Pengawasan Speed Boat dan Pemisahan Penumpang-Barang, Kunci Keselamatan Transportasi Laut Lokal Pesisir Maluku

- Redaksi

Minggu, 5 Januari 2025 - 11:05 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

  • Pemerintah perlu menyusun regulasi yang mendorong setiap pengusaha speed boat untuk memisahkan jenis layanan ini. Selain meningkatkan keselamatan, pembagian fungsi ini juga dapat menciptakan operasional yang lebih efisien, sehingga masyarakat pesisir dapat mengandalkan transportasi laut yang aman dan profesional. Harapan besar ini menjadi tanggung jawab kepala daerah terpilih yang nantinya akan dilantik dalam tempo waktu tidak terlalu lama.*** Fahrul Kaisuku | Wakil Ketua DPD KNPI Maluku Bidang Pengolaan Opini Publik

Ambon, Gardamaluku.com– Tragedi yang menimpa speed boat Dua Nona di teluk Samala, Pulau Manipa, pada 3 Januari 2025, menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan ketat dan regulasi yang lebih manusiawi terhadap transportasi laut, khususnya di Maluku.

Kawasan seperti Pulau Seram, di mana hampir setiap kampung memiliki lebih dari tiga pengusaha speed boat, sangat bergantung pada moda transportasi ini untuk kebutuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun, tanpa pengawasan yang baik, keselamatan kerap diabaikan, sehingga risiko kecelakaan meningkat.

Pemerintah provinsi maupun kabupaten harus segera mengambil langkah tegas untuk memastikan operasional speed boat memenuhi standar keselamatan tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.

Setiap speed boat wajib dilengkapi pintu darurat, jaket pelampung yang memadai, dan alat keselamatan seperti alat pemadam kebakaran serta perangkat sinyal darurat. Selain itu, kapasitas penumpang harus dibatasi sesuai dengan spesifikasi kapal boath, dan muatan tidak boleh melebihi batas aman.

Pemisahan Angkutan Penumpang dan Barang

Langkah lain yang perlu segera diambil adalah pemisahan fungsi speed boat untuk penumpang dan barang. Selama ini, campuran antara penumpang dan barang bawaan di satu kapal sering menyebabkan kondisi berdesakan yang tidak nyaman, bahkan berbahaya.

Dengan adanya speed boath khusus penumpang, kenyamanan dan keselamatan dapat lebih terjamin tanpa gangguan dari barang bawaan. Sebaliknya, speed boath khusus barang akan membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelebihan beban.

Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten perlu menyusun regulasi yang mendorong setiap pengusaha speed boat untuk memisahkan jenis layanan ini. Selain meningkatkan keselamatan, pembagian fungsi ini juga dapat menciptakan operasional yang lebih efisien, sehingga masyarakat pesisir dapat mengandalkan transportasi laut yang aman dan profesional.

Di samping pemerintah Provinsi dan Kabupaten, pemerintah desa juga memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan transportasi laut di wilayah kepulauan. Melalui pengawasan langsung dan desakan regulasi yang lebih spesifik, pemerintah desa dapat menjadi garda terdepan dalam menerapkan kebijakan keselamatan.

Baca Juga :  KNPI SBB Apresiasi Kreativitas Pemuda, Tiga Maskot Terbaik Musda V 2026 Terpilih

Pemerintah desa, bersama dengan tokoh masyarakat, dapat mendorong pengesahan peraturan daerah (Perda) yang mengatur operasional speed boat sesuai kebutuhan lokal. Misalnya, Perda dapat menetapkan jumlah maksimal penumpang, kewajiban penyediaan alat keselamatan, serta jadwal inspeksi berkala untuk memastikan kelayakan kapal tradisional.

Pemerintah Desa juga dapat mengedukasi warganya agar memahami pentingnya keselamatan dan bersedia melaporkan pelanggaran aturan kepada pihak berwenang.

Dengan Perda yang sesuai dengan karakteristik geografis dan budaya setempat, pengawasan akan menjadi lebih efektif dan pelaksanaannya lebih mudah diterima oleh masyarakat pesisir. Kolaborasi antara pemerintah desa, pengusaha transportasi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan sistem transportasi laut yang aman, nyaman, dan terorganisir di kawasan kepulauan seperti Maluku.

Tragedi di teluk Samala perairan Manipa harus menjadi momentum untuk memperkuat regulasi, mempertegas pengawasan, dan memperluas peran semua pihak, termasuk pemerintah desa, dalam menjaga keselamatan transportasi laut. Dengan pendekatan ini, keselamatan dapat terjamin tanpa mengorbankan kenyamanan dan kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Maluku Buktikan Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mutu Pendidikan Kepulauan Lewat Penghargaan Kemendagri
Cengkeh dan Pala Itu Tabungan, Orang Maluku Bilang Harta
Menakar Objektivitas Konflik Lisabata-Patauhe: Menepis Misinformasi, Gandong dan Kela Peta Jalan Solusi Damai
Gubernur Hendrik Butuh Ruang Fiskal, Berisiknya Pujian dan Tepuk Tangan Buka Cela Mencela
41 Tahun UKIM, Gubernur Maluku Dorong Generasi Muda Tidak Hanya Cerdas, tetapi Juga Beretika
DPRD Ambon Buka Ruang Bangun Kota Ambon Bersama IPPMAL
Melalui Jubir, Gubernur Maluku Minta Pemuda Pelajar Laimu Siap Bersaing Menuju Indonesia Emas
Ditengah Keterbatasan Fiskal, Hendrik Lewerissa Tetap Pertahankan TPP: Kesejahteraan ASN jadi Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIT

Gubernur Maluku Buktikan Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mutu Pendidikan Kepulauan Lewat Penghargaan Kemendagri

Rabu, 16 September 2026 - 11:26 WIT

Cengkeh dan Pala Itu Tabungan, Orang Maluku Bilang Harta

Senin, 14 September 2026 - 10:33 WIT

Menakar Objektivitas Konflik Lisabata-Patauhe: Menepis Misinformasi, Gandong dan Kela Peta Jalan Solusi Damai

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIT

Gubernur Hendrik Butuh Ruang Fiskal, Berisiknya Pujian dan Tepuk Tangan Buka Cela Mencela

Selasa, 1 September 2026 - 18:54 WIT

41 Tahun UKIM, Gubernur Maluku Dorong Generasi Muda Tidak Hanya Cerdas, tetapi Juga Beretika

Berita Terbaru