Rumah Inspirasi dan PWI SBB Akan Gelar Dialog Mengulik Isu Tambang dan Politik

- Redaksi

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 18:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Piru, GardaMaluku.com– RUMAH Inspirasi dan Literasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) akan menggelar Dialog Publik mengulik isu Tambang dan Politik di kabupaten SBB.

Hal ini diakui direktur Rumah Inspirasi dan Literasi, Muhammad Fahrul Kaisuku melalui siaran pers, Jumaat (04/10).

Dikatakan, inisiasi pihaknya menggelar dialog selain dalam rangka memeriahkan pentahapan Pilkada 2024 dengan nilai nilai edukasi juga sekaligus mempertegas komitmen Pilkada Damai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita akan berkolaborasi dengan PWI SBB. Mulanya mau dibikin tanggal 5 hari Sabtu, tapi karena ada kendala teknis, perihal kesediaan waktu narasumber makanya kita undur dan menyesuaikan. Tema dialog publik kita yakni, Potensi SBB Sebagai Arena Perselingkuhan Politik Bisnis Aktor Lokal,” akui Kaisuku.

Kaisuku menjelaskan, isu tambang menjadi lagu wajib dan terus digiring dalam setiap perhelatan Pilkada, dari tahun ke tahun. Pasca Pilkada isu itu hilang bak ditelan bumi.

“Sehingga ini menjadi atensi kita bersama. Potensi potensi itu mestinya jangan hanya dijadikan komoditi politik tertentu melainkan dapat bermanfaat bagi rakyat SBB umumnya. Kita tahu sendiri, ekonomi kabupaten tercinta kita ini lagi tidak baik baik saja,” terang Kaisuku.

Baca Juga :  Melaju Mulus, Steven Risakotta Lolos Administrasi Calon Ketua Golkar Ambon

Kaisuku mengutip slogan yang disiarkan British Broadcasting Corporation (BBC). Dimana ada tambang, di situ ada penderitaan warga. Di mana ada tambang, di situ ada kerusakan lingkungan, tidak akan bisa berdampingan. Kecuali kesepakatan saling menguntungkan masyarakat lokal. Bukan coporasi.

Laporan dari Indonesia yang ditulis BBC, menyebutkan, dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, ada jejak konflik sosial dan kerusakan lingkungan di wilayah lingkar
pertambangan.

“Kami ingin menggambarkan ilustrasi sederhana pada perusahan yang secara umum tidak merusak alam seperti komoditi Pisang Abaka di kecamatan Seram Barat. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, dan sejumlah orang luka-luka akibat mempertahankan tanah dari leluhurnya. Tidak hanya kerugian jiwa manusia, melainkan pula, kerugian materil. Petani cengkeh, mengeluh, kebun warga tergerus. Urusan periode ke periode tidak tuntas dari masa ke masa. Perpindahan tapuk kepemimpinan kabupaten berganti-ganti, masih juga sama, ketidak puasan. Ini nyata.”

Baca Juga :  Kemenag Disemangati Raih Embarkasi Haji Penuh: Ikhtiar Maluku Wujudkan Pelayanan Bermartabat

“Apalagi mau bicara Minerba di SBB. Masyarakat terkesan dicekoki dengan gula-gula cepat kaya. Masyarakat terkesan dibodohi bodohi. Pemerintah juga terksean apatis. Paket komplit pokoknya di SBB ini,” tambah Kaisuku menjelaskan.

Sementara Sekretaris PWI SBB, Yonli Mellay mengakui adanya kolaborasi bersama satu satunya LSM Rumah Inspirasi yang bermarkas di negeri Iha Kulur tersebut.

Menurut Yonly, pihaknya mendukung karena misi utamanya adalah menebar virus virus baik terhadap pola pikir masyarakat SBB melalui SBB.

“Memang kami tidak dapat menjangkau ke semua tempat karena keterbatasan ini. Tapi melalui media dunia bisa tahu. Bukan saja kabupaten kita SBB,” jelas Yonly.

Yonly menegaskan, prinsipnya, pihaknya akan mendukung program program berbasis pendidikan literasi, politik dan lain lain demi SBB berkemajuan.

“Kita tetap punya agenda utama lainnya yakni Komitmen Deklarasi Bersama Pilkada Damai 2024,” pungkas Yonly.****

Berita Terkait

Mantan Napi Kasus PETI Masuk Proyek Unpatti, Soamole Sebut Integritas Kampus Dipertaruhkan
Jelang Usia “Perak” Demokrat Kota Ambon Gelar Gerakan Indonesia ASRI
BPBL Ambon Distribusikan 400 Kg. Bibit Rumput Laut Hasil Kultur Jaringan ke MBD
Rajut Harmoni, Gerindra Maluku dan Relawan LAWAMENA Pererat Silaturahmi 
Sudah Muak, Pedagang Mardika: Pemerintah Usir Saja Pedagang Liar
FKP 2026 BPBL Ambon Diharapkan Dapat Meningkatkan Kualitas Sektor Perikanan
Rahakbauw Ancam Pimpinan Kecamatan Golkar Kota Ambon, Alihkan Dukungan Kepada Toisuta
Dorong Kebijakan Afirmatif, Lekransy Usulkan Dana Khusus untuk Daerah Kepulauan

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIT

Mantan Napi Kasus PETI Masuk Proyek Unpatti, Soamole Sebut Integritas Kampus Dipertaruhkan

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:14 WIT

Jelang Usia “Perak” Demokrat Kota Ambon Gelar Gerakan Indonesia ASRI

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:13 WIT

BPBL Ambon Distribusikan 400 Kg. Bibit Rumput Laut Hasil Kultur Jaringan ke MBD

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:35 WIT

Rajut Harmoni, Gerindra Maluku dan Relawan LAWAMENA Pererat Silaturahmi 

Senin, 6 Juli 2026 - 19:30 WIT

Sudah Muak, Pedagang Mardika: Pemerintah Usir Saja Pedagang Liar

Berita Terbaru

AMBON

Wattimena : Pelantikan Sekot Tunggu Pertek BKN

Senin, 13 Jul 2026 - 17:04 WIT

AMBON

Pemkot Ambon Matangkan RDTR Dua Kawasan Prioritas

Senin, 13 Jul 2026 - 16:41 WIT