Gubernur Hendrik Lewerissa: Festival Marawai Harus Jadi Jembatan Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:20 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com, Ambon: Gubernur Maluku , Hendrik Lewerissa mencanangkan Festival Marawai I Event Budaya Tahun 2026 bertajuk “Harmoni Nada Cinta Par Negeri” di Puncak Marawai, Negeri Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.

Festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pelestarian seni dan budaya Maluku sekaligus mendorong kreativitas masyarakat serta pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif. Selasa (25/8/2026)

Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Festival Marawai. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak boleh dipandang sebatas ajang seni dan hiburan, tetapi harus menjadi ruang yang memperkuat kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Maluku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Festival Marawai bukan sekadar ajang seni dan hiburan. Festival ini adalah ruang untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian yang sudah menjadi jati diri masyarakat Maluku” kata Lewerissa.

Ia menegaskan, kekayaan budaya Maluku merupakan modal penting dalam membangun masa depan daerah. Tradisi, bahasa, musik, tarian, kuliner, kerajinan dan berbagai kearifan lokal yang diwariskan antargenerasi harus terus dijaga agar tidak tergerus perubahan zaman.

“Kekayaan budaya dan kearifan lokal tidak boleh hanya menjadi kenangan masa lalu. Ia harus terus hidup, bertumbuh, dan diwariskan kepada anak cucu kita” ujarnya.

Baca Juga :  Aset Lapas Saumlaki Terselamatkan

Menurut Lewerissa, Festival Marawai juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan seni, tradisi dan kearifan lokal Maluku kepada masyarakat luas. Dengan demikian, semakin banyak orang dapat mengenal dan mencintai Maluku.

Lebih jauh, Gubernur menilai pengembangan kegiatan budaya memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Festival yang dikelola secara baik dapat membuka ruang pemasaran bagi produk UMKM, kuliner lokal, kerajinan, serta memberikan kesempatan bagi para pelaku seni dan generasi muda untuk berkembang dalam industri kreatif.

Karena itu, ia meminta Festival Marawai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dikembangkan secara berkelanjutan, profesional, kreatif dan inklusif.

“Festival ini harus menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat. Budaya tidak hanya dijaga sebagai warisan masa lalu, tetapi juga harus mampu menjadi kekuatan pembangunan masa depan” tegasnya.

Lewerissa juga mendorong agar Festival Marawai membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda, perempuan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, seniman dan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Maluku memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif positif yang bertujuan memperkuat kebudayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  DLHP Kota Ambon Akan Evaluasi Retribusi Sampah Pelaku Usaha

Sementara itu, tema “Harmoni Nada Cinta Par Negeri”, kata Lewerissa, memiliki pesan yang kuat tentang pentingnya menjadikan seni dan budaya sebagai sarana untuk memperkuat harmoni, merawat persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan terhadap daerah.

Ia berharap Festival Marawai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Maluku.

“Mari kita jadikan nilai-nilai luhur kita, budaya gotong royong, semangat pela gandong, dan falsafah Ale Rasa Beta Rasa sebagai kekuatan utama untuk membangun Par Maluku Pung Bae” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa secara resmi mencanangkan dan membuka Festival Marawai I Event Budaya Tahun 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon,, Sekretaris Daerah Kota Ambon, Ketua Klasis Ambon Timur, Ketua Majelis Jemaat GPM Hatalai, Perwakilan Bank Maluku-Malut, Forkopimcam Leitimur Selatan, Pemerintah Negeri Hatalai, para raja se-Kecamatan Leitimur Selatan, Raja Amahusu dan gandong Amahusu.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath
Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health
Kota Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran
Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon
RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya
Berdiri Dua Jam di Hercules ke Meja Komitmen, Bupati SBT Kejar Tuntaskan RDTR

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIT

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:33 WIT

Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIT

Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:27 WIT

Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon

Berita Terbaru