Dugaan Mark Up Terendus di Proyek Presevarsi Jalan Wailopong 

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com : AMBON,- Proyek preservasi jalan SP Lintas Seram – Wailopong di Kecamatan Seti, Seram Utara milik Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksana Jalan Nasional Maluku terendus diduga berbau mark up.

Dari hasil penelusuran media ini, proyek multiyear yang dimulai sejak tahun 2025 itu menyediakan anggaran sebesar Rp. 13.369.301.000,-

Diketahui yang baru dikerjakan oleh penyedia jasa, CV. Citra Mandiri Perkasa untuk tahun 2025 sejauh dua kilometer lebih dengan menghabiskan anggaran satu miliyar lebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjadi persoalannya, proyek jalan tersebut hanya pemadatan agregat, tidak ada pekerjaan pengaspalan.

Sementara untuk harga agregat yang berhasil diperoleh dari warga setempat lewat wawancara media ini, untuk harga satu ret truck sebanyak Rp.150.000, sedangkan untuk harga satuan agregat yang ditetapkan untuk satu kubik sebesar Rp. 700 juta sampai Rp. 900 juta.

Baca Juga :  Pemprov Maluku Dorong Ekowisata Sagu di SBT, Wujudkan Sapta Cita Gubernur dalam Sektor Pariwisata

Selisih harga yang cukup signifikan tersebut berpotensi terjadi mark up, selain itu agregat yang dipergunakan disinyalir bukanlah agregat kelas A.

Karena berdasarkan hasil pantauan apabila agregat kelas A, ditemukan masih banyaknya batu besar yang bertebaran dipinggiran jalan seusai pemadatan. Fakta lain yang terungkap proyek tersebut diatas jalan sudah diaspal lapen sebelumnya.

Bantahan dari BPJN Maluku

Secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan, Edwin Huwae yang dikonfirmasi lewat chat dan telepon whatsapp, membantah semua informasi tersebut.

Menurutnya, memang benar pekerjaan tersebut bersifat multiyear dimulai sejak tahun 2025 dan untuk untuk jumlah anggaran yang sudah realisasi sebesar satu miliayar rupiah lebih, itu untuk uang muka.

Baca Juga :  HUT ke-18, Gerindra Maluku: Dari Aksi Sosial Hingga Jalan Santai Massal di Ambon

Untuk tahun 2026, menurutnya, belum ada anggarannya dan masih diusulkan untuk tahun ini, namun harus bersyukur bahwa penyedia jasa mau mengerjakannya terlebih dahulu.

“Tahun ini belum ada anggarannya, lalu kita konfirmasi ke pusat, sementara dalam pengusulan, dari pusat minta kita kerja saja dulu. Seharusnya kita berterimakasih untuk penyedia jasa, dia sudah mau kerja tanpa ada uang,” cetus Huwae.

Sementara kaitan dengan informasi agregat kelas A, menurutnya penyedia jasa bukan mengambil langsung dari penambang lokal, tetapi melewati proses alt stone crusher (alat pemecah batu). (Atick.T) 

 

Berita Terkait

Mengenal Lebih Dekat 3 Kandidat Calon Sekot Ambon 
Guru Ambon Didorong Kuasai AI, Wali Kota: Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan
Komisi I Kawal Percepatan KPN Defenitif Hetive Besar dan Soya 
Ambon Perkuat Komitmen Wujudkan Lansia Sehat dan Produktif
WTP Diraih, Wali Kota Ambon Minta OPD Tuntaskan Temuan BPK Dalam 60 Hari
BULOG Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Jaga Stabilitas Harga
Wali Kota Instruksikan Dindik, DLHP dan Dishub Percepat Kerja Sama dengan FST Unpatti
BNI Serahkan 10 TPS untuk Dukung Kota Sehat

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:21 WIT

Mengenal Lebih Dekat 3 Kandidat Calon Sekot Ambon 

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:02 WIT

Guru Ambon Didorong Kuasai AI, Wali Kota: Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:30 WIT

Komisi I Kawal Percepatan KPN Defenitif Hetive Besar dan Soya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:00 WIT

Ambon Perkuat Komitmen Wujudkan Lansia Sehat dan Produktif

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:42 WIT

WTP Diraih, Wali Kota Ambon Minta OPD Tuntaskan Temuan BPK Dalam 60 Hari

Berita Terbaru

AMBON

Mengenal Lebih Dekat 3 Kandidat Calon Sekot Ambon 

Senin, 15 Jun 2026 - 15:21 WIT