Gardamaluku.com : AMBON — Pihak Kodam XV Pattimura terkesan mengabaikan tanggungjawab pengobatan kepada korban kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) seorang pelajar perempuan berusia 14 tahun berinisial SKP, mengalami luka berat akibat lakalantas dengan kendaraan truk militer di Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Batu Merah, Kota Ambon, Jumat (06/03/2026) sekitar pukul 18.30 WIT.
Akibatnya korban yang merupakan siswi kelas IX SMP Negeri 6 Ambon itu sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif, terhitung satu bulan lebih sejak kejadian.
Menurut keluarga korban, lakalantas terjadi saat iring-iringan truk militer yang mengangkut calon siswa (CASIS) TNI melintas di lokasi yang dikenal padat lalu lintas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kondisi jalan yang ramai dan terdapat titik putar balik (U-turn), salah satu truk yang dikemudikan Sulaiman Laitupa bersenggolan dengan sepeda motor ojek online (Maxim) yang ditumpangi korban dan dikendarai Jhon Soumury.
Akibatnya, sepeda motor yang ditumpangi korban kehilangan keseimbangan hingga korban terjatuh ke badan jalan dan terlindas truk TNI tersebut.
“Dari rekaman CCTV yang kami peroleh menunjukkan bahwa kendaraan truk itu yang menyenggol sepeda motor yang ditumpangi anak kami. Dan itu bukan dari arah belakang, melainkan depan truk. Dan setelah menyenggol dan melindas anak kami, truk tersebut tidak berhenti. Sopir truk justru tetap melanjutkan perjalanan bersama rombongan,”ujar Ibu korban, Mariska Muskita (41), di Ambon, kepada awak media Rabu, (15/04/2026).
Pasca peristiwa itu, Mariska mengaku bahwa
Korban pertama kali dilarikan warga ke RS. Bhayangkara, kemudian dirujuk ke RS. Siloam Ambon pada hari yang sama dalam kondisi kritis.
Ditengah perawatan intensif di rumah sakit, korban sempat menyampaikan kondisi yang dialaminya kepada sang ibu.
“Ma, oto truck tentara yang muat CASIS giling Kia” ungkap ibu korban mengulangi kalimat korban gunakan dialeg Ambon.
Lanjut ibu korban, sekitar 07/03/2026, korban menjalani operasi darurat oleh tiga dokter spesialis dengan kondisi hemoglobin (HB) sekitar 4.
“Dengan diagnosa, pendarahan hebat pada organ hati, cedera serius pada panggul dan pangkal paha, dan pembengkakan pada organ otak,” tutur Mariska.
Kemudian pada 08/03/2026, korban dirujuk ke RSUP Leimena karena keterbatasan tenaga medis spesialis di RS sebelumnya.
Sejak dirawat, korban telah menjalani tindakan medis intensif, termasuk lebih dari 40 kantong transfusi darah dan CT Scan kepala korban karena sempat mengalami kejang akibat pembengkakan pada otak
“Anak saya dilindas, tapi Puji TUHAN anak saya selamat. Itu Mujizat TUHAN,” ujar Mariska.
Korban juga menjalani operasi lanjutan pada organ hati pada 12/03/2026 serta operasi ortopedi berupa pemasangan pen pada panggul dan pangkal paha pada 30 Maret 2026. Dan hingga kini, korban masih dirawat di RSUP Leimena Ambon.
Ia mengaku kecewa dengan pihak Kodam XV Pattimura yang sebelumnya menyatakan akan menanggung biaya pengobatan korban hingga sembuh total, namun tidak direalisasi sepenuhnya.
“Memang sejumlah bantuan telah mereka berikan, seperti santunan dari unsur pimpinan TNI dan panitia CASIS, itu sekitar Rp.25 juta.
Dukungan logistik serta donor darah dari satuan TNI. Serta bantuan dari pihak lain,”terangnya.
“Pernyataan pihak TNI akan bertanggungjawab sampai pulih dan sembuh itu di mana? Anak saya bukan binatang, lalu datang beri santunan setelah itu tidak ada lagi. Kami sudah sebulan lebih di rumah sakit? Hanya Danrem saja yang datang menjenguk, Pangdam tidak,”ujar Mariska kecewa.
