E-Sertifikat di Jalan Sudirman Disoal, KNPI Maluku Endus BPN Ambon Langgar Prosedur

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, GardaMaluku.com– Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyoroti dugaan pelanggaran prosedural dalam penerbitan sertifikat elektronik oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon pada tahun 2025 atas nama Alfred Shanan Then, pemilik jaringan ritel besar di Maluku. Objek tanah yang dimaksud berada tepat di kawan jalan jenderal Sudirman kota Ambon (kawasan taman patung wajah pahlawan).

Hal ini diendus DPD KNPI melalui salah satu pimpinan dalam kepengurusan daerah, Adam Rahantan di Ambon, Rabu (28/01).

Rahantan mengendus, sertifikat elektronik tersebut diduga diterbitkan tanpa melalui prosedur pengukuran resmi sebagaimana mestinya. Terlebih ada aksi dan terkesan desakan pengembalian batas yang dilakukan pada Selasa 26 Januari kemarin namun berhasil digagalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rahantan mengakui, kasus jalan jenderal Sudirman menjadi perhatian pihaknya selama ini.

“Kami mendapati informasi, proses penerbitan E-Sertfikat atas nama Bos Diper hanya berlandaskan penglihatan mata dan penunjukan batas lokasi tanpa dilakukan pengukuran teknis oleh petugas BPN, serta tanpa menghadirkan pihak pihak yang punya irisan batas dengan objek dimaksud,” akui dia.

Baca Juga :  BPPRD Kota Ambon Tegaskan Kenaikan Retribusi Sampah Berdasar Aturan dan Keadilan Sosial

Ditegaskan, fakta di lapangan menunjukkan sertifikat sudah terbit lebih dulu, sementara pengukuran pengembalian batas baru dilakukan setelahnya. Yakni kemarin (Selasa).

“Ini jelas menyalahi prosedur,” tegas Rahantan.

Dia menambahkan, walaupun pihak Bos Dian Pertiwi berdalih telah melakukan pengembalian batas sekalipun sebelum diterbitkannya E-Sertifikat, tetap saja cacat prosedural.

Pasalnya kata dia, pengamatan dan informasi yang diterima, pihak pihak yang berhubungan dengan kawasan atau objek sengketa tidak dilibatkan.

Pihak tersebut antara lain ahli waris Came Soisa sebagai pemilik sebelumnya, Pemerintah Provinsi Maluku sebagai pemilik aset yang berbatasan, serta pihak lain yang berbatasan langsung dengan lokasi, termasuk Jony Sucahyo.

Baca Juga :  Cemarkan Nama Baik Wairissal, Manutilaa Bakal Berurusan di Polda Maluku 

“Dalam setiap proses penataan atau pengembalian batas, seluruh pihak yang berbatasan wajib diundang, termasuk lurah atau pemerintah desa setempat. Ini adalah ketentuan yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Lebih jauh, atas nama KNPI Maluku juga mengungkap adanya indikasi dugaan praktik tidak sehat, termasuk dugaan permainan hingga penyuapan yang melibatkan oknum di lingkungan BPN Kota Ambon, sehingga seluruh administrasi dapat diproses dan disahkan tanpa mengikuti mekanisme yang sah.

Atas dugaan tersebut, DPD KNPI Maluku mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dan Polda Maluku, untuk bersikap tegas dan melakukan penyelidikan mendalam.

“Kami meminta Kejati dan Polda Maluku untuk memberantas praktik mafia tanah yang selama ini diduga bebas beroperasi di BPN Kota Ambon. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu,” pungkas dia.***

Berita Terkait

KNPI SBB Peringatkan DPRD Malteng, Klaim Tanjung Sial Harus Berdasar Hukum dan Sejarah
Sapulette Resmi Jabat Sekot Ambon
Isu Perselingkuhan Komisaris Bank Maluku, Ratna: Itu Tidak Benar
Wattimena : Pelantikan Sekot Tunggu Pertek BKN
Pemkot Ambon Matangkan RDTR Dua Kawasan Prioritas
DPRD Ambon Setujui LPj APBD 2025, Soroti Retribusi Hingga TPP Nakes
Mantan Napi Kasus PETI Masuk Proyek Unpatti, Soamole Sebut Integritas Kampus Dipertaruhkan
Dukung Transformasi Digital Pemkot, IKB TNS Ambon Fasilitasi Registrasi Bantuan Sosial

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:38 WIT

KNPI SBB Peringatkan DPRD Malteng, Klaim Tanjung Sial Harus Berdasar Hukum dan Sejarah

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:19 WIT

Sapulette Resmi Jabat Sekot Ambon

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:24 WIT

Isu Perselingkuhan Komisaris Bank Maluku, Ratna: Itu Tidak Benar

Senin, 13 Juli 2026 - 16:41 WIT

Pemkot Ambon Matangkan RDTR Dua Kawasan Prioritas

Senin, 13 Juli 2026 - 15:41 WIT

DPRD Ambon Setujui LPj APBD 2025, Soroti Retribusi Hingga TPP Nakes

Berita Terbaru

AMBON

Sapulette Resmi Jabat Sekot Ambon

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:19 WIT