Ancaman Aksi Massa, Rencana Penjagaan Ketat Aparat di Perempatan Batalyon, Warga Lermatang Siap Turun Jalan

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:49 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

ILUSTRASI

i

ILUSTRASI

TANIMBAR, GARDA-MALUKU.COM, – Suasana di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kembali memanas. Masyarakat yang merasa terusir dan terancam haknya atas tanaman tumbuh (tatanaman) mengancam akan melakukan aksi penolakan besar-besaran.

Rencana penempatan personil keamanan di Perempatan Batalyon 734/SNS untuk menghalangi aktivitas warga disebut sebagai pemicu utama kemarahan yang kini berpotensi meledak.

Mulai malam ini, pengamanan gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP resmi diterjunkan di titik strategis Perempatan Batalyon 734/SNS serta di kawasan Desa Lermatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuan operasi ini dinyatakan untuk menghentikan semua kegiatan mobilisasi tatanaman menuju lokasi proyek 662 hektar. Namun, bagi warga, langkah ini dianggap sebagai bentuk pembungkaman yang tidak bisa diterima.

Baca Juga :  Fatlalon Digiring ke "Hotel Prodeo"

“Kami tau siapa punya tanaman-tanaman yang diangkut pakai dump truck setiap hari. Masyarakat tidak punya uang untuk pakai dump truck dalam jumlah banyak. Jangan yang lain sudah dimuat, lalu kami coba-coba halangi,” seru salah satu tokoh masyarakat kepada media, Jumat (24/7/2026).

“Masyarakat sudah puas dengan pendataan sebelumnya, tapi TIMDU yang sekarang malah main mulai buat polemim. Kalau aparat terus memojokkan kami, kami akan turun ke jalan,” ancam warga dengan nada berapi-api.

Penempatan personil di perempatan batalyon yang dikenal sebagai pintu masuk utama menuju lokasi proyek dinilai warga sebagai upaya untuk menekan masyarakat dan membuat masyarakat marah.

Warga membandingkan proses pendataan pra-groundbreaking yang berlangsung aman dan membuat masyarakat senang, dengan kondisi saat ini yang justru dipenuhi gesekan.

Baca Juga :  Korupsi Dana Hibah Pembangunan Gereja Santo Michael Meyano Bab Mulai Disidangkan 

Kondisi ini diperparah dengan minimnya sosialisasi dari pemerintah mengenai standar penilaian tanaman. Masyarakat mengeluhkan pengurangan jumlah tanaman yang tidak masuk akal, tanpa pernah ada penjelasan resmi sebelumnya.

“Halangi masyarakat untuk apa? Kenapa saat ramai-ramai Dump Truck pulang balik muat, tidak cepat dihalangi?” keluh warga.

Keputusan untuk melakukan penjagaan personil di perempatan Batalyon menjadi ujian bagi hubungan antara masyarakat adat dan pemerintah. Jika tidak dikelola dengan komunikasi yang baik, ancaman aksi yang dilontarkan warga bisa menjadi ledakan sosial baru di Tanimbar.

“Jangan buat sampai Timdu dubuat lari ke hutan,” tutup sumber.

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi PDIP Dukung Aksi Save Hutan Yamdena, Jidon Kelmanutu, “Ini Gerakan Moral Anak Tanimbar”
Petrus Werembinan, “Pulau Kecil Tanimbar Menanggung Beban Lingkungan Terlalu Besar”
Ultrapetita dan Obscurum Libellum, Dua Asas yang Bikin Eksekusi Tanah Saumlaki Layak Ditangguhkan
FH UNLESA Kembali Luluskan Sarjana Hukum, Dekan Titip Pesan Integritas
Tanah, Tanaman dan Harapan Warga Lermatan
Anjangsana TNI di Gereja Paroki Olilit Barat,  RD. Pnosio: TNI Hadir, Warga Tanimbar Merasa Terlindungi
Fredek Kormpaulun: KJPP Jangan Datang Sendiri, Libatkan Tim Pendataan Subjek dan Objek
Danlanal Saumlaki dan Vikep KKT Duduk Semeja, Merajut Sinergi demi Tanimbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIT

Fraksi PDIP Dukung Aksi Save Hutan Yamdena, Jidon Kelmanutu, “Ini Gerakan Moral Anak Tanimbar”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:13 WIT

Petrus Werembinan, “Pulau Kecil Tanimbar Menanggung Beban Lingkungan Terlalu Besar”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIT

Ultrapetita dan Obscurum Libellum, Dua Asas yang Bikin Eksekusi Tanah Saumlaki Layak Ditangguhkan

Kamis, 24 September 2026 - 02:18 WIT

FH UNLESA Kembali Luluskan Sarjana Hukum, Dekan Titip Pesan Integritas

Rabu, 23 September 2026 - 14:12 WIT

Tanah, Tanaman dan Harapan Warga Lermatan

Berita Terbaru

Opini

Maluku Jangan Hanya Menjadi Penonton di Negeri Sendiri

Kamis, 8 Okt 2026 - 10:08 WIT