Dialog Pemuda SBB Soroti Gagalnya MIP di Waisarisa

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GardaMaluku.com : AMBON,- Dialog pemuda bertajuk evaluasi gagalnya Maluku Integrated Port (MIP) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) digelar di Media Cafe Graha Ambon, Rabu, (04/03/2026), kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pemuda SBB di Kota Ambon ini diprakarsai oleh DPD KNPI SBB sebagai bagian dari pra-kondisi menuju Silaturahmi Akbar di Saka Mese Nusa.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kasrul Selang, Sekda SBB K. Alvin Tuasuun, Ketua Komisi III DPRD Maluku Alhidayat Wajo, serta akademisi Universitas Pattimura, Dr. Paulus Koritelu.

Sekda SBB, K. Alvin Tuasuun menegaskan, Pemerintah Kabupaten SBB dan masyarakat pada prinsipnya menyambut baik rencana pembangunan Maluku Integrated Port sebagai proyek strategis nasional. Menurutnya, kehadiran MIP diyakini dapat memperlancar distribusi barang dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, berdasarkan hasil kajian teknis dan akademik, lokasi MIP yang sebelumnya direncanakan di wilayah SBB disebut lebih memungkinkan dipindahkan ke Pulau Ambon, seperti di kawasan Liang atau Waai.

Baca Juga :  Dugaan Mark Up Terendus di Proyek Presevarsi Jalan Wailopong 

“Kami menghormati hasil kajian, tetapi selama belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat, kami tetap berjuang agar proyek ini bisa direalisasikan di SBB,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika pada akhirnya MIP dibangun di Pulau Ambon, Pemda SBB akan tetap berupaya mengambil manfaat ekonomi dengan menyiapkan produk-produk lokal melalui koperasi dan penguatan sektor UMKM agar mampu bersaing dalam rantai distribusi.

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, menyoroti pentingnya keterbukaan pemerintah terkait hasil kajian pemindahan lokasi MIP. Ia menyebut DPRD belum sepenuhnya dilibatkan dalam proses koordinasi, termasuk dalam komunikasi internasional terkait investasi.

“Kami meminta agar kajian akademik itu dipublikasikan secara terbuka, siapa yang menyusun dan apa dasar pertimbangannya, sehingga tidak menimbulkan persepsi liar di masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pelabuhan terpadu harus terintegrasi dengan sektor industri pengolahan agar komoditas dari Maluku dapat keluar dalam bentuk barang jadi, bukan bahan mentah, guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Baca Juga :  Catat Tanggalnya, Musda XII BPD HIPMI Maluku Ajang Penting Penentu Arah Organisasi Pengusaha Muda

Sementara itu, ditempat yang sama, akademisi Universitas Pattimura, Dr. Paulus Koritelu, menilai polemik MIP mencerminkan kelemahan perencanaan pembangunan berbasis karakteristik geografis kepulauan Maluku.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor mendasar yang perlu menjadi perhatian, antara lain luas daratan, jumlah penduduk, potensi ekonomi maritim, serta dampak sosial akibat ekspektasi publik yang tidak diimbangi kajian komprehensif.

Ia menawarkan empat langkah strategis, di antaranya penguatan kajian akademik berbasis lokal, diplomasi pembangunan ke pemerintah pusat, integrasi konektivitas antar-pulau, serta kolaborasi jangka panjang antara pemerintah daerah, provinsi, akademisi, masyarakat sipil, dan sektor swasta.

Dialog ini menjadi ruang konsolidasi pemuda SBB di Ambon dalam merespons dinamika pembangunan di Maluku. Para peserta sepakat bahwa perjuangan menghadirkan pembangunan yang berkeadilan harus tetap berbasis data, kajian ilmiah, serta komunikasi yang transparan.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal kebijakan strategis daerah, sekaligus memperkuat peran pemuda dalam mendorong arah pembangunan Maluku yang inklusif dan berkelanjutan. (Oliv)

Berita Terkait

Wali Kota Soroti Akurasi Data Kemiskinan dan Digitalisasi Bansos Dinsos
Rahakbauw Ancam Pimpinan Kecamatan Golkar Kota Ambon, Alihkan Dukungan Kepada Toisuta
Dorong Kebijakan Afirmatif, Lekransy Usulkan Dana Khusus untuk Daerah Kepulauan
Urbanisasi Tinggi, Ambon Perlu Kebijakan Publik Berbasis Data dan Pengembangan Smart CityRail
Kepala Desa Luhu Tidak Bisa Diberhentikan Karena Tekanan Kepentingan Kelompok, Alvin: Harus Sesuai Aturan Hukum
Bupati Maluku Tenggara Hadiri Musda KNPI, Tegaskan Dukungan terhadap Persatuan dan Peran Pemuda
Mengenal Lebih Dekat 3 Kandidat Calon Sekot Ambon 
PKM IAKN Ambon di Tulehu Perkuat Tata Kelola Desa Digital dan Kesadaran Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:57 WIT

Wali Kota Soroti Akurasi Data Kemiskinan dan Digitalisasi Bansos Dinsos

Senin, 22 Juni 2026 - 14:19 WIT

Rahakbauw Ancam Pimpinan Kecamatan Golkar Kota Ambon, Alihkan Dukungan Kepada Toisuta

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:59 WIT

Dorong Kebijakan Afirmatif, Lekransy Usulkan Dana Khusus untuk Daerah Kepulauan

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:10 WIT

Urbanisasi Tinggi, Ambon Perlu Kebijakan Publik Berbasis Data dan Pengembangan Smart CityRail

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:41 WIT

Kepala Desa Luhu Tidak Bisa Diberhentikan Karena Tekanan Kepentingan Kelompok, Alvin: Harus Sesuai Aturan Hukum

Berita Terbaru