GardaMaluku.com : AMBON,- Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon tengah mematangkan berbagai persiapan dengan menghadirkan sejumlah kegiatan.
Saat ditemui awak media Senin, (27/07/26) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Ambon Sumarwoto Hendra Budiman, A.Md.IP., S.H., M.Si menyampaikan, persiapan rencana penyerahan remisi oleh Gubernur Maluku.
Selain itu, Lapas Ambon juga gencar membekali warga binaan dengan program kemandirian ketahanan pangan berbasis hidroponik yang produktif dan menghasilkan nilai ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hendra Budiman mengungkapkan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi awal bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rapat lanjutan akan kembali digelar dalam minggu ini untuk memantapkan agenda sakral pada 17 Agustus mendatang.
“Ini menjadi momen penting karena Gubernur bersama Forkopimda Provinsi Maluku akan hadir langsung di Lapas Kelas IIA Ambon untuk menyerahkan remisi 17 Agustus secara simbolis, mewakili Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Semarak HUT RI ke-81 di dalam Lapas Kelas IIA Ambon menggelar serangkaian perlombaan internal yang melibatkan seluruh warga binaan.
Kegiatan ini dirancang secara variatif guna menjaga kebugaran fisik dan mental mereka mukai dari bidang olahraga, pertandingan fisik untuk menjaga kesehatan dan sportivitas, bidang kesenian sebagai wadah kreativitas dan ekspresi budaya warga binaan.
Sementara itu, untuk bidang keagamaan, kegiatan kerohanian yang digelar intensif di Masjid dan Gereja lapas. Melalui momentum ini, pihak Lapas terus memotivasi warga binaan untuk tetap patuh pada aturan, menjaga ketertiban, serta konsisten menerapkan pola hidup sehat.
“Lebih dari sekadar tempat menjalani masa hukuman, Lapas IIA Ambon berkomitmen penuh mengubah kepribadian warga binaan agar siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang sadar, insaf, patuh, dan adaptif, turutnya.
Salah satu langkah konkritnya adalah program kemandirian melalui budidaya tanaman hidroponik. Program ketahanan pangan ini terbukti sukses dan memiliki pasar yang luas.
Produk sayur hidroponik hasil karya warga binaan bahkan telah menembus pasar lokal, salah satunya dipasarkan secara resmi di Toko Dian Pertiwi Ambon.
“Sayuran hidroponik siap dipanen setiap lima minggu sekali, kemasan dan harga produk dikemas rapi per 150 gram dan dijual seharga Rp10.000 per bungkus,” jelas Hendra Budiman.
Dikatakan lanjut, alokasi pendapatan hasil penjualan disetorkan ke Negara dan sebagian dialokasikan menjadi insentif pekerja dan tabungan warga binaan. Insentif tersebut dikumpulkan di rekening BRI masing-masing warga binaan untuk memenuhi kebutuhan harian atau ditabung.
Keberhasilan inovasi pangan ini, menurutnya, mendapat respons yang sangat positif dari Pemerintah Kota Ambon. Bahkan menurut dia, Walikota Ambon menaruh atensi besar terhadap program pembinaan kemandirian ini.
Dirinya berharap, Pemerintah Kota Ambon dapat memberikan partisipasi dan dukungan nyata, terutama dalam penyediaan peralatan utama hidroponik sebagai media pelatihan keterampilan.
“Dengan dukungan tersebut, hari-hari yang dilewati warga binaan di dalam Lapas tidak akan terbuang mubazir karena mereka pulang membawa ilmu, pengalaman, sekaligus tabungan rezeki untuk masa depan.,” tutup Hendra Budiman. (Tsy)


















