Primkopasindo Lapas Wahai Siap Gunakan QRIS

- Redaksi

Jumat, 22 Agustus 2025 - 09:53 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com,- Ambon : Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai bersiap untuk implementasi sistem pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode utama untuk transaksi.

Hal ini terlihat dari koordinasi sinergis dalam mendukung digitalisasi koperasi yang terus dibangun Lapas Wahai dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Wahai, Kamis (21/8).

Kepala Urusan Tata Usaha, Abdul Azis, sebagai Ketua Primkopasindo Lapas Wahai saat bertandang ke Kantor BRI Unit Wahai mengatakan koperasi berbasis QRIS adalah koperasi yang menerapkan sistem pembayaran nontunai. “Inisiatif kami ini bertujuan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan dalam transaksi koperasi, serta mendukung digitalisasi koperasi,” terangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Azis menambahkan penggunaan QRIS akan memudahkan akses dalam bertransaksi. “Setelah pihak BRI menyetujuinya, dalam waktu dekat petugas kami sebagai anggota koperasi diharapkan sudah dapat melakukan pembayaran atau transaksi menggunakan berbagai aplikasi keuangan digital yang mendukung QRIS,” harapnya.

Kepala Kantor BRI Unit Wahai, Cinthya Engko, mengatakan pihaknya secara aktif mendukung penerapan QRIS di Lapas Wahai. “QRIS adalah standadisasi pembayaran dari Bank Indonesia yang memastikan keamanan transaksi melalui kode QR. Manfaat penggunaan QRIS dalam memberikan kemudahan dan efisiensi dalam transaksi dapat diakses melalui berbagai program dan fitur yang ada di aplikasi BRImo. Kami akan segera memproses kebutuhan layanan perbankan ini untuk Lapas Wahai sebagai instansi pertama di Kecamatan Seram Utara yang menerapkannya. Semoga ke depan sinergi dan kerja sama ini dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Baca Juga :  Maluku Raih Penghargaan Terbaik I Akses Pendidikan, Kemendagri Beri Stimulan Rp2 Miliar

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan jajarannya terus berupaya meningkatkan pelayanan yang bukan hanya secara eksternal, tapi juga internal organisasi. “Penggunaan QRIS akan membantu menciptakan sistem transaksi yang lebih transparan karena setiap transaksi tercatat secara digital, mengurangi potensi kecurangan dan manipulasi pencatatan manual, peredaran uang palsu, serta hal negatif lainnya,” jelasnya.

 

Dari segi efisiensi, transaksi dengan QRIS juga lebih cepat dan mudah. “Baik bagi anggota koperasi maupun pengurus, akan dipermudah bertransaksi karena tidak lagi memerlukan uang tunai,” tambah Tersih.

Baca Juga :  Sambut Hari Pangan Sedunia Bulog Gelar Pasar Murah

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan dukungan atas langkah maju yang dilakukan Lapas Wahai. “Saya memberikan apresiasi atas penerapan QRIS yang akan diterapkan Lapas Wahai dalam digitalisasi Primkopasindo, sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk koperasi,” pujinya.

Ricky pun berpesan agar Primkopasindo Lapas Wahai terus berkembang secara Profesional, Responsif, Integritas, Modern dan Akuntabel (PRIMA) guna peningkatan kesejahteraan. “Jangan lupa peran lainnya dari Primkopasindo adalah sebagai jembatan pengembangan usaha yang menghubungkan hasil karya Warga Binaan dengan masyarakat agar kesejahteraan bukan hanya milik anggota, tetapi juga warga binaan,” pesannya.

Dengan adopsi QRIS, Primkopasindo Lapas Wahai diharapkan meningkatkan citra koperasi Pemasyarakatan sebagai unit lembaga yang PRIMA dan inovatif sesuai perkembangan teknologi di era digitalisasi.(Tsy)

 

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mosi Tidak Percaya Mengguncang Musda IV Golkar MBD, Pimpinan Kecamatan dan Ormas Pendiri Minta DPD I Ambil Alih
Statement Presiden, Pendidikan Gratis: Akankah Janji Besar Negara Menjangkau Maluku?
Tanjung Batu Merah Kembali Jadi Perhatian Pemerintah, Tamaela: Tutup Kembali
240 CPNS Pemkot Diminta Memahami Teori Terapkan Nilai-Nilai Dasar Pelayanan Masyarakat
SMPN 2 Ambon Mendukung Program Pol PP Terkait PENTAS
Saham 1 persen Ambil Alih, DPRD Ambon Pertanyakan RUPS PT. DSA Tak Kunjung Digelar
Terkait Mie Gacoan, Upulatu : Jika Masih Bau, Tutup Lagi
Pemkot Ambon Tegaskan P3K Wajib Taat Asas Dalam Bekerja

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 19:56 WIT

Mosi Tidak Percaya Mengguncang Musda IV Golkar MBD, Pimpinan Kecamatan dan Ormas Pendiri Minta DPD I Ambil Alih

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIT

Statement Presiden, Pendidikan Gratis: Akankah Janji Besar Negara Menjangkau Maluku?

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIT

Tanjung Batu Merah Kembali Jadi Perhatian Pemerintah, Tamaela: Tutup Kembali

Selasa, 22 September 2026 - 14:53 WIT

240 CPNS Pemkot Diminta Memahami Teori Terapkan Nilai-Nilai Dasar Pelayanan Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 14:39 WIT

Saham 1 persen Ambil Alih, DPRD Ambon Pertanyakan RUPS PT. DSA Tak Kunjung Digelar

Berita Terbaru