GardaMaluku.com AMBON, – Perayaan Natala Unit II, Sektor Pison, Jemaat GPM Negeri Lama berlangsung dengan penuh kesederhanaan, namun makna kebersamaan begitu terasa indah.
Dalam ibadah Natal, Ibu Pdt. Ince Noya/Sipahelut, S. Th mengajak warga Unit II untuk menjadi agen pembawa damai yang diwujudkan lewat perbuatan sehari hari, melalui tindakan ucapan perilaku yang membawa kesejukan.
Melalui pembacaan Firman Tuhan yang terambil dari injil Lukas 5 : 1-7 Hamba Tuhan itu merefleksikan kelahiran Yesus Kristus penuh dengan kedamaian walapun ditengah situasi yang tidak nyaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yesus lahir ditengah – tengah keadaan yang tidak nyaman, dan palungan satu- satunya menjadi tempat pembaringan Yesus.
Itu berarti Natal mengingatkan kita semua, disaat situasi yang tidak nyman Yesus hadir, itulah yang membuat kita kuat,” ucap Pendeta Noya.
Sambungnya, damai sejahtera adalah kebutuhan yang paling mendalam. Semua umat manusia merindukan ketenangan hati, ditengah tantangan hidup, kondisi ekonomi yang sulit.
“Damai merupakan kebutuhan yang tidak bisa diganti dengan harta, kesuksesan
Kita boleh memiliki banyak hal, banyak harta namun semua itu semua merasa hampa tanpa damai sejahterah,” tegasnya.
Damai sejahtera, lanjut Pendeta Jemaat GPM Negeri Lama ini, hadir ditengah hati yang merendah. Untuk itu, diajarkan rendah hati seperti Kristus. Damai yang dibawah Kristus untuk semua orang, semua kalangan tanpa batas.
“Merayakan Natal harus menjadi agen pembawa Damai. Natal harus diwujudkan lewat kehidupan kita ditengah lingkungan dan menjadi tempat tinggal ALLAH serta menjadi damai yang terpancar seperti lilin Natal,” ucap Pendeta Noya.
Diakhir refleksi Natal, dia berpesan damai datang lewat kehadiran Kristus ditengah pergumulan hidup yang kita hadapi, karena itu umat Tuhan tidak perlu takut karena Tuhan Yesus ada ditengah- tegah kita.
Dalam pesan dan kesan Natal, Ketua Unit II, Sektor Pison, Bapak Marthin Manuputty menyampaikan walapun ada yang merasa kecewa tetapi dalam kehadiran di ibadah natal itu pertanda ada Damai di hati.
Dirinya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Majelis Jemaat Unit II atas pelayanannya selama satu tahun, tak lupa bagi pengurus Unit.
Dirinya merasa bersyukur karena Jemaat Unit II semua dalam keadaan sehat dan penuh sukacita.
Sementara itu, saat ibadah perayaan diramaikan dengan persembahan solois Bapak Julians Saukoly, kemudian ada juga persembahan pujian dari anak – anak sekolah minggu serta persembahan parodi dan puisi natal yang juga dipersembahkan oleh anak – anak SMTPI.
Diakhir ibadah Natal semua anggota Unit II, Sektor Pison melakukan Penukaran kado Natal. (Atick)


















