GardaMaluku.com : AMBON,– Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Ambon menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) selama satu minggu di Balai Penyuluhan Perikanan Kota Ambon. Kegiatan yang difokuskan pada pembentukan karakter personel ini diikuti oleh total 247 peserta.Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, merincikan bahwa ratusan peserta tersebut terdiri dari 145 personel 48 CPNS dan 54 P3K Rencananya, agenda intensif ini akan ditutup langsung oleh Penjabat Wali Kota Ambon.
“Fokus utama kegiatan ini adalah mendidik dan melatih setiap personel. Bukan hanya tentang bagaimana menggunakan peralatan atau bekerja dalam tim, tetapi juga membentuk karakter kuat agar mereka siap mengemban tugas dan tanggung jawab besar dalam pemadam kebakaran dan penyelamatan,” tegas Hehamahua saat diwawancarai oleh awak media.
Dibalik upaya peningkatan kapasitas ornamen pasukannya, Hehamahua tidak menampik adanya tantangan besar dalam hal sarana dan prasarana. Saat ini, Damkar Ambon masih sangat membutuhkan tambahan armada operasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sempat menerima bantuan satu unit armada dari Pemprov DKI Jakarta. Namun, saat ini kami masih kekurangan sekitar tujuh unit armada lagi. Pengadaannya memang tidak mudah karena harga satu unitnya bisa mencapai Rp1,8 miliar, bahkan bisa melonjak seiring kenaikan kurs dolar,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait keterlambatan penanganan di beberapa wilayah, Hehamahua jelaskan pihaknya mengandalkan sistem zonasi melalui tiga pos siaga. Ia mencontohkan, jika terjadi kebakaran di wilayah Suli, maka pos terdekatlah yang akan langsung bergerak melakukan penanganan awal.
“Di pos wilayah tersebut kami menyiagakan dua unit. Satu unit dalam posisi perawatan berkala, dan satu unit lainnya siap tempur (on standby). Komisi III DPRD juga sempat menyoroti bahwa kendaraan operasional yang kami gunakan selama ini merupakan barang hibah, dan kami belum pernah membeli unit baru. Meski demikian, kami bersyukur seluruh armada yang ada masih bisa difungsikan dengan sangat baik sampai saat ini,” pungkas Hehamahua. (Tsy)


















