GardaMaluku.com, Ambon: Dugaan transaksi atau pengalihan bahan bakar minyak (BBM) yang diduga melibatkan kapal operasional PLN di perairan Maluku mencuat ke publik setelah laporan masyarakat disertai rekaman video diterima redaksi. Temuan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah masih tingginya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi berulang di berbagai wilayah Maluku.
Sebuah video yang diterima redaksi pada Selasa (28/7) memperlihatkan suasana malam di tengah laut. Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit itu tampak dua kapal berada dalam posisi sangat berdekatan dengan lampu penerangan menyala terang di atas perairan yang tenang.
Video tersebut direkam dari kapal lain yang berada tidak jauh dari lokasi. Berdasarkan keterangan masyarakat, aktivitas yang terekam diduga merupakan proses pemindahan atau transaksi BBM. Dugaan itu kemudian dilaporkan kepada sejumlah pihak dengan harapan dilakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 23.00 WIT. Warga menyebut kapal yang diduga terlibat adalah Kapal Landeng, yang disebut sebagai kapal operasional distribusi BBM PLN Maluku, Asia Pesona ke sebuah kapal Kargo.
Laporan masyarakat tersebut mencuat di tengah masih seringnya pemadaman listrik di berbagai daerah di Maluku. Warga di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, maupun sejumlah wilayah di Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur hingga kawasan Tenggara Raya mengaku pemadaman listrik hampir terjadi setiap hari pada jam-jam tertentu dengan durasi yang bervariasi.
Selama ini, penyebab pemadaman yang disampaikan pihak PLN di tingkat ranting umumnya dikaitkan dengan gangguan teknis maupun faktor alam, seperti ular yang masuk ke jaringan listrik, ranting pohon yang mengenai kabel, angin kencang hingga penyebab lainnya.
Namun, bagi sebagian masyarakat, alasan tersebut dinilai semakin sulit diterima karena gangguan listrik terus berulang dalam waktu yang cukup lama. Munculnya dugaan pengalihan BBM di tengah laut pun memunculkan pertanyaan baru mengenai penyebab sebenarnya di balik seringnya pemadaman listrik.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti informasi yang disampaikan masyarakat.
Menurut Alhidayat, dugaan tersebut bukan kali pertama diterimanya. Sebelumnya, DPRD juga memperoleh laporan dugaan penyimpangan distribusi BBM melalui jalur darat di wilayah Kobi.
“Terkait dugaan itu kami langsung menerima laporan dari masyarakat. Sebenarnya ini bukan baru pertama kali. Sebelumnya sudah ada dua kali laporan dugaan pengalihan distribusi BBM melalui jalur darat menuju Kobi. Kemudian yang terakhir, sekitar dua hari lalu, masyarakat kembali menemukan dugaan pengalihan BBM melalui jalur laut,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan warga, BBM diduga dipindahkan dari kapal LCT yang berkontrak mendistribusikan BBM untuk operasional PLN di Maluku ke kapal kargo pada malam hari di sekitar Pelabuhan Kobi.
“Masyarakat memiliki video lengkap dan menyampaikan langsung laporannya. Karena itu kami meminta aparat keamanan segera menindaklanjuti informasi tersebut agar semuanya menjadi jelas. Kalau benar terjadi, tentu harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Alhidayat menegaskan, BBM merupakan kebutuhan utama pembangkit listrik sehingga dugaan penyalahgunaan distribusi harus menjadi perhatian serius.
“PLN sebagai BUMN membutuhkan BBM untuk menjalankan pembangkit selama 24 jam demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Kalau BBM itu benar dialihkan atau disalahgunakan, tentu dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui terganggunya pelayanan listrik,” katanya.
Ia juga menyinggung alasan yang selama ini kerap disampaikan setiap kali terjadi pemadaman listrik.
“Selama ini kalau listrik padam, alasannya selalu faktor teknis, faktor alam, ular, ranting pohon dan sebagainya. Dengan adanya temuan masyarakat ini, jangan lagi berlindung di balik alasan faktor alam sebelum seluruh dugaan penyimpangan distribusi BBM diusut secara tuntas. Aparat harus membuka fakta yang sebenarnya agar masyarakat mendapatkan kepastian,” tegasnya.
Menurut Alhidayat, jika dugaan tersebut terbukti benar, maka praktik tersebut bukan hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat yang selama ini harus menerima kerugian akibat pemadaman listrik yang terus berulang.
“Kami berharap seluruh distributor BBM yang melayani operasional PLN di Maluku bekerja secara profesional dan menjalankan amanah sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat kembali menjadi korban, baik secara materiil maupun nonmateriil, akibat pelayanan listrik yang terganggu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak PLN maupun pihak-pihak yang disebut dalam laporan masyarakat. Berita ini akan diperbarui setelah seluruh pihak memberikan penjelasan resmi.***


















