Tuduhan Bringas ke Walikota, KNPI Maluku Ingatkan Etika dan Soroti Dampak Sosial

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:19 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon, GardaMaluku.com— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku mengecam keras beredarnya narasi dan seruan aksi sejumlah aktivis di Kota Ambon yang dinilai meresahkan masyarakat, mencederai etika intelektual, serta berpotensi merusak tatanan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Kecaman tersebut disampaikan fungsionaris DPD KNPI Maluku, Mario Kakisina, kepada wartawan di Ambon, Selasa (27/1/2026), menyikapi beredarnya pamflet dan konten digital yang secara terbuka menuding Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, terkait dugaan penerimaan retribusi dari aktivitas tambang ilegal.

Menurut Mario, tuduhan yang disebarkan secara masif melalui media sosial, grup percakapan digital, hingga ruang-ruang diskusi publik tidak hanya membangun opini sepihak, tetapi juga menciptakan kegaduhan sosial yang berpotensi memecah kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum dan pemerintahan yang sah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam konteks sosial, narasi semacam ini berbahaya karena membentuk persepsi publik sebelum fakta diuji. Dampaknya bukan hanya pada individu yang dituduh, tetapi juga pada stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” ujar Mario.

Ia menilai, pola penyampaian tuduhan tanpa dasar hukum yang jelas mencerminkan kemunduran etika intelektual dalam ruang publik.

Kritik yang seharusnya berbasis data dan nalar, justru berubah menjadi tuduhan emosional yang berpotensi menyesatkan opini dan mereduksi makna perjuangan aktivisme itu sendiri.

Baca Juga :  Dugaan Penganiayaan Berat terhadap Pemuda 18 Tahun di Ambon, Keluarga Desak Polda Maluku Segera Tangkap Pelaku

“Etika intelektual menuntut kejujuran berpikir, ketepatan data, dan tanggung jawab moral. Ketika tuduhan dilempar tanpa verifikasi, maka yang terjadi bukan pencerahan publik, melainkan manipulasi kesadaran sosial,” tegasnya.

Mario mengingatkan bahwa dalam negara hukum, setiap tuduhan harus disertai bukti yang sah serta diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, terlebih terhadap pejabat publik yang hingga kini belum pernah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Dalam aspek hukum, ia juga menyinggung Pasal 434 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur larangan penyebaran tuduhan tidak benar kepada publik dengan tujuan merugikan nama baik seseorang, dengan ancaman pidana penjara maksimal tiga tahun atau denda hingga Rp200 juta.

“Kebebasan berpendapat bukanlah kebebasan untuk menuduh. Demokrasi yang sehat justru menempatkan akal sehat dan tanggung jawab sebagai fondasi utama,” ujarnya.

DPD KNPI Maluku, lanjut Mario, tetap berada di garis depan dalam mendukung penegakan hukum terhadap praktik tambang ilegal di Maluku.

Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus dilakukan secara objektif dan tidak menjadikan individu atau jabatan publik sebagai sasaran tuduhan tanpa dasar yang kuat.

Baca Juga :  RDP Disperindag dan DPRD Maluku Sepakati Penguatan Penataan Pasar Mardika Berbasis Data Akurat

“Melawan tambang ilegal adalah kewajiban moral. Tetapi membunuh karakter tanpa bukti adalah pelanggaran etika. Aktivisme yang kehilangan integritas intelektual justru akan merugikan perjuangan itu sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena sebelumnya telah menyampaikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.

Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tidak mengajarkan pembentukan narasi yang belum teruji kebenarannya.

Dalam klarifikasinya, Wali Kota menjelaskan perbedaan mendasar antara gratifikasi, yang merupakan pemberian kepada pribadi penyelenggara negara, dan retribusi, yang merupakan pungutan resmi kepada lembaga pemerintah berdasarkan regulasi perundang-undangan.

Wali Kota juga menegaskan bahwa apabila persoalan tersebut berlanjut ke jalur hukum, hal itu bukanlah bentuk sikap anti kritik, melainkan langkah konstitusional untuk melindungi nama baik pribadi dan keluarga dari tuduhan yang dinilai telah melampaui batas kritik dan mengarah pada pembunuhan karakter.

DPD KNPI Maluku berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan aktivis dan intelektual muda, dapat mengedepankan rasionalitas, etika publik, serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan aspirasi, demi menjaga kondusivitas sosial dan kualitas demokrasi di Kota Ambon.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi PDI Ambon Pertanyakan Anggaran Penanganan Karhutla Dishut Maluku, Upulatu : Kehadiran Pemprov Tidak Ada
Terkait Pembelian Solar Bersyarat, DPRD Tidak Segan Cabut Ijin Oprasional SPBU Yang Bandel
Karaoke Grand Palace dan Pub Diduga “Mutilasi” Hak Karyawan 
Wagub Maluku Buka Bakti TNI AD untuk Rakyat di MBD,
Monev Triwulan III BNPT, FKPT Maluku Tekankan Ketahanan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme
Pemkot Ambon Kukuhkan Dua Raja Definitif Tahun Ini
DPRD Ambon Minta Gubernur Maluku Selesaikan Permasalahan Galian C
Terkait Karhutla, Pemerintah Selalu Hadir Bagi Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:09 WIT

Fraksi PDI Ambon Pertanyakan Anggaran Penanganan Karhutla Dishut Maluku, Upulatu : Kehadiran Pemprov Tidak Ada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:02 WIT

Terkait Pembelian Solar Bersyarat, DPRD Tidak Segan Cabut Ijin Oprasional SPBU Yang Bandel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:52 WIT

Wagub Maluku Buka Bakti TNI AD untuk Rakyat di MBD,

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:35 WIT

Monev Triwulan III BNPT, FKPT Maluku Tekankan Ketahanan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:17 WIT

Pemkot Ambon Kukuhkan Dua Raja Definitif Tahun Ini

Berita Terbaru

Opini

Maluku Jangan Hanya Menjadi Penonton di Negeri Sendiri

Kamis, 8 Okt 2026 - 10:08 WIT