Fokus Pembangunan Negeri Adat, Raja 3 Petuanan Di Buru Ketemu Gubernur Maluku

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:51 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon, GardaMaluku.com : Pembangunan di suatu daerah menjadi porsi utama dalam membangun negeri, hal tersebut ditunjang untuk kesejahteraan rakyat di daerah tertentu.

Untuk itu adanya sentuhan pemerintah dalam menyadari kekurangan rakyat kecil di suatu daerah. Seperti yang terjadi pada tiga daerah petuanan di Kabupaten Buru yakni Petuanan Kayeli, Petuanan Lilialy dan Petuanan Tagalisa.

Melalui rapat di kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/08/2026) Tiga Petuanan tersebut menyampaikan apa yang menjadi kegelisahan masyarakat di daerahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kita membahas tentang kondisi beberapa hal yang terjadi di masyarakat serta pembangunan di daerah kabupaten buru terutama di Petuanan Kayeli, Lilialy dan Tagalisa,” ungkap Raja Petuanan Kayeli, Fandy Azhari WAEL kepada media di Kantor Gubernur Maluku.

Baca Juga :  Ahli Waris Sah Dukung Langkah Komisi III Tutup Tambang Liar Air Salak

Fandy melanjutkan di Kayeli ada beberapa proyek ASN yang sudah hampir selesai, dan pihaknya sangat berterima kasih karena proyek tersebut juga sangat berguna bagi masyarakat.

“Setiap pembangunan yang ada di kabupaten buru kita tetap mendukung apapun yang menjadi program pemerintah dan selalu wellcome,” cetusnya.

Fandy menambahkan, pihaknya tidak pernah menolak pembangunan, tetapi yang lebih penting dan diutamakan yakni hak-hak masyarakat adat yang ada di Petuanan-Petuanan tersebut.

Baca Juga :  Ambon Perkuat Sinergi Digital Papua–Maluku Menuju Kota Cerdas

“Kita datang untuk membawa perangkat adat dan fokus kepada apa yang menjadi dinamika masyarakat saja,” ungkapnya.

Pihaknya meminta agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Adat dapat berjalan bersama-sama membangun daerah untuk kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat adat di sana.

“Kami minta agar dinamika pranata diburu lebih fokus, dan mempunyai porsi antara pemerintah dan masyarakat adat, sehingga statemant kita pemerintah adat dan pemerintah daerah itu berjalan bersama-sama,” jelasnya.

Dirinya mewakili dua Petuanan yang lain berharap agar adanya sentuhan pemerintah lagi bagi pembangunan daerah adat di Buru. ***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath
Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah
Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health
Kota Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran
Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon
RDP di Dinas PU Terkait Penuntasan Pekerjaan Fisik 2026, Komisi III : Tidak Boleh Ada Hutang Di Tahun Sebelumnya
Berdiri Dua Jam di Hercules ke Meja Komitmen, Bupati SBT Kejar Tuntaskan RDTR

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIT

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Namlea Ilath

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:33 WIT

Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria, Korem 151/Binaiya Hadirkan Semangat Jumat Berkah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIT

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI Melalui Aiko Health

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIT

Terkait nama Bansos, Upulatu Nikijuluw Pastikan Ambon 1 Sampai Letisel Tepat Sasaran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:27 WIT

Kunjungan ke Kementrian PUPR Tahun Depan, Komisi III Upayakan Hak Warga Kota Ambon

Berita Terbaru