Lima Pengurus Kecamatan Golkar Demo Pencopotan Sepihak oleh Ely Toisutta

- Redaksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:26 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

♫

Dengarkan BeritaAudio berita: Lima Pengurus Kecamatan Golkar Demo Pencopotan Sepihak oleh Ely Toisutta

0:000:00
⇩ Download

Ambon, GardaMaluku.com : Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Ambon yang terbagi dalam lima kecamatan melangsungkan aksi demonstrasi di depan Hotel Swiss-Bel Ambon, Sabtu (10/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi tersebut membuktikan bahwa Kelima Kecamatan memprotes dengan tegas langkah yang di ambil oleh Keputusan Pelaksanaan Tugas (Plt) Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar Kota Ambon, Ely Toisutta terkait menunjukkan plt Pengurus di tingkat Kecamatan.

Baca Juga :  Gubernur Hendrik Minta Harhubnas ke-55 Jadi Momentum Benahi Perhubungan Maluku

Massa aksi demonstrasi membawa spanduk yang menyaksikan “Ely Toisutta Menghalalkan Segala Cara untuk Menjadi Ketua DPD Golkar Kota Ambon.”.

Spanduk tersebut merupakan bentuk kekecewaan para pengurus kecamatan terhadap kebijakan yang mereka persoalkan.

Mereka menilai bahwa langkah yang di ambil oleh Toisutta merupakan sepihak dalam menunjuk Plt tingkat Kecamatan.

Menurutnya mereka, hal tersebut merupakan sepihak dan tanpa penjelasan dan komunikasi dan memadai dengan ketua PK.

Mereka mempertanyakan alasan di balik kebijakan, dan meminta Ely Toisutta memberikan penjelasan secara terbuka.

Salah seorang peserta aksi mendesak agar pimpinan partai tidak mengabaikan aspirasi pengurus di tingkat kecamatan. Mereka menilai komunikasi dan dialog seharusnya dilakukan sebelum keputusan yang menyangkut kepengurusan diambil.

Baca Juga :  451 Kota Ambon, Michael Wattimena Ajak Masyarakat Menjaga Keharmonisan Untuk Kemajuan

“Ini demokrasi. Ibu harus menjelaskan kepada kami. Kami datang untuk meminta penjelasan, tetapi sampai sekarang tidak ada penjelasan,” protes yang disampaikan dalam aksi.

Para demonstran menegaskan bahwa persoalan ini bukan menyangkut pergantian kepengurusan, tetapi juga hak pengurus kecamatan agar mendapatkan penjelasan mengenai keputusan organisasi yang berdampak langsung terhadap posisi mereka.

Dalam aksi tersebut memperlihatkan adanya ketegangan internal selama pelaksanaan Musda X Golkar Kota Ambon.

Perbedaan sikap antara pimpinan pelaksana tugas dan sejumlah pengurus kecamatan kini menjadi persoalan yang membutuhkan klarifikasi serta penyelesaian melalui mekanisme organisasi partai.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anak Petani dan Papalele Itu Kini Menjadi Wali Kota Ambon
Toce Leuwol Diadukan ke Bareskrim dan Kejagung, Terkait Dugaan Pekerjaan Fiktif Proyek Jalan 23,78M
Pica Rekor 4 Juta Ton, Bulog Gelar Tasyukuran Bersama Komisi IV DPR RI
Korem 151/Binaiya Wujudkan Kepedulian Lewat Karya Bakti di Panti Asuhan Santa Maria
Bantah Namanya Terima Pungutan Liar Galian C, Walikota Minta Lapor Secara Resmi Agar Diperiksa
Walikota Minta Perbanyak Kegiatan Pemkot Agar Hotel dan UMKM Diberdayakan
Buka FGD Evaluasi Kelembagaan Perangkat Daerah Pemkot Ambon, Walikota Soroti Struktur Organisasi OPD
Fraksi PDI Ambon Pertanyakan Anggaran Penanganan Karhutla Dishut Maluku, Upulatu : Kehadiran Pemprov Tidak Ada

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:26 WIT

Lima Pengurus Kecamatan Golkar Demo Pencopotan Sepihak oleh Ely Toisutta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:07 WIT

Anak Petani dan Papalele Itu Kini Menjadi Wali Kota Ambon

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:25 WIT

Toce Leuwol Diadukan ke Bareskrim dan Kejagung, Terkait Dugaan Pekerjaan Fiktif Proyek Jalan 23,78M

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:54 WIT

Pica Rekor 4 Juta Ton, Bulog Gelar Tasyukuran Bersama Komisi IV DPR RI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:39 WIT

Bantah Namanya Terima Pungutan Liar Galian C, Walikota Minta Lapor Secara Resmi Agar Diperiksa

Berita Terbaru

Opini

Anak Petani dan Papalele Itu Kini Menjadi Wali Kota Ambon

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:07 WIT