- Konsolidasi Tuntas – Sembilan DPC Menyatu. Restu Ketum Oso Mantapkan Langkah Orno Pimpin Hanura Maluku
Jakarta, GardaMaluku.com– Konsolidasi politik Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Maluku telah final. Sembilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se-Maluku resmi menyatakan sikap bulat mendukung Barnabas N. Orno sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Maluku periode 2025–2030.
Pernyataan dukungan ini mengemuka usai pertemuan di lantai 18, Kantor DPP Hanura, Jalan Mabes Hankam Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/9/2025).
Pertemuan strategis tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang (Oso), yang memberikan arahan konsolidasi menyeluruh bagi kepengurusan di Maluku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut mendampingi Ketum Oso antara lain Sekjen DPP Benny Ramdhany, Waketum OKK Ahmad Muqowam, Waketum Imam Anshori Saleh, mantan Plt. Ketua DPD Maluku sekaligus Waketum Agreria Lili Pintauli Siregar, Wasekjen Servasius Manek, Wasekjen Ilona Irena Gutandjala, serta Korwil Maluku-Maluku Utara Samuel Hehakaya.
Hadir pula mendampingi jajaran sembilan DPC, Barnabas N. Orno sebagai ketua terpilih, serta Erick Angky—salah satu calon ketua DPD pada Musda IV Hanura Maluku, 30 Agustus lalu.
Kepada wartawan, Erick Angky menegaskan bahwa arahan Oso menjadi titik balik persatuan Hanura Maluku.
“Hari ini, saya bersama sembilan DPC hadir mendengarkan langsung wejangan dan arahan Ketum. Dari sana, dengan penuh keyakinan kami sepakat memberikan dukungan kepada Pak Abas Orno sebagai Ketua DPD Maluku,” ujarnya.
Erick menambahkan, keputusan ini lahir dari penghormatan terhadap sikap bijak Ketua Umum.
“Bapak Ketum adalah figur ayah bagi kami semua. Karena itu, mulai hari ini tidak ada lagi dinamika internal di Hanura Maluku. Semua DPC sepenuhnya terkonsolidasi di bawah kepemimpinan Barnabas N. Orno,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Hendrik Huserin, Ketua DPC KKT yang mewakili sembilan DPC lainnya. Menurutnya, arahan Oso menutup seluruh perbedaan.
“Arahan Bapak Ketum sudah sangat jelas. Kami menyatu dengan Pak Abas. Tidak ada lagi perbedaan pandangan. Semua bergerak satu komando,” ungkapnya.
Hendrik juga menyoroti perhatian khusus Oso terhadap Maluku. Jika provinsi lain hanya diberi tenggat empat hingga enam bulan untuk konsolidasi, maka Hanura Maluku mendapat waktu hingga sepuluh bulan.
“Itu bukti perhatian Bapak Ketum kepada Maluku. Beliau sudah lama menjadi bapak bagi perjuangan kami,” tambahnya.***


















