Seram Bagian Barat, Gardamaluku.com— Pernyataan keras sekaligus klarifikasi disampaikan oleh Yeni Rosbayani Asri menanggapi berbagai isu miring yang beredar di tengah masyarakat. Melalui unggahan media sosial pribadinya, ia dengan tegas meminta pihak-pihak tertentu untuk berhenti menyebar fitnah yang dinilai tidak berdasar dan bermuatan kezaliman.
Yeni menegaskan bahwa keberadaan Bupati saat ini di Jakarta murni dalam rangka menjalankan tugas negara. Sang bupati diketahui tengah mengikuti kegiatan retret yang dihadiri oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia. Kehadiran tersebut merupakan kewajiban dinas, bukan atas dasar keinginan pribadi.
“Ini fitnahan, kezoliman, sangat keji. Hati-hati teruntuk yang bikin berita ini. Bapak Bupati ada di Jakarta itu kerja tugas negara ada retret dari seluruh Indonesia, dan bukan keinginan beliau pergi ke Jakarta,” tulis Yeni dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendati sedang bertugas di luar daerah, Yeni memastikan bahwa roda pemerintahan dan koordinasi penanganan masalah di daerah tidak mengalami kendala. Arahan cepat dari bupati langsung ditindaklanjuti secara sigap di lapangan dengan bukti-bukti nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.
Berbagai kebutuhan mendesak, seperti distribusi makanan dan logistik, langsung disalurkan dengan cepat. Selain itu, penanganan lanjutan bagi warga yang mengalami musibah juga menjadi prioritas utama. Yeni menyebutkan bahwa program pembangunan kembali rumah warga yang tertimpa musibah serta renovasi rumah pastori akan segera direalisasikan atas arahan langsung bupati.
“Walau beliau di Jakarta, arahan cepat harus ditangani dengan berbagai bukti nyata; makanan dan kebutuhan lainnya cepat didistribusikan, termasuk insyaallah pembangunan rumah yang kena musibah dan rumah pastori,” lanjutnya.
Melalui klarifikasi ini, Yeni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tidak mudah percaya pada kabar yang belum tentu kebenarannya. Ia menutup pesannya dengan imbauan keras agar penghentian segala bentuk narasi negatif yang berpotensi memecah belah.
“Jadi, STOP tebar fitnahan, karena fitnahan hanya membawa keburukan,” pungkasnya.


















