GardaMaluku.com : AMBON, – Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlalon harus menginap di “Hotel Prodeo” (RUTAN Kelas II. A Ambon) setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Fatlalon terlihat mendatangi Kantor Kejati Maluku didampingi Kuasa Hukum, Oriana Eikel. S. H, M. H sejak pukul 13.30 WIT .
Penahanan Fatlalon (PF) setelah menjalani pemeriksaan, Kamis (20/11/2025) di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, sejak pukul 14.00 WIT dan dijemput menggunakan mobil tahanan sekitar pukul 21.00 WIT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fatlalon menjadi tersangka terkait dengan dugaan Penyalahgunaan Keuangan Negara Penyertaan Dana Modal kepada PT Tanimbar Energi yang bersumber dari Tahun Angaran 2020- 2022
Penahanan PF dikarenakan perannya sebagai Pemegang Saham pada PT. Tanimbar Energi akibatnya timbul kerugian negara sebesar Rp. 6.251.566.000 dengan rincian Rp. 1.500.000.000,- (tahun 2020), Rp. 3.751.566.000,- (tahun 2021), dan Rp.1.000.000.000,- (tahun 2022). Seluruh pencairan tersebut ditetapkan dalam APBD dan dilakukan oleh BPKAD Kabupaten Kepulauan Tanimbar berdasarkan persetujuan tertulis dari “PF”.

Ditempat yang sama, Kasi Intel Kejari KKT, Garuda Cakti Vita Tama saat memberikan keterangan pers menjelaskan, lenetapan “PF” sebagai tersangka dilakukan setelah Tim Penyidik memastikan terpenuhinya dua alat bukti yang sah melalui pemeriksaan 57 saksi, analisis terhadap 98 dokumen dan data terkait, penyitaan barang bukti elektronik, serta pendalaman keterangan ahli pidana, ahli tata kelola pemerintahan, ahli keuangan daerah, dan ahli penghitungan kerugian keuangan negara.
Lebih lanjut, Kasi Intel menyampaikan beberapa fakta penyidikan yang menunjukan bahwa rangkaian penganggaran dan pencairan dana penyertaan modal kepada PT Tanimbar Energi berlangsung sepenuhnya di bawah kendali dan persetujuan Tersangka “PF”, yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati sekaligus RUPS/Pemegang Saham PT Tanimbar Energi.
“Dengan kewenangan Tersangka “PF” yang saat itu menjabat sebagai Bupati sekaligus RUPS/Pemegang Saham PT Tanimbar Energi, maka setiap permohonan pencairan dana dari PT Tanimbar Energi hanya dapat diproses setelah adanya instruksi dan disposisi langsung dari Tersangka,” pungkasnya.
Selain “PF”, dalam kasus korupsi PT Tanimbar Energi ini, Penyidik lebih dulu telah menetapkan 2 (dua) orang tersangka, Ir.Johanna Joice Julia. Lololuan, selaku Direktur Utama dan Karel F.G.B. Lusnanera selaku Direktur Keuangan pada PT Tanimbar Energi pada Tahun Anggaran 2020 hingga 2022.
“Kedua tersangka hari ini sudah dilakukan proses penyerahan tersangka bersama barang bukti telah dilakukan penahanan di RUTAN Kelas III. A Saumlaki, sementara PF malam ini ditahan di RUTAN Kelas II. A Ambon, ” ucap Garuda.
Lebih lanjut ditegaskan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang kini dipimpin oleh Adi Imanuel Palebangan, S.H., M.H, semakin menunjukan konsistennya dalam menegakkan hukum secara tegas, profesional, dan tanpa membeda-bedakan kedudukan siapapun. Langkah hukum ini menunjukkan bahwa penegakan hukum dilakukan berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.(Atick.T)


















