Dugaan Penganiayaan Berat terhadap Pemuda 18 Tahun di Ambon, Keluarga Desak Polda Maluku Segera Tangkap Pelaku

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:03 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com : AMBON,- Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang pemuda bernama Abdullah Mahu (18) menghebohkan masyarakat. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari, 12 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu hendak mengambil nasi di sebuah warung untuk dibawa ke tempat kerjanya. Sebelum melanjutkan perjalanan, korban sempat singgah di sebuah kios untuk membeli rokok. Namun secara tiba-tiba, korban didatangi oleh sekelompok orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

Tanpa banyak bicara, korban langsung dihajar secara membabi buta. Para pelaku diduga menggunakan batu dan kayu untuk memukul bagian kepala korban. Tidak hanya itu, pelaku juga disebut menghantam korban menggunakan botol galon air yang telah diisi semen ke arah kepala dan pinggang korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala serta diduga mengalami patah tulang pada bagian pinggang. Saat ini korban tengah menjalani penanganan medis akibat luka berat yang dialaminya.

Tindakan brutal tersebut menuai kecaman keras dari Forum Basudara Waeputih. Sekretaris Umum organisasi tersebut, Yunus Umagap, mengutuk keras aksi penganiayaan yang dinilai tidak manusiawi dan meresahkan masyarakat.

Menurut Yunus, tindakan biadab tersebut harus diproses secara hukum dan memerlukan langkah tegas dari Polda Maluku.

“Kami meminta dengan tegas kepada pihak kepolisian, khususnya Polda Maluku, agar segera menangkap para pelaku dalam waktu 2×24 jam. Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Reses di Air Salobar, Rovik Janji Kawal Perbaikan Permukiman dan Soroti Problem Desil Bansos

Ia juga menambahkan bahwa apabila pelaku tidak segera ditangkap, maka dikhawatirkan akan memicu emosi keluarga korban dan masyarakat sehingga berpotensi terjadi tindakan main hakim sendiri.

“Keluarga korban tentu tidak akan tinggal diam. Karena itu aparat penegak hukum harus bergerak cepat menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera,” tambah Yunus.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait identitas dan keberadaan para pelaku pengeroyokan tersebut.

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health
Kota Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran
Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon
RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya
Antusias Masyarakat Padati Pangan Murah Pemkot Ambon
Kebakaran Capai 157 Kejadian Sepanjang 2026, Wali Kota Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
Manuhutu Mohon Doa dan Dukungan Seluruh Anak Negeri Leawaka, Melalui Mubes IV PUSAKA Haria Mendatang

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIT

Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:27 WIT

Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:23 WIT

RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Antusias Masyarakat Padati Pangan Murah Pemkot Ambon

Berita Terbaru