GardaMaluku.com, Ambon: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon dari Fraksi Partai Kesejahteraan Rakyat (PKS), Rani Rahmi Ayu, siap realisasikan apa yang menjadi tanggung jawabnya melalui Reses dan serap aspirasi masyarakat (Asmas)beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan Srikandi muda PKS itu, kepada GardaMaluku.com melalui via telepon, Sabtu (05/09/2026).
Menurutnya tanggung jawabnya kepada rakyat sebagai bukti bahwa bahwa kehadiran PKS memang untuk mengsejahterakan rakyat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Reses ini berlangsung dua hari yakni, pada 31 Agustus dan 1 September 2026 kemarin Kawasan Waiheru Puskopad dan Kampung Kelapa, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Dalam pertemuan tersebut, Menurut Rani, adapun beberapa yang menjadi aspirasi masyarakat terkait infrastruktur Jalan, Sampah, serta perbaikan rumah ibadah.
“kemarin yang menjadi aspirasi masyarakat di waiheru terkait dengan infrastruktur jalan, Rumah ibadah serta sampah. Yang paling penting infrastruktur jalan yang merupakan poin paling penting utama warga Waiheru,” jelasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rani menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dan akan dibahas bersama dengan pihak terkait.

“Aspirasi masyarakat adalah dasar bagi kita dalam mengembangkan program pembangunan. Dan apa yang disampaikan akan saya kawal agar mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.
Dengan demikian, dalam kolaborasi ini sangat penting antara masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, sehingga masyarakat terkhususnya di waiheru dapat merasakan infrastruktur yang merata.
“Karena memang untuk daerah di waiheru ada beberapa tempat yang jalannya belum diperbaiki. Saya akan mengupayakan semua itu,” cetusnya.
Sedangkan untuk sampah, lanjut Rani, harus ada kesadaran diri dari masyarakat yang tidak membuang sampah sembarangan.
“Tempat sampah telah disediakan oleh pemerintah, kemarin pemerintah kota juga telah menambah mobil sampah, tetapi masyarakat masih membuang sampai di sungai. Itukan membuat sungai dan lingkungan jadi tercemar,” pungkasnya.

Rani menambahkan, masyarakat dan pemerintah ini saling membutuhkan. jadi masalah sampai ini dapat terselesaikan, hanya dengan kesadaran dari masyarakat.
“Masyarakat dan pemerintah sama-sama berperan penting bagi pembangunan,”katanya.
Tidak hanya itu, ada juga Asmas mengenai perbaikan rumah ibadah di kawasan Waiheru.
Masyarakat waiheru meminta agar rumah-rumah ibadah bisa diperbaiki sebelum hari Raya Idhul Fitri tahun 2027 mendatang.
“Saya juga akan membantu dalam penyelesaian pembangunan rumah ibadah, dan saya juga sudah memberikan sumbangan kepada pihak terkait di daerah tersebut,” ungkapnya.
Rani berharap kehadirannya di tengah-tengah masyarakat bisa membantu apa yang menjadi tugasnya, karena Dia ada juga dari rakyat sehingga Dia akan tetap berupaya dengan semaksimal mungkin dalam mensejahterakan rakyatnya. ***


















