Penjabat Tial Dinilai Tak Mampu Redam Konflik, Justru Langgar Adat, Warga Desak Bupati Segera Evaluasi Bahkan Ganti

- Redaksi

Senin, 26 Mei 2025 - 19:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tial, GardaMaluku.com– Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Tial, Awal Tuaritta, menuai kecaman keras dari masyarakat adat usai memberhentikan Imam Besar Masjid Baiturrahman Negeri Tial secara sepihak.

Langkah kontroversial ini dinilai bukan hanya mencederai tatanan adat, tetapi juga menciptakan konflik baru di tengah upaya pemulihan hubungan antara Negeri Tial dan Tulehu.

Warga Tial merespons dengan aksi boikot terhadap kantor Pemerintahan Negeri pada Senin (26/5/2025), menuntut kejelasan dan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Awal Tuaritta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menilai penjabat negeri telah menyalahgunakan wewenangnya serta mengabaikan peran strategis yang seharusnya difokuskan untuk membangun kedamaian antar dua negeri bertetangga yang sempat berseteru.

Wakil Ketua Saniri Negeri Tial, Haji Hasim Tuarita, yang juga perwakilan Soa Parentah Tuarita, menyatakan bahwa keputusan pemberhentian Imam Abdullah Tuarita yang telah mengabdi selama 15 tahun dilakukan secara sewenang-wenang, tanpa proses adat maupun komunikasi dengan pihak soa asal.

Baca Juga :  Dugaan Mafia Tanah di Ambon Disorot PP Pemuda Muhammadiyah, Anshari: Kita Bantu LBH

“Penjabat negeri tidak punya hak memberhentikan Imam Besar Masjid yang diangkat melalui mekanisme adat turun-temurun. Surat pemberhentian dikeluarkan tanpa alasan yang jelas, tanpa musyawarah, dan tanpa menghormati tatanan yang berlaku. Ini tindakan yang kurang ajar dan tidak beradab,” tegas Haji Hasim.

Ia menambahkan, aksi yang dilakukan masyarakat bukan sekadar bentuk protes administratif, melainkan bentuk perlawanan terhadap tindakan yang melecehkan nilai-nilai adat dan budaya yang telah lama menjadi fondasi masyarakat Tial.

“Langkah ini bukan hanya menciptakan kegaduhan, tapi juga mengoyak keharmonisan yang sedang kami bangun dengan masyarakat Tulehu. Seharusnya Penjabat Negeri berfokus menciptakan suasana damai, bukan malah menambah luka,” ujarnya.

Haji Hasim mendesak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, khususnya Bupati Zulkarnaen Awath, untuk segera mengevaluasi dan mengambil tindakan tegas terhadap Penjabat Negeri Tial.

Baca Juga :  Rektor IAKN Ambon Lepas Mahasiswa FISK Magang: Simulasi Kerja Nyata dan Penguatan Harmoni Sosial

“Kami minta Bupati jangan tinggal diam. Ini bukan persoalan kecil. Kalau tidak segera ditangani, ini bisa meluas. Penjabat seperti ini seharusnya dicopot, bukan dipertahankan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Imam Abdullah Tuarita diberhentikan melalui surat resmi yang ditandatangani Penjabat Awal Tuaritta dengan menggunakan stempel Pemerintahan Negeri.

Pemberhentian tersebut dilakukan tanpa musyawarah, tanpa pelibatan soa, dan tanpa alasan yang rasional, padahal Imam tersebut diangkat melalui proses adat dan selama ini tidak pernah memiliki masalah dalam menjalankan tugasnya.

Situasi ini kini menjadi perhatian serius masyarakat adat dan tokoh-tokoh Negeri Tial, yang menuntut pengembalian kehormatan adat serta reformasi dalam kepemimpinan pemerintahan negeri agar lebih menghargai nilai-nilai budaya lokal.***

Berita Terkait

Latuconsina : Jangan Sampai Pengusaha Lokal Jadi Penonton di Negeri Sendiri
Pemprov Maluku Komitmen Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK
BULOG Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Jaga Stabilitas Harga
KNPI SBB Apresiasi Kreativitas Pemuda, Tiga Maskot Terbaik Musda V 2026 Terpilih
Rekor Baru BULOG Tembus 3 Juta Ton Serapan Gabah-Beras Petani
Dari Maluku untuk Indonesia, Yayasan Indah Salurkan 75 Hewan Qurban ke Berbagai Daerah
Watubun Apresiasi Rapat Perdana PHBG Sinode GPM, Lohy Tekankan Penguatan Basis Pelayanan Gerejawi
Depidar SOKSI Maluku Salurkan Qurban ke Ponpes di Liang, Sangadji Gaungkan Pesan Solidaritas Depinas

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:41 WIT

Latuconsina : Jangan Sampai Pengusaha Lokal Jadi Penonton di Negeri Sendiri

Senin, 8 Juni 2026 - 16:10 WIT

Pemprov Maluku Komitmen Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:55 WIT

BULOG Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Jaga Stabilitas Harga

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:30 WIT

KNPI SBB Apresiasi Kreativitas Pemuda, Tiga Maskot Terbaik Musda V 2026 Terpilih

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:38 WIT

Rekor Baru BULOG Tembus 3 Juta Ton Serapan Gabah-Beras Petani

Berita Terbaru