GardaMaluku.com : AMBON,- Bimbingan Karier merupakan salah satu program Fakultas Sosial dan Ilmu Keagamaan (FSIK) Institusi Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, adalah modal berharga bagi mahasiswa ketika nantinya akan berhadapan dengan dunia kerja.
Demikian pernyataan ini disampaikan, Rektor IAKN yang diwakili Dekan FSIK, Febby N. Patty, D.Th, M.Th saat membuka Bimbingan Karier bagi mahasiswa Kamis, (27/11/2025) yang berlangsung di lantai dua Kampus FSIK.
Lewat kegiatan Bimbingan Karier dibawa Tema “Strategi Navigasi Karier di Era Multi – Ketrampilan” Febby Patty menegaskan kegiatan dimaksud merupakan modal besar bagi mahasiswa peserta yang sudah terleseksi dari setiap program studi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut saya tema ini sangat menarik, karena sangat relevan, saat ini kita berhadapan dengan tantangan teknologi digital yang semakin kuat, semua sekarang bisa diakses dengan mudah,” tandas dia.
Perkembangan teknologi, ucapnya lanjut, bisa membawa dampak kehidupan manusia. Kita juga berhadapan dengan kondisi untuk mendapatkan peluang – peluang kerja diberbagai lini.
“Orang akan melakukan kontak fisik, dia harus bersaing, harus punya skill, punya ketrampilan untuk bisa terserap didalam dunia kerja,” cetusnya.
Baginya, kegiatan Bimbingan Karier sebagai salah satu instrumen untuk memberi edukasi, menambah wawaasan, tetapi juga berbagi pengalaman – pengalaman kerja, pengalaman praktisi dari nara sumber.
“Nara sumber kali ini memiliki banyak sekali kepakaran dan sangat profesional dilihat dari beberapa dimensi atau aspek. Dari bidang pariwisata, ekonomi management, komunikasi serta seni dan budaya,” ulas Dekan FSIK ini.
Nara sumber memberi nuansa yang segar bagi mahasiswa, menambah pengetahuan tetapi juga pengalaman di dunia kerja.
Baginya, lewat nara sumber mahasiswa bisa menambah soskill lewat nilai- nilai apa saja yang diperlukan, untuk menciptakan strategi-strategi navigasi karya apa saja yang harus dimiliki mhasiswa ketika berhadapan dengan dunia kerja.
Untuk diketahui, kegiatan Bimbingan Karier kali ini, menghadirkan empat nara sumber, yakni Revalino B Nepa dari Bidang Pariwisata, Astrier J Nahumury. S. Kok., M. Kom dari Bidang Komunikasi, Mirsa D. Pelupessy,SE.,MM dari Bidang Ekonomi Management dan Drs. Samuel A. Toisutta dari Bidang Seni dan Budaya. (Atick)


















