Perkim Ambon Pastikan Rumah Warga Hunuth Terdampak Konflik Rampung Tahun Ini

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 17:38 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com : AMBON,- Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Ambon, Ivonny Latuputti, memberikan klarifikasi resmi terkait progres pembangunan rumah warga Hunuth yang terdampak konflik pada 19 Agustus 2025. Penjelasan tersebut disampaikan menyusul keluhan sejumlah warga yang menilai pekerjaan belum sepenuhnya rampung.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (02/03/2026), Ivonny menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menuntaskan seluruh pembangunan sesuai mekanisme dan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, dua hari setelah peristiwa terjadi, Pemkot Ambon langsung membentuk Tim Penanggulangan Bencana melalui surat keputusan resmi. Tim tersebut melibatkan Sekretaris Kota, Dinas Perkim, Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, serta Badan Keuangan Daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak awal pemerintah bergerak cepat. Walaupun saat itu anggaran perubahan sudah selesai, tetap diupayakan solusi agar pembangunan rumah warga bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Berdasarkan data pemerintah, sebanyak 15 rumah mengalami rusak berat dan 27 rumah rusak ringan akibat konflik tersebut. Dari 15 rumah rusak berat, lima unit dibangun ulang karena mengalami kerusakan total, sementara 10 unit lainnya direhabilitasi berat. Untuk kategori rusak ringan, perbaikan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga :  Internet Lumpuh, DPRD SBB Minta Polres Beri Layanan SKCK Manual untuk Peserta PPPK

Pendanaan pembangunan bersumber dari sejumlah pihak, yakni bantuan Pemerintah Provinsi Maluku sebesar Rp1 miliar, Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kota Ambon sekitar Rp600 juta, serta donasi masyarakat kurang lebih Rp670 juta.

Ivonny menjelaskan, 15 rumah rusak berat telah diselesaikan pada Desember 2025 sehingga warga dapat kembali menempatinya sebelum perayaan Natal. Sementara rehabilitasi rumah rusak ringan kini memasuki tahap akhir.

“Tinggal dua rumah yang akan kami kerjakan tahun ini. Bukan karena keterlambatan, tetapi ada permintaan warga untuk penyesuaian pembiayaan pada item pekerjaan lain dengan jumlah anggaran yang sama,” jelasnya.

Pada tahap awal, enam rumah dikerjakan melalui mekanisme karya bakti bersama TNI untuk mempercepat proses sekaligus menjaga situasi tetap kondusif. Selanjutnya, pengerjaan dilakukan oleh pihak ketiga sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku.

Ia menambahkan, bantuan pembangunan mengikuti standar rumah penanganan bencana yang bersifat fungsional, dengan nominal rehabilitasi rumah tidak layak huni umumnya sebesar Rp20 juta. Namun, atas kebijakan Wali Kota Ambon, rumah-rumah tersebut dibangun mendekati kondisi awal sebelum terbakar dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan.

Baca Juga :  Diskominfosandi Ambon Dukung Sound of Green untuk Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Terkait masukan warga soal spesifikasi material dan detail pekerjaan, Ivonny menegaskan bahwa tambahan di luar standar merupakan inisiatif pribadi warga. Ia juga mengakui adanya dinamika koordinasi di lapangan, namun memastikan sosialisasi telah dilakukan beberapa kali, termasuk pertemuan di Gereja Imanuel Hunuth sebelum pekerjaan dimulai.

“Kami tetap terbuka terhadap masukan warga. Jika masih ada kekurangan, akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan tahapan anggaran,” tegasnya.

Ia memastikan dua rumah rusak ringan yang belum diperbaiki akan diselesaikan tahun ini. Pemerintah, kata dia, telah berkoordinasi dengan keluarga terdampak dan memberikan penjelasan terkait proses penganggaran.

Lebih lanjut, Ivonny menyebut proses penganggaran telah dilaporkan dan diperiksa oleh BPK, dengan hasil tidak ditemukan kendala dalam prosedur yang dijalankan.

“Pada prinsipnya kami berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan pembangunan secara bertahap dan berkeadilan,” pungkasnya.

Proses pemulihan di Hunuth menjadi ujian penting sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kembali kepercayaan, sekaligus memastikan kebijakan penanganan bencana benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga terdampak. (Oliv)

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Mulai Jam Layanan Biosolar Lebih Pagi di Kota Ambon
Pelantikan PD PERSIS SBB Jadi Momentum Perkuat Dakwah dan Kemandirian Organisasi
Maluku Jadi Pilot Project Perumahan Subsidi & Lonjakan Bedah Rumah 2026
Bazar Murah HUT ke-81 TNI Digelar di Lapangan Merdeka, Korem 151/Binaiya Ajak Warga Ambon Datang
Maluku Raih Penghargaan Terbaik I Akses Pendidikan, Kemendagri Beri Stimulan Rp2 Miliar
Dari HUT TNI ke Pembinaan Atlet, Piala Panglima TNI Cup 2026 Digelar di Ambon
Kemarau Panjang Melanda, Pangdam Pattimura Pimpin Doa Bersama Lintas Agama di Ambon
Pangdam Buka Open Turnamen Tenis Piala Panglima TNI Cup 2026 Menuju HUT ke-81

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 09:07 WIT

Pertamina Patra Niaga Mulai Jam Layanan Biosolar Lebih Pagi di Kota Ambon

Sabtu, 19 September 2026 - 22:53 WIT

Pelantikan PD PERSIS SBB Jadi Momentum Perkuat Dakwah dan Kemandirian Organisasi

Sabtu, 19 September 2026 - 12:32 WIT

Maluku Jadi Pilot Project Perumahan Subsidi & Lonjakan Bedah Rumah 2026

Jumat, 18 September 2026 - 18:32 WIT

Maluku Raih Penghargaan Terbaik I Akses Pendidikan, Kemendagri Beri Stimulan Rp2 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 17:43 WIT

Dari HUT TNI ke Pembinaan Atlet, Piala Panglima TNI Cup 2026 Digelar di Ambon

Berita Terbaru

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur, Abdon Kasimdu saat ditangkap di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan pada hari Sabtu, 19 September 2026.

Regional

TNI Tangkap Wakil Komandan Batalyon OPM di Yahukimo

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:17 WIT