Perempuan Taniwel Fungsionaris DPD KNPI Bilang, Perempuan Tak Bisa Dinilai dari Penampilan ; PKK Kerja Nyata

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com : PIRU,- Sorotan sebagian warganet terhadap gaya berpakaian Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Ny. Yeni Rosbayani Asri, dinilai tidak seharusnya mengaburkan perhatian publik terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sedang dijalankan organisasi tersebut.

Belakangan ini media sosial dan WhatsApp Grup diramaikan komentar yang menyoroti penampilan Yeni Rosbayani saat mendampingi berbagai kegiatan pemerintahan maupun aktivitas sosial di daerah.

Bahkan sebagian komentar membandingkan gaya berpakaian tersebut dengan tren sosialita yang sempat viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sejumlah kalangan menilai diskursus yang terlalu menyoroti aspek penampilan pribadi tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah.

Fungsionaris DPD KNPI Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Orin Latue, menilai kritik terhadap pejabat publik merupakan hal yang wajar dalam ruang demokrasi.

Meski demikian, menurutnya kritik seharusnya diarahkan pada substansi kebijakan dan program kerja, bukan pada hal-hal yang bersifat personal.

“Perempuan yang aktif di ruang publik sering kali lebih dulu dinilai dari penampilannya, bukan dari kerja dan gagasannya. Padahal yang paling penting adalah dampak dari program yang dijalankan bagi masyarakat,” kata Orin kepada media ini.

Baca Juga :  PWPM Maluku Tantang OPD Lebih Transparan, Misi Pembangunan Lawamena Dinilai Belum Bergerak Serentak

Ia menegaskan bahwa perhatian publik sebaiknya diarahkan pada berbagai program pemberdayaan yang sedang didorong TP PKK SBB, terutama yang berkaitan dengan kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi perempuan.

Menurut Orin, upaya mendorong pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta penanganan stunting merupakan agenda penting yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kalau kita melihat programnya, ada upaya serius untuk menggerakkan pemberdayaan perempuan, memperkuat ekonomi keluarga, dan menangani persoalan stunting. Hal-hal seperti ini justru perlu mendapat perhatian dan dukungan bersama,” ujarnya.

Sejak menjalankan perannya sebagai Ketua TP PKK Kabupaten SBB, Yeni Rosbayani Asri memang mendorong sejumlah program yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Dalam kunjungan perdananya ke Gedung TP PKK Kabupaten SBB di Kota Piru pada Februari lalu, ia meninjau kondisi fasilitas sekaligus merumuskan arah program organisasi ke depan.

Salah satu fokus utama program tersebut adalah penanganan stunting, peningkatan kualitas gizi anak, serta penguatan peran ibu rumah tangga dalam kegiatan ekonomi produktif melalui pemberdayaan pelaku UMKM.

“Program kita nantinya melawan stunting, memberdayakan ibu-ibu pelaku UMKM, serta menjalin kerja sama dengan mereka. Kita juga akan membuat kontak dengan Majelis Taklim dan Pelwata,” ujar Yeni Rosbayani saat itu.

Baca Juga :  Mahasiswa IAKN Ambon Siap Mengabdi, MoU dengan Gasira Maluku Buka Ruang Kolaborasi

Selain program kesehatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga, TP PKK SBB juga mendorong penguatan identitas budaya daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat kebanggaan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Salah satu inisiatif yang digagas adalah pengembangan batik khas Seram Bagian Barat.

Selama ini daerah tersebut belum memiliki motif batik yang secara khusus merepresentasikan identitas lokal.

“Selama ini Kabupaten SBB belum memiliki batik khas. Oleh karena itu, kita akan dorong agar SBB punya batik khasnya sendiri,” kata Yeni.

Menurut Latue, langkah-langkah seperti ini menunjukkan bahwa organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.

“Perempuan bukan hanya bagian dari simbol seremonial. Mereka punya gagasan, kerja nyata, dan kontribusi penting dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap ruang publik dapat lebih bijak dalam menilai peran perempuan di ruang kepemimpinan.

“Kritik itu penting, tapi jangan sampai kita justru mereduksi perempuan hanya dari apa yang mereka kenakan, bukan dari apa yang mereka kerjakan,” pungkas Latue. (Atick)

Berita Terkait

Walang Aspirasi Rakyat Maluku Apresiasi Inisiatif Pengelolaan Kayu Putih di Taniwel Timur
Menuju Administrasi Modern, Dukcapil SBB Hadirkan Layanan Akta Berbarcode
Musdes Desa Piru Tetapkan Arah Pembangunan 2027, Warga Terlibat Susun Program Prioritas
IWAPI MBD Soroti Biaya Transportasi Tinggi: Minta Pemprov Perkuat UMKM Kepulauan
RAKERDA II IWAPI MALUKU: Perkuat Perempuan Pengusaha, Dorong Ekonomi Daerah
16 Besar Masawoy Cup 2026 Dimulai, Manipa Bersiap Semarakkan Kemerdekaan Lewat Sepak Bola
Polisi Mengajar di SDH Ambon, Ditresnarkoba Polda Maluku Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini
Delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik, Bupati Asri Arman Perkuat Mesin Birokrasi Pemkab SBB

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:07 WIT

Walang Aspirasi Rakyat Maluku Apresiasi Inisiatif Pengelolaan Kayu Putih di Taniwel Timur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:11 WIT

Menuju Administrasi Modern, Dukcapil SBB Hadirkan Layanan Akta Berbarcode

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Musdes Desa Piru Tetapkan Arah Pembangunan 2027, Warga Terlibat Susun Program Prioritas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:18 WIT

IWAPI MBD Soroti Biaya Transportasi Tinggi: Minta Pemprov Perkuat UMKM Kepulauan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:15 WIT

RAKERDA II IWAPI MALUKU: Perkuat Perempuan Pengusaha, Dorong Ekonomi Daerah

Berita Terbaru