Lermatang, TANIMBAR, Trending-Maluku.com, — Lembaran sejarah baru bagi Tanimbar akan segera terukir. Gubernur Maluku bersama Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku memastikan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang akan berlangsung pada 14-16 Juli 2027.
Kehadiran para petinggi provinsi di Tanimbar ini menjadi representasi lengkap kehadiran negara untuk mengawal langsung proyek energi terbesar di kawasan timur Indonesia.
Peninjauan lokasi yang dilakukan pada Jumat (26/6/2026) dipimpin Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, didampingi Wakil Gubernur Maluku, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudi Irmawan, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, Dankodaeral IX Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, serta jajaran Forkopimda Provinsi Maluku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen Penuh Jaga Stabilitas dan Keamanan
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan komitmen TNI untuk menjamin keamanan pelaksanaan pembangunan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
“Keamanan dan stabilitas wilayah merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan proyek strategis nasional ini. Kita ingin memastikan situasi tetap aman dan terkendali sebagai jaminan utama keberhasilan kegiatan,” tegas Pangdam.
Senada dengan Pangdam, Kapolda Maluku menegaskan bahwa Blok Masela bukan sekadar proyek pembangunan di Maluku, melainkan investasi strategis nasional yang memiliki dampak besar bagi masa depan energi Indonesia.
“Keamanan merupakan faktor penting dalam menciptakan kepastian investasi. Polda Maluku berkomitmen mengawal seluruh tahapan pembangunan Blok Masela secara profesional,” ujar Irjen Pol. Dadang Hartanto.
Blok Masela: Penggerak Ekonomi Baru Kawasan Timur Indonesia
Proyek ladang gas raksasa Abadi di Blok Masela yang berstatus Proyek Strategis Nasional ini ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027, setelah tertunda selama puluhan tahun.
Dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitranya, proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan bahwa pemerintah bersama para pemangku kepentingan berkomitmen penuh mengawal proyek ini.
Selain meninjau lokasi pembangunan, rombongan Forkopimda juga melihat langsung pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat serta progres pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Lermatang.
Himbauan untuk Masyarakat: Jaga Kondusifitas, Tolak Provokasi
Pangdam mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terprovokasi oleh isu-isu tidak bertanggung jawab dari pihak-pihak yang berusaha menghambat jalannya proyek strategis nasional di Tanimbar.
“Apabila masih terdapat hambatan, mari kita selesaikan dengan baik demi mempercepat pembangunan yang pada akhirnya akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Pangdam.
Kehadiran lengkap Forkopimda Maluku di lokasi menjadi bukti nyata sinergi dan komitmen pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam mengawal setiap tahapan pembangunan PSN Blok Masela.
Proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun Provinsi Maluku secara umum.


















