Inpex Tak Melirik SDM Lokal, Anak Muda Tanimbar Murka 

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 13:56 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com : SAUMLAKI,- Gelombang keresahan di Bumi Duan Lolat mencapai titik didih. Kebijakan rekrutmen Inpex Masela, Ltd. yang dinilai menutup mata terhadap potensi anak muda Kepulauan Tanimbar memicu kemarahan kolektif. Puncaknya, berbagai elemen pemuda kini menyerukan aksi boikot total terhadap prosesi groundbreaking proyek LNG Abadi Blok Masela.

Kemarahan ini bukan tanpa alasan. Sejak proyek strategis nasional ini dicanangkan, harapan besar digantungkan pada pundak generasi muda lokal. Namun, realitanya justru berbanding terbalik. Inpex dinilai lebih memilih mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah ketimbang melakukan pemberdayaan dan penyerapan SDM lokal secara serius.

“Kami punya sarjana, kami punya tenaga teknis, dan kami punya kemauan. Tapi kalau pintu Inpex tertutup rapat untuk anak daerah, wajar kalau hari ini anak muda Tanimbar marah! Kami bukan sekadar pelengkap penderita di tanah sendiri,” ujar Siprianus Buarlely Sekretaris Jendral PMKRI Cabang Ambon ,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Buarlely mendukung aksi pemuda di Saumlaki, bahkan dirinya menyarankan untuk aksi tersebut bukan hanya berlangsung di Saumlaki tapi harus serempak di Ibukota Provinsi Maluku dan jga di Ibu Kota Negara, Jakarta.

hal Ini perlu dilakukan, sambungnya agar benar- benar menjadi sorotan serius Pemerintah Pusat dan INPEX.

Dia katakan, wajar jika anak muda Tanimbar marah, kekecewaan ini dianggap sebagai reaksi logis atas ketidakadilan yang dirasakan.

Proyek raksasa bernilai ratusan triliun rupiah ada di depan mata, namun akses lapangan kerja bagi putra-putri daerah masih terasa sangat diskriminatif.

Minimnya transparansi mengenai skema rekrutmen dan pelatihan bagi tenaga kerja lokal membuat publik Tanimbar merasa dikhianati oleh janji-janji kesejahteraan yang selama ini didengungkan.

Sekjen PMKRI Cabang Ambon Ini berharap seruan Boikot Groundbreaking yang dilakukan KNPI, LSM ALTAR dan FCBT Harus digaungkan Slsecara nyata, sebagai bentuk kesadaran mral anak muda Tanimbar untuk berjuang bersama.

Hingga berita ini diturunkan, tensi di Saumlaki terus meningkat dan dukungan aksi makin mengalir. (Alex.B/**)

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janji Gubernur Maluku Tak Kunjung Terbukti, Pemuda Lermatan Siap Blokir Lahan 662
HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM
Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya
Pengampunan dan Dialog, Kunci Penyelesaian Konflik Tanah Lorulun-Atubul
KNPI Maluku Apresiasi Sikap Kesatria Pangdam Pattimura Hentikan Sementara Pembangunan Waitomu
Uskup Seno Ingatkan Warga Katolik Tanimbar: Selesaikan Konflik Tanah dengan Baik, Bukan dengan Panah
Feri Bermasalah, Wandri Desak Gubernur Evaluasi Kepala Dinas Perhubungan Maluku
Libatkan 64 Tim, Turnamen Domino ORADO MBD Semarakkan Sumpah Pemuda 2026

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:11 WIT

Janji Gubernur Maluku Tak Kunjung Terbukti, Pemuda Lermatan Siap Blokir Lahan 662

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIT

HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:37 WIT

Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIT

Pengampunan dan Dialog, Kunci Penyelesaian Konflik Tanah Lorulun-Atubul

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:16 WIT

KNPI Maluku Apresiasi Sikap Kesatria Pangdam Pattimura Hentikan Sementara Pembangunan Waitomu

Berita Terbaru

AMBON

Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:32 WIT