“Tau Tanam, Tau Rawat” Gadihu Sepanjang Jalan Transit Passo Mati Kering

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:21 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com, Ambon : “Tau tanam, Tau Rawat” merupakan frasa dalam bahasa melayu dan juga sering digunakan dalam bahasa lokal daerah di Kota Ambon untuk menjaga suatu yang sedang dipelihara atau di jaga, diiringi komitmen sampai tumbuh dan membawakan hasil.

Tanaman Gadihu merupakan tanaman lokal atau tanaman hias berdaun indah yang sering dipakai untuk penghijauan.

Dalam rangka Semarak Kota Ambon, Pemerintah kota Ambon serta jajaran lainnya pada 24 Juli 2026 lalu melakukan Aksi Gerakan Tanam Gadihu (Gertag), dengan menanam 5.000 tanaman Gadihu di Kota Ambon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada beberapa titik yang melangsungkan aksi penanaman tanaman Gadihu pada waktu itu, yakni Taman Kota, Lapangan Merdeka, Pattimura Park, kawasan plaza, Air Salobar, Transit Passo, dan Ambon City Of Music – Hatiwe Besar.

Baca Juga :  NGOPI, Ruang Gerakan Intelektual Mahasiswa IAKN

Namun rata-rata tanaman tersebut mati kering karena tidak ada yang merawat. akibat cuaca yang panas mengakibatkan layu dan mati. Hal ini menurut pantauan media ini di Transit Passo, Ambon.

Ditargetkan area publik dapat terlihat hijau dan cantik, justru malah sebaliknya.

Seperti yang terjadi di khawasan transit Passo, kecamatan baguala, Ambon. Menurut pantauan media ini, ketika melewati khawasan tersebut, pada titik penanaman Gadihu semuanya terlihat kering dan membuat tidak enak di pandang.

Baca Juga :  Masih Momentum Haornas, Kodam Pattimura-Korem Binaiya dan ORADO Perkuat Sinergi Olahraga di Ambon

Sepanjang jalan tersebut semua mata yang melintah disuguhkan dengan pandangan tanaman mati akibat paparan sinar matahari.

Pekan lalu Walikota Ambon, Bodewin Wattimena berharap agar seluruh pohon yang ditanam dan dapat dipelihara bersama entah itu dari Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), tetapi juga masyarakat.

Pencapaian Ambon hijau, bersih, asri dan nyaman, berubah menjadi tanaman layu yang tidak enak di pandang sepanjang jalan. Keinginan warna-warni setiap jalan pun di ubah menjadi coklat keemasan. (*)

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath
Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health
Kota Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran
Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon
RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya
Berdiri Dua Jam di Hercules ke Meja Komitmen, Bupati SBT Kejar Tuntaskan RDTR

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIT

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:33 WIT

Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIT

Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:27 WIT

Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon

Berita Terbaru