BTN Ambon Gantung Pensiunan Tual-Malra di Bulan Merdeka, Ketidakpastian Gaji dan Tanpa Penjelasan Resmi

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:01 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

GardaMaluku.com, Tual: Di saat masyarakat Indonesia merayakan Bulan Kemerdekaan dengan berbagai kegiatan dan semangat kebangsaan, sejumlah pensiunan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara justru mengaku belum merasakan “kemerdekaan” dari ketidakpastian ekonomi.

Hingga saat ini, Jumat (21/08) gaji pensiun yang biasanya diterima pada awal bulan melalui Bank Tabungan Negara (BTN) belum juga cair.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan pensiunan yang selama ini mengandalkan dana pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari kebutuhan pangan hingga biaya kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang pensiunan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku telah beberapa kali mendatangi Kantor Pos untuk menanyakan pencairan gaji pensiun.

Namun, jawaban yang diterima selalu sama, yakni dana belum tersedia.

“Saya sudah bolak-balik ke Kantor Pos, tetapi petugas bilang uangnya belum ada. Kami hanya bisa menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.

Menurutnya, selama bertahun-tahun pembayaran gaji pensiun berjalan normal dan diterima pada tanggal 1 hingga 4 setiap bulan. Namun pada bulan ini, keterlambatan terjadi tanpa adanya informasi resmi yang diterima para pensiunan.

Diketahui, sejak tahun 2019 BTN aktif menawarkan fasilitas kredit kepada para penerima pensiun di wilayah Maluku Tenggara.

Baca Juga :  Di Bawah Rintik Hujan, Pangdam XV/Pattimura Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Ambon

Banyak pensiunan kemudian menjadi nasabah kredit BTN dan menerima pembayaran pensiun melalui bank tersebut.

Namun setelah kantor BTN di Maluku Tenggara ditutup dan pelayanan dipusatkan di Ambon pada tahun 2023, sebagian pembayaran dana pensiun dititipkan melalui Kantor Pos. Akibatnya, para pensiunan kini bergantung pada informasi yang diterima dari Kantor Pos terkait pencairan dana mereka.

Sham Kei, keluarga salah satu nasabah pensiunan, menyayangkan belum adanya penjelasan resmi dari pihak BTN terkait keterlambatan tersebut.

“Kasihan mereka. Sebagian besar sudah lanjut usia dan sangat bergantung pada dana pensiun untuk kebutuhan sehari-hari. Biasanya lancar, tetapi bulan ini sampai sekarang belum cair,” kata Sham Kei.

Ia juga mengkritik minimnya komunikasi dari BTN kepada para nasabah maupun kepada Kantor Pos yang menjadi tempat penyaluran dana pensiun.

“Yang membuat para pensiunan semakin bingung adalah tidak adanya konfirmasi dari BTN kepada Kantor Pos terkait keterlambatan ini. Akibatnya, para lansia terus datang menanyakan hak mereka, sementara petugas Kantor Pos juga tidak memiliki informasi yang bisa disampaikan,” ujarnya.

Menurut Sham Kei, situasi tersebut sangat ironis karena terjadi tepat pada Bulan Kemerdekaan, ketika pemerintah dan masyarakat sedang merayakan perjuangan serta pengabdian para generasi terdahulu.

Baca Juga :  Pengelola Cold Storage Pemda Malteng Bantah Isu Keterlibatan Oknum Polairud di Banda

“Di Bulan Kemerdekaan ini, para pensiunan justru belum merdeka dari ketidakpastian. Mereka yang telah mengabdi puluhan tahun kepada negara kini harus menunggu hak mereka tanpa kejelasan. Ini tentu sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Keterlambatan pencairan gaji pensiun tersebut memicu kritik terhadap pelayanan BTN, terutama menyangkut aspek komunikasi dan tanggung jawab kepada para nasabah pensiunan yang selama ini telah mempercayakan pengelolaan dana pensiun dan fasilitas kredit mereka kepada bank tersebut.

Para pensiunan dan keluarga nasabah mendesak manajemen BTN untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan, sekaligus memastikan hak para penerima pensiun segera dibayarkan.

Mereka berharap BTN tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi dan kredit, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap para pensiunan yang selama ini menjadi bagian penting dari basis nasabah bank tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak BTN terkait penyebab keterlambatan pencairan gaji pensiun bagi penerima manfaat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Karhutla Masih Ancam Kesehatan Masyarakat, Rani Ayu “Jang lalai Pakai Masker”
Cegah Karhutla, AMPG Maluku Ajak Masyarakat Jaga Hutan dan Lingkungan
Musdah Golkar Ambon SAH, Ely Toisutta Siap Hadapi Gugatan di Mahkama Partai
Baru Lima Saksi Diperiksa, Pengacara Keluarga Fikram Heluth Minta Kapolda Maluku Pantau Kinerja Anggota
Lima Pengurus Kecamatan Golkar Demo Pencopotan Sepihak oleh Ely Toisutta
Anak Petani dan Papalele Itu Kini Menjadi Wali Kota Ambon
Pica Rekor 4 Juta Ton, Bulog Gelar Tasyukuran Bersama Komisi IV DPR RI
Korem 151/Binaiya Wujudkan Kepedulian Lewat Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:59 WIT

Asap Karhutla Masih Ancam Kesehatan Masyarakat, Rani Ayu “Jang lalai Pakai Masker”

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:21 WIT

Cegah Karhutla, AMPG Maluku Ajak Masyarakat Jaga Hutan dan Lingkungan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:22 WIT

Musdah Golkar Ambon SAH, Ely Toisutta Siap Hadapi Gugatan di Mahkama Partai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:26 WIT

Lima Pengurus Kecamatan Golkar Demo Pencopotan Sepihak oleh Ely Toisutta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:07 WIT

Anak Petani dan Papalele Itu Kini Menjadi Wali Kota Ambon

Berita Terbaru