Menjaga Ketahanan Pangan “Ala” Lapas Wahai

- Redaksi

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com,- Wahai : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berupaya mensukseskan ketahanan pangan sebagai bentuk implementasi salah satu Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Tahapan usaha tani yang dilakukan kali ini yakni kegiatan pemupukan dan penyiraman tanaman yang bertujuan untuk meningkatkan hasil dan kualitas panen (Sabtu, 23/08/2025).

Kepala Lapas (Kalapas) Wahai Tersih Victor Noya mengatakan kegiatan tersebut adalah bagian penting dari proses pemberdayaan warga binaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program pembinaan kemandirian bagi warga binaan terus kami lakukan untuk mengembangkan potensi, memberikan bekal keterampilan, dan mempersiapkan mereka agar dapat kembali ke masyarakat secara produktif setelah bebas, sehingga mencegah mereka mengulangi tindak pidana,” terang Tersih.

Baca Juga :  RBPL HIPMI Maluku Konsolidasi Internal Hingga Kunci Arah Perjuangan

Selain itu, lanjut Tersih, program pembinaan tersebut juga bertujuan untuk membangun mental yang positif dan menumbuhkan rasa percaya diri.

“Dengan demikian maka secara langsung kita memberikan peluang reintegrasi yang lebih baik ke lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Adapun kegiatan pemupukan dan penyiraman tanaman jagung serta beberapa bibit sayuran yang dilakukan Lapas Wahai akhir pekan ini diproyeksikan untuk panen raya bulan Oktober mendatang.

“Untuk itulah kami intensif melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan usaha tani yang dilakukan agar memperoleh hasil maksimal yang berkualitas saat panen nanti,” ungkap Kalapas.

Salah satu warga binaan, ‘DS’, mengaku bersemangat dengan tanaman jagung yang sudah 15 hari tumbuh subur beserta sejumlah bibit tanaman lainnya itu.

Baca Juga :  Dibalik Hentaran Lima Keranjang ke Negeri Waraka

“Sesuai arahan dan semangat yang diberikan Bapak Kalapas, kami akan berupaya dengan kerja keras dan doa, semoga awal Oktober mendatang tanaman jagung, mentimun, pare, dan sawi sakata sudah bisa dipanen seluruhnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyatakan dukungan program pembinaan yang dilakukan jajarannya tak terkecuali Lapas Wahai.

“Kami mengapresiasi dan terus mendorong pengembangan pertanian termasuk di Lapas Wahai sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan yang bertujuan memberikan keterampilan, membentuk karakter, serta membekali warga binaan untuk reintegrasi sosial yang produktif,” tutup Ricky. (Tsy).

Berita Terkait

Demi Pendidikan SBB Lebih Merata, Jafar Siddiq Tempuh Jalur Kebijakan Nasional
Didukung Kemendagri, Hendrik Lewerissa Pacu Lima BUMD Jadi Aset Produktif Maluku
Latukaisupy Buka Jalan Legalitas Tambang Sinabar Huamual, Amdal Jadi Kunci
Jaga Kinerja Pemerintahan Tetap Optimal, Pemprov Maluku Proses Pengisian 79 Jabatan
Komando HAM Maluku Bantah Isu Bupati SBB Kerap ke Jakarta Tanpa Kepentingan Daerah
Walang Aspirasi Rakyat Maluku Apresiasi Inisiatif Pengelolaan Kayu Putih di Taniwel Timur
Menuju Administrasi Modern, Dukcapil SBB Hadirkan Layanan Akta Berbarcode
Musdes Desa Piru Tetapkan Arah Pembangunan 2027, Warga Terlibat Susun Program Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:48 WIT

Demi Pendidikan SBB Lebih Merata, Jafar Siddiq Tempuh Jalur Kebijakan Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:29 WIT

Didukung Kemendagri, Hendrik Lewerissa Pacu Lima BUMD Jadi Aset Produktif Maluku

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:50 WIT

Latukaisupy Buka Jalan Legalitas Tambang Sinabar Huamual, Amdal Jadi Kunci

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIT

Komando HAM Maluku Bantah Isu Bupati SBB Kerap ke Jakarta Tanpa Kepentingan Daerah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:07 WIT

Walang Aspirasi Rakyat Maluku Apresiasi Inisiatif Pengelolaan Kayu Putih di Taniwel Timur

Berita Terbaru