Ambon, GardaMaluku.com : Pembangunan di suatu daerah menjadi porsi utama dalam membangun negeri, hal tersebut ditunjang untuk kesejahteraan rakyat di daerah tertentu.
Untuk itu adanya sentuhan pemerintah dalam menyadari kekurangan rakyat kecil di suatu daerah. Seperti yang terjadi pada tiga daerah petuanan di Kabupaten Buru yakni Petuanan Kayeli, Petuanan Lilialy dan Petuanan Tagalisa.
Melalui rapat di kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/08/2026) Tiga Petuanan tersebut menyampaikan apa yang menjadi kegelisahan masyarakat di daerahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kita membahas tentang kondisi beberapa hal yang terjadi di masyarakat serta pembangunan di daerah kabupaten buru terutama di Petuanan Kayeli, Lilialy dan Tagalisa,” ungkap Raja Petuanan Kayeli, Fandy Azhari WAEL kepada media di Kantor Gubernur Maluku.
Fandy melanjutkan di Kayeli ada beberapa proyek ASN yang sudah hampir selesai, dan pihaknya sangat berterima kasih karena proyek tersebut juga sangat berguna bagi masyarakat.
“Setiap pembangunan yang ada di kabupaten buru kita tetap mendukung apapun yang menjadi program pemerintah dan selalu wellcome,” cetusnya.
Fandy menambahkan, pihaknya tidak pernah menolak pembangunan, tetapi yang lebih penting dan diutamakan yakni hak-hak masyarakat adat yang ada di Petuanan-Petuanan tersebut.
“Kita datang untuk membawa perangkat adat dan fokus kepada apa yang menjadi dinamika masyarakat saja,” ungkapnya.
Pihaknya meminta agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Adat dapat berjalan bersama-sama membangun daerah untuk kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat adat di sana.
“Kami minta agar dinamika pranata diburu lebih fokus, dan mempunyai porsi antara pemerintah dan masyarakat adat, sehingga statemant kita pemerintah adat dan pemerintah daerah itu berjalan bersama-sama,” jelasnya.
Dirinya mewakili dua Petuanan yang lain berharap agar adanya sentuhan pemerintah lagi bagi pembangunan daerah adat di Buru. ***


















