GardaMaluku.com, Ambon– Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) resmi membuka saembara desain maskot Musyawarah Daerah (Musda) KNPI ke-V sebagai ruang kreativitas bagi generasi muda daerah.
Pembukaan saembara diumumkan Ketua Karateker DPD KNPI SBB, Muhammad Fahrul Kaisuku, dalam konferensi pers di Seram Bagian Barat, Sabtu (9/5).
Fahrul mengatakan, saembara tersebut tidak hanya bertujuan mencari maskot Musda, tetapi juga menghadirkan simbol pemuda progresif yang merepresentasikan semangat perubahan, kreativitas, dan identitas budaya daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui saembara ini, kami ingin menghadirkan simbol pemuda Saka Mese Nusa yang kreatif, progresif, dan memiliki semangat membangun daerah. Ini bukan sekadar lomba desain, tetapi bagian dari gerakan membangkitkan partisipasi pemuda,” kata Fahrul.
Musda KNPI ke-V mengusung tema “Pemuda Saka Mese Nusa Pilar Kemajuan Daerah” yang diharapkan mampu menggambarkan semangat persatuan dan peran strategis pemuda dalam pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat.
Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp3 juta bagi peserta dengan karya terbaik.
Saembara tersebut terbuka bagi pemuda, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum, dengan prioritas peserta berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat.
Panitia menetapkan sejumlah persyaratan, di antaranya karya wajib orisinal, belum pernah diikutsertakan dalam lomba lain, serta harus mencerminkan nilai budaya, semangat kepemudaan, persatuan, dan identitas Saka Mese Nusa.
Selain itu, desain maskot tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, maupun politik praktis. Setiap peserta diperbolehkan mengirim maksimal dua karya dalam format JPG, PNG, atau PDF dengan resolusi baik serta dilengkapi penjelasan filosofi singkat.
Pengiriman karya dibuka sejak pengumuman diterbitkan dan akan ditutup pada 25 Mei 2026 melalui email resmi panitia.
DPD KNPI SBB berharap saembara tersebut dapat melahirkan maskot yang tidak hanya menjadi identitas Musda KNPI ke-V, tetapi juga menjadi representasi semangat baru pemuda Seram Bagian Barat yang inovatif dan berdaya saing.
“Pemuda harus tampil sebagai kekuatan perubahan. Kami ingin karya yang lahir dari saembara ini menjadi simbol optimisme dan kemajuan daerah,” ujar Fahrul.***


















