Pemkot Ambon Matangkan RDTR Dua Kawasan Prioritas

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 16:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com : AMBON,-  Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menggelar Konsultasi Publik II Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk dua kawasan prioritas, yakni Baguala–Leitimur Selatan serta Semenanjung Nusaniwe–Soya. Forum ini menjadi langkah penting dalam menyempurnakan dokumen tata ruang yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall, Pacific Hotel Ambon, Senin (13/077/2026), dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim penyusun, akademisi, pemerintah negeri dan desa, organisasi profesi, komunitas, hingga pelaku usaha.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rustam Simanjuntak, menegaskan bahwa konsultasi publik merupakan bagian penting dalam memastikan dokumen RDTR dan KLHS disusun secara komprehensif, transparan, dan sesuai kebutuhan daerah.

Menurutnya, berbagai masukan yang diperoleh pada konsultasi publik pertama pada Desember 2025 telah menjadi dasar penyempurnaan substansi kajian, termasuk identifikasi isu pembangunan berkelanjutan dan tantangan lingkungan hidup yang dihadapi Kota Ambon.

“Berbagai masukan yang disampaikan pada konsultasi publik pertama menjadi bahan penting dalam proses identifikasi dan perumusan isu pembangunan berkelanjutan, penyempurnaan substansi kajian, serta penajaman terhadap berbagai tantangan lingkungan hidup dan pembangunan yang perlu mendapat perhatian,” ujar Rustam.

Pemkot Ambon juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Karena itu, seluruh peserta diharapkan memberikan kritik, saran, serta masukan berbasis kondisi riil di lapangan agar dokumen RDTR mampu meminimalkan risiko bencana sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem.

Baca Juga :  Kodam XV Terkesan Abaikan Tanggungjawab Korban Lakalantas Truck TNI

Wali Kota menilai perbedaan pandangan dalam forum merupakan hal yang wajar selama seluruh masukan dapat dikelola secara konstruktif demi menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas, implementatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui konsultasi publik kedua ini, Pemkot Ambon menargetkan terbangunnya kesepahaman bersama dalam penyempurnaan dokumen KLHS dan integrasinya ke dalam RDTR Kawasan Baguala–Leitimur Selatan serta Kawasan Semenanjung Nusaniwe–Soya, sebagai pedoman pembangunan kota yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di masa mendatang. (Oliv)

Berita Terkait

Wattimena : Pelantikan Sekot Tunggu Pertek BKN
Mantan Napi Kasus PETI Masuk Proyek Unpatti, Soamole Sebut Integritas Kampus Dipertaruhkan
Damkar Ambon Gelar Diklat Seminggu untuk Pembentukan Karakter Personel
Dishub Ambon dan Maxim Perkuat Keselamatan Berlalu Lintas, Serahkan 10 Road Barrier
Implementasi Smart City Capai 3,6 ℅, Ambon “go” Bertransformasi Digital
Rencana Pengukuran Tanah di Passo Mendapat Perlawanan 
Wali Kota Soroti Akurasi Data Kemiskinan dan Digitalisasi Bansos Dinsos
Rahakbauw Ancam Pimpinan Kecamatan Golkar Kota Ambon, Alihkan Dukungan Kepada Toisuta

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 17:04 WIT

Wattimena : Pelantikan Sekot Tunggu Pertek BKN

Senin, 13 Juli 2026 - 16:41 WIT

Pemkot Ambon Matangkan RDTR Dua Kawasan Prioritas

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIT

Mantan Napi Kasus PETI Masuk Proyek Unpatti, Soamole Sebut Integritas Kampus Dipertaruhkan

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:17 WIT

Dishub Ambon dan Maxim Perkuat Keselamatan Berlalu Lintas, Serahkan 10 Road Barrier

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:18 WIT

Implementasi Smart City Capai 3,6 ℅, Ambon “go” Bertransformasi Digital

Berita Terbaru

AMBON

Wattimena : Pelantikan Sekot Tunggu Pertek BKN

Senin, 13 Jul 2026 - 17:04 WIT

AMBON

Pemkot Ambon Matangkan RDTR Dua Kawasan Prioritas

Senin, 13 Jul 2026 - 16:41 WIT