Satu Atap Empat Agama: Belajar Toleransi dari Masyarakat Yalahatan

- Redaksi

Minggu, 6 Juli 2025 - 11:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, GardaMaluku.com– Di tengah isu global yang kerap memanas akibat konflik berbasis agama, sebuah dusun kecil di jantung Maluku justru menunjukkan jalan lain – jalan damai, toleransi, dan saling menghormati dalam keberagaman.

Dusun Yalahatan, bagian dari Negeri Tamilouw, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi cermin bagaimana kerukunan antarumat beragama bukan hanya mungkin, tetapi nyata dan hidup dalam keseharian masyarakat.

Di dusun ini, pemeluk Islam, Katolik, Kristen Protestan, dan Hindu lokal (agama adat) hidup berdampingan, bahkan dalam satu rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa keluarga di Yalahatan terdiri dari anggota dengan keyakinan yang berbeda, namun tetap bersatu dalam ikatan keluarga dan sosial yang kuat. Sebuah praktik toleransi yang tidak dibuat-buat, melainkan lahir dari budaya saling menerima dan menghormati.

Kisah ini ditulis dengan penuh empati dan ketelitian oleh Muhamad Nasir Pariusamahu, M.Pd., seorang guru, penulis, dan aktivis literasi yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Literasi di DPD KNPI Provinsi Maluku.

Lewat bukunya yang berjudul “Satu Atap Empat Agama; Belajar Toleransi dan Perdamaian dari Masyarakat Yalahatan”, Nasir mengajak pembaca untuk menengok cara hidup damai yang sudah lama dipraktikkan masyarakat lokal, jauh dari hiruk pikuk konflik yang kerap menghiasi berita nasional dan internasional.

Baca Juga :  Program NGOPI IAKN Ambon Gandeng RRI Pro 2 Dalam Street Session Perdana di Maluku

Dalam buku ini, Nasir tidak sendiri, bersama rekannya Syamsuar Hamka, mengisahkan realitas sosial di Yalahatan, tetapi juga menyelipkan analisis mengenai bagaimana nilai-nilai budaya dan kearifan lokal menjadi fondasi kuat bagi terciptanya kerukunan tersebut.

Mereka mengangkat pentingnya pendekatan berbasis budaya dan agama dalam memperkuat solidaritas masyarakat, serta menjadikan literasi sebagai jembatan antarperbedaan.

Menurut Nasir, toleransi bukan hadir dari kehampaan, melainkan dibentuk dan dijaga oleh nilai-nilai sosial yang tumbuh dari generasi ke generasi.

Sebagai seorang yang telah aktif lebih dari satu dekade dalam dunia pendidikan dan literasi, Nasir dikenal luas di Maluku sebagai penggagas gerakan “Satu Guru Satu Tulisan” dan “Satu Siswa Satu Tulisan”.

Ia juga menjadi narasumber di berbagai forum kependidikan dan keagamaan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga :  UM Maluku Luluskan Angkatan Perdana, Gubernur Dorong Peran Strategis Alumni untuk Daerah

Atas kontribusinya, ia telah menerima sejumlah penghargaan dari Kementerian Agama RI dan aktif di DPP PGM Indonesia.

Nasir juga terlibat dalam penulisan buku kolaboratif berskala nasional, ASEAN Episentrum Pertumbuhan Dunia, bersama ratusan penulis lainnya dari seluruh Indonesia.

Penulisan Satu Atap Empat Agama merupakan bagian dari keikutsertaan Nasir dalam lomba penulisan yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam prosesnya, ia mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan lembaga, serta diterima dengan hangat oleh masyarakat Yalahatan yang bersedia membagikan kisah hidup mereka dengan penuh kejujuran dan keterbukaan.

Melalui buku ini, Nasir ingin menyampaikan bahwa kedamaian dan toleransi bukanlah mimpi yang terlalu jauh.

Ia dapat tumbuh, berkembang, dan diwariskan—asal ada kemauan untuk mengenali nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat kita sendiri.

Yalahatan membuktikan bahwa Indonesia memiliki teladan hidup dalam hal kerukunan. Sebuah dusun kecil di Maluku telah memberi pelajaran besar bagi dunia.

Karya inspiratif sarat edukasi ini dapat dibaca via online melalui link : https://simbi.kemenag.go.id/eliterasi/portal-web/buku-digital/satu-atap-empat-agama-belajar-toleransi-dari-masyarakat-yalahatan-6854e0a33e0cf ***

Berita Terkait

FISK IAKN Ambon Jadikan Hari Anak Nasional Momentum Membangun Generasi Emas di Negeri Ema
Bupati Maluku Tenggara Hadiri Musda KNPI, Tegaskan Dukungan terhadap Persatuan dan Peran Pemuda
PKM IAKN Ambon di Tulehu Perkuat Tata Kelola Desa Digital dan Kesadaran Lingkungan
KNPI SBB Apresiasi Kreativitas Pemuda, Tiga Maskot Terbaik Musda V 2026 Terpilih
Alga Hijau Dictyosphaeria versluysii dan Ekonomi Biru Berbasis Kearifan Lokal
OBS Ambon Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Prestasi Generasi Muda
Bangun Kesadaran Inklusif, IAKN Ambon Gelar Seminar Literasi dan Moderasi Beragama
Tepat Momentum Hardiknas, KNPI SBB Dorong PMI Jadi Ruang Tumbuh Semangat Kemanusiaan Pemuda

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:05 WIT

FISK IAKN Ambon Jadikan Hari Anak Nasional Momentum Membangun Generasi Emas di Negeri Ema

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:18 WIT

Bupati Maluku Tenggara Hadiri Musda KNPI, Tegaskan Dukungan terhadap Persatuan dan Peran Pemuda

Senin, 15 Juni 2026 - 15:03 WIT

PKM IAKN Ambon di Tulehu Perkuat Tata Kelola Desa Digital dan Kesadaran Lingkungan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:30 WIT

KNPI SBB Apresiasi Kreativitas Pemuda, Tiga Maskot Terbaik Musda V 2026 Terpilih

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:39 WIT

Alga Hijau Dictyosphaeria versluysii dan Ekonomi Biru Berbasis Kearifan Lokal

Berita Terbaru