Gunung Botak Bukan untuk Diperebutkan, Besan Ingatkan: Lindungi Warisan Kapitan Baman

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 15:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namlea, GardaMaluku.com– Pertemuan adat bertajuk Silaturahmi dan Diskusi yang digelar para kepala soa dan tokoh adat Waeapo, Selasa (16/9), kembali menegaskan bahwa Gunung Botak atau Gunung Lea Bumi merupakan warisan sah Kapitan Baman Tausia yang tidak boleh diperebutkan.

Keputusan adat itu menjadi penegasan keras bahwa hak waris Gunung Botak hanya dimiliki keturunan Kapitan Baman secara turun-temurun.

Tokoh masyarakat adat Bupolo sekaligus mantan Bupati Kabupaten Buru, Amus Besan, menegaskan peringatan ini harus dipahami semua pihak agar tidak terjadi klaim liar yang memicu konflik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gunung Botak (Lea Bumi) adalah hak waris Kapitan Baman Tausia yang tidak bisa diganggu gugat. Tidak ada satu pun kelompok atau individu di luar garis keturunan yang berhak mengklaim. Jika ada yang memaksakan, itu pelanggaran adat dan kami tidak akan diam,” tegas Besan.

Baca Juga :  Hangusnya Ekskavator PT SIM Dipertanyakan, Sampai Dimana? 

Dalam keputusan adat, masyarakat adat dari 24 suku diberi hak mencari nafkah di Gunung Botak tanpa dipungut biaya. Namun, klaim kepemilikan pribadi maupun kelompok dilarang keras.

Hasil alam Gunung Botak boleh dimanfaatkan bersama, tetapi masyarakat diwajibkan menjaga situs sakral “tapak kaki Kapitan Baman Tausia” yang dilindungi tujuh kepala soa Waelata sejak berakhirnya peperangan di Pulau Buru.

Sejumlah langkah strategis pun disepakati. Di antaranya penyampaian pemberitahuan resmi kepada pemerintah pusat dan daerah mengenai status Gunung Botak, penerbitan surat peringatan kepada pihak-pihak yang beraktivitas tanpa izin ahli waris, pemberian kuasa hukum kepada Jagalihong Law Office untuk mendampingi ahli waris Marga Baman, serta penolakan tegas terhadap seluruh bentuk klaim ilegal.

Para tetua adat juga menantang siapa pun yang masih berani mengklaim Gunung Botak untuk membuktikannya melalui sumpah adat.

Baca Juga :  IAKN Ambon Bongkar Realitas Kekerasan Seksual Dunia Kampus Lewat Ngobrol Pintar

“Kalau ada yang merasa benar, datanglah dan buktikan lewat sumpah adat di hadapan masyarakat. Jika tidak berani, berhenti membuat klaim sepihak,” tegas salah satu kepala soa.

Besan menambahkan, catatan sejarah yang kerap dijadikan alasan klaim tidak bisa dijadikan dasar kepemilikan.

Pemberian ketel Anhoni kepada Raja Kaiyeli Mansur Wael sekitar 400 tahun lalu maupun izin berburu (broho/tapa) kepada marga lain oleh generasi ke-17 Hinolong Baman, hanya berupa hak terbatas.

“Semua itu bukan pengalihan kepemilikan. Gunung Botak tetap hak waris sah Kapitan Baman Tausia yang wajib dihormati,” ujarnya.

Melalui Besan, Masyarakat adat berharap pemerintah pusat maupun daerah tidak tinggal diam, melainkan memberikan dukungan penuh untuk melindungi hak waris ini, serta menindak pihak-pihak yang mencoba mengklaim secara tidak sah.***

Berita Terkait

Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing
224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi
Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi
Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong
Masih Momentum Haornas, Kodam Pattimura-Korem Binaiya dan ORADO Perkuat Sinergi Olahraga di Ambon
Masyarakat Negeri Buano Tagi Janji Politik Gubernur Terkait Pembuatan Puskesmas Rawat Inap
Pangdam Tutup Dikmata TNI AD 2026, Danrem 151/Binaiya Ikut Saksikan Penyumpahan Prajurit Baru
Putuhena Dinilai Layak Pimpin Kemenag Seram Bagian Barat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:40 WIT

Ujung Tombak Pembangunan, Walikota Minta Lurah Perhatikan Daerah Masing-Masing

Jumat, 11 September 2026 - 13:09 WIT

224 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Wali Kota Ambon Tekankan Kinerja Sesuai Tupoksi

Jumat, 11 September 2026 - 10:24 WIT

Memperingati HUT Ke 37, SD Negeri 75 Passo Perkuat Kolaborasi

Jumat, 11 September 2026 - 10:18 WIT

Masjid Al’Nurul Passo Jadi Lokasi Jumat Berkah Korem 151/Binaiya, TNI dan Warga Bergotong Royong

Rabu, 9 September 2026 - 20:56 WIT

Masyarakat Negeri Buano Tagi Janji Politik Gubernur Terkait Pembuatan Puskesmas Rawat Inap

Berita Terbaru