KPU Maluku Gelar Focus Group Discussion Evaluasi Pemilihan 2024

- Redaksi

Selasa, 25 Februari 2025 - 22:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, GardaMaluku.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari penyusunan laporan evaluasi Pemilihan Tahun 2024.

Agenda ini berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon pada Selasa (25/2/2025) malam dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pemilihan 2024, termasuk perwakilan KPUD 11 kabupaten/kota di Maluku.

FGD bertujuan untuk mengevaluasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KPU Provinsi Maluku, M. Shaddek Fuad, membuka acara ini secara virtual melalui video konferensi Zoom.

Dalam sambutannya, yang diwakili oleh Ketua Divisi Informasi dan Data KPU Maluku, Engelbertus Dumatubun, ia menekankan bahwa evaluasi merupakan tahapan krusial dalam memastikan perbaikan penyelenggaraan pemilihan di masa mendatang.

Evaluasi sebagai Bagian Penting dalam Pemilu

Dalam sambutannya, Engelbertus Dumatubun menyampaikan bahwa proses evaluasi pemilihan tidak dapat dipandang sebelah mata. Ia menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian integral dari siklus pemilu yang harus dilakukan secara menyeluruh dan objektif.

“Evaluasi pemilihan ini sangat penting untuk dilakukan bersama sebagai bagian dari seluruh rangkaian proses, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap evaluasi ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Hitungan "Head to Head" Umar Lessy Unggul Atau Boy Sangadji

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang refleksi atas pelaksanaan pemilihan sebelumnya, tetapi juga sebagai sarana untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi serta mencari solusi guna meningkatkan kualitas pemilu di masa mendatang.

Harapan terhadap Hasil FGD

Melalui FGD ini, KPU Maluku berharap dapat menghasilkan laporan evaluasi yang komprehensif dan berbobot. Laporan ini nantinya akan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan dan strategi untuk penyelenggaraan pemilihan yang lebih baik di masa depan.

“Sehingga nantinya akan menjadi pedoman dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilihan di masa depan, khususnya di Maluku,” tambah Engelbertus.

Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan dan rekomendasi berdasarkan pengalaman mereka dalam proses pemilihan sebelumnya.

Dengan melibatkan berbagai elemen, KPU Maluku ingin memastikan bahwa evaluasi yang dilakukan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Partisipasi Berbagai Pihak

FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari KPU kabupaten/kota di Maluku, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta pihak-pihak lain yang berperan dalam penyelenggaraan pemilu.

Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam mengevaluasi proses pemilihan yang telah berlangsung.

Baca Juga :  Sekjen DPP Hadiri Halal Bihalal NasDem Maluku

Para peserta berdiskusi mengenai berbagai aspek pemilihan, mulai dari kesiapan logistik, penyelenggaraan kampanye, proses pemungutan dan penghitungan suara, hingga manajemen konflik dan pengawasan.

Beberapa tantangan utama yang menjadi perhatian dalam diskusi ini antara lain partisipasi pemilih, transparansi dalam proses rekapitulasi suara, serta penggunaan teknologi dalam pemilu.

Apresiasi dan Harapan ke Depan

Di akhir sambutannya, Ketua KPU Maluku mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi ini.

“Terima kasih kepada semuanya yang telah hadir. Semoga kegiatan evaluasi ini berjalan dengan sukses,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya FGD ini, KPU Maluku berharap dapat merumuskan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu ke depan.

Evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data diharapkan dapat memperbaiki berbagai aspek teknis maupun kebijakan, sehingga pemilihan berikutnya dapat berjalan lebih transparan, efektif, dan demokratis.

Selain itu, hasil dari evaluasi ini juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan regulasi dan kebijakan pemilu di tingkat nasional.

Diharapkan pemilu di Indonesia, khususnya di Maluku, dapat terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu, mencerminkan semangat demokrasi yang lebih inklusif dan akuntabel.***

Berita Terkait

Tegas dan Terarah, RBPL HIPMI Maluku Mandatkan Ketum Tentukan Rekomendasi Munas
Wattimena : Adipura Bukan Fokus Utama 
Kodam XV Terkesan Abaikan Tanggungjawab Korban Lakalantas Truck TNI
Evaluasi PAD Berbasis Fakta, Disperindag Maluku Dinilai Ikuti Arah Kebijakan Gubernur
RDP Disperindag dan DPRD Maluku Sepakati Penguatan Penataan Pasar Mardika Berbasis Data Akurat
Antara Kewenangan dan Kepentingan, Ampera Maluku Uji Komitmen DPRD SBB Awasi Tambang
Gerakan “Bersih-Bersih” Didorong, KNPI SBB Minta Bupati Asri Tegas Soal Aset Daerah
Pengurus Dekranasda SBB Dikukuhkan, Kolaborasi Jadi Kunci Kembangkan Produk Daerah

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIT

Tegas dan Terarah, RBPL HIPMI Maluku Mandatkan Ketum Tentukan Rekomendasi Munas

Rabu, 15 April 2026 - 16:32 WIT

Wattimena : Adipura Bukan Fokus Utama 

Rabu, 15 April 2026 - 16:28 WIT

Kodam XV Terkesan Abaikan Tanggungjawab Korban Lakalantas Truck TNI

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIT

Evaluasi PAD Berbasis Fakta, Disperindag Maluku Dinilai Ikuti Arah Kebijakan Gubernur

Senin, 13 April 2026 - 20:10 WIT

RDP Disperindag dan DPRD Maluku Sepakati Penguatan Penataan Pasar Mardika Berbasis Data Akurat

Berita Terbaru

AMBON

Richard Luhukay Masuk Bursa Calon Sekot 

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:46 WIT

AMBON

Wattimena : Adipura Bukan Fokus Utama 

Rabu, 15 Apr 2026 - 16:32 WIT