan melalui Wakil Ketua Bidang Pengelolaan Opini Publik, Fahrul Kaisuku.

Ia menyebut keterbukaan dalam evaluasi PAD merupakan langkah penting dalam menjaga arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kami melihat ada keberanian untuk menyampaikan kondisi riil PAD. Ini penting agar pembenahan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Menurut Fahrul, pendekatan berbasis fakta juga mendukung upaya perbaikan tata kelola, khususnya dalam mendorong optimalisasi sektor perdagangan sebagai salah satu sumber PAD.

Ia menambahkan, transparansi dan evaluasi dini menjadi fondasi dalam membangun sistem birokrasi yang lebih efektif dan responsif terhadap tantangan di lapangan.***

Berita Terkait

Pertikaian Patahuwe-Lisabata Pecah Setelah Insiden Kebakaran Kebun, Polisi Siagakan Personel
Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing
224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi
Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi
Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong
Masih Momentum Haornas, Kodam Pattimura-Korem Binaiya dan ORADO Perkuat Sinergi Olahraga di Ambon
Masyarakat Negeri Buano Tagi Janji Politik Gubernur Terkait Pembuatan Puskesmas Rawat Inap
Pangdam Tutup Dikmata TNI AD 2026, Danrem 151/Binaiya Ikut Saksikan Penyumpahan Prajurit Baru

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:23 WIT

Pertikaian Patahuwe-Lisabata Pecah Setelah Insiden Kebakaran Kebun, Polisi Siagakan Personel

Jumat, 11 September 2026 - 13:40 WIT

Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing

Jumat, 11 September 2026 - 13:09 WIT

224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi

Jumat, 11 September 2026 - 10:24 WIT

Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi

Jumat, 11 September 2026 - 10:18 WIT

Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong

Berita Terbaru