Meski demikian, Mariska dan keluarganya berterima kasih atas bantuan awal yang telah diberikan. Namun, menurutnya, kondisi anaknya masih membutuhkan perhatian serius dalam jangka panjang.
“Kami berharap ada tanggung jawab yang berkelanjutan, tidak hanya pengobatan saat ini, tetapi juga jaminan masa depan anak kami,” ujarnya.
Keluarga berharap adanya pengobatan lanjutan hingga pulih total, rehabilitasi medis jangka panjang, pendampingan psikologis, jaminan pendidikan, dukungan masa depan korban.
Selain itu, keluarga juga meminta perhatian dari pihak penyedia layanan transportasi Maxim untuk meningkatkan perlindungan keselamatan penumpang serta memberikan dukungan tambahan bagi korban.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi persoalan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menyangkut masa depan seorang anak yang kini tengah berjuang untuk pulih.
Keluarga berharap seluruh pihak dapat menunjukkan tanggung jawab bersama secara berkelanjutan agar masa depan korban tetap terjamin.
Mariska mengungkapkan, bahwa di tengah kondisi yang masih lemah, anaknya tetap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 6–7 April 2026 dari ruang perawatan.
“Dia mengerjakan ujian matematika dan bahasa Indonesia sambil menahan rasa sakit, bahkan sempat menangis, namun tetap berusaha menyelesaikan ujian,” kenang Mariska.
Pihak Kodam XV/Pattimura Berikan Klarifikasi
Terkait insiden tersebut, pihak Kodam XV/Pattimura mengklarifikasi dengan mengeluarkan pernyataan yang terkesan pembelaan kepada pihak mereka.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XV/Pattimura, Kolonel Inf. Heri Krisdianto mengatakan insiden tersebut bukan tabrak lari.
“Narasi tabrak lari yang beredar di media sosial adalah tidak benar,” katanya dalam keterangan pers ini yang dibagikan dalam grup mitra pers dan penerangan Kodam XV/Pattimura.
Diterangkan berdasarkan kronologi versi Kodam, peristiwa bermula sekitar pukul 18.30 WIT saat konvoi truk TNI AD yang mengangkut calon siswa (casis) bergerak dari RS dr. J.A. Latumenten menuju Rindam XV/Pattimura dengan pengawalan Polisi Militer.
Setibanya di depan kantor Jasa Raharja, sebuah sepeda motor ojol yang dikendarai pria berinisial JS (49) diduga mencoba masuk ke jalur konvoi.
Motor tersebut kemudian bersenggolan dengan bagian belakang truk terakhir dalam rombongan, sehingga pengendara dan penumpangnya terjatuh.
“Pengemudi truk awalnya tidak menyadari kejadian tersebut. Namun setelah diberitahu pengendara lain, pengawal sempat menghentikan konvoi di Jembatan Merah Putih untuk menunggu konfirmasi,” jelas Kapendam.
Namun karena pengendara ojol tidak kunjung datang, rombongan kendaraan akhirnya melanjutkan perjalanan.
Akibat kecelakaan tersebut, penumpang motor berinisial SKP, seorang pelajar SMP, mengalami patah tulang pada pangkal paha kiri.
“Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” imbuhnya.
Sementara kaitan dengan tanggungjawab pihak Kodam XV/Pattimura, dikatakan lanjut, telah mengambil langkah sebagai bentuk tanggung jawab, termasuk menjenguk korban dan memastikan biaya pengobatan ditanggung hingga sembuh.
“Kami sangat prihatin dan mendoakan agar korban segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” ujar Heri Krisdianto.
Selain tiu, Kodam XV masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi truk maupun pengemudi ojol untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Ia juga mengingatkan, pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, termasuk memberikan prioritas kepada kendaraan yang sedang dalam pengawalan petugas sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Percayakan proses penanganan kepada pihak berwenang agar situasi tetap kondusif,” jelas Kapendam XV. (Atick.T)


















