Kadis dan Bendahara Dinsos Seram Barat Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Sembako Covid-19 Senilai Rp5,5 Miliar

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025 - 21:13 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ambon, GardaMaluku.com– Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat resmi menahan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Barat, Josep Rahantan, dan Bendahara Dinas Sosial berinisial ML, atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sembako Covid-19 tahun anggaran 2020. Kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp5,5 miliar.

Penahanan dilakukan setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Mereka akan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon selama 20 hari, terhitung mulai 2 Mei hingga 21 Mei 2025.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Seram Bagian Barat, Gunanda Rizal, dalam keterangan tertulis, Jumat (2/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahun 2020, Josep menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, sementara ML menjabat sebagai bendahara.

Keduanya diduga terlibat dalam penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19, yang bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp15,1 miliar.

Adapun rincian anggaran tersebut meliputi:

Pengadaan 69.716 paket sembako untuk keluarga penerima manfaat dengan nilai total Rp13,94 miliar.

Biaya operasional pengantaran sembako sebesar Rp1,17 miliar, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Seram Bagian Barat terkait tahapan pencairan dana I hingga VI.

Namun dalam praktiknya, ditemukan bahwa pada tahap pencairan keempat tidak ada penyaluran sembako sama sekali (fiktif). Selain itu, penyaluran pada tahap I hingga V tidak sesuai peruntukan dan sebagian juga diduga fiktif.

Gunanda menjelaskan bahwa hingga kini, tim penyidik pidana khusus Kejari Seram Bagian Barat telah memeriksa 301 orang saksi, sejumlah ahli, dan mengumpulkan 186 dokumen sebagai alat bukti.

Hasil ekspose internal penyidik menyimpulkan adanya dugaan kuat tindak pidana korupsi oleh kedua tersangka.

Atas perbuatannya, Josep dan ML dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, dan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Proses hukum akan terus berlanjut untuk mengungkap pihak-pihak lain yang mungkin terlibat serta menelusuri lebih lanjut aliran dana dalam perkara ini.***

Follow WhatsApp Channel gardamaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Minta Dinas Pendidikan Siapkan Data Sekolah Rusak, SDN 2 Latuhalat Fokus Perbaikan di APBD 2027
HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM
Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya
Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang
Pemkot Ambon Akan Terus Tekan Angka Kemiskinan
Standar Valuasi Komoditas Ekspor, Mercuri Hilang Di Rupbasan Kelas I Ambon Ditaksir Capai 1,54 Miliar
Hawaian Music Band Competition 2026, Wawali : Kekayaan Kota AmbonMusik Tetap Hidup
Ketua TP-PKK Ajak Perempuan Ambon Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Serviks

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:24 WIT

DPRD Minta Dinas Pendidikan Siapkan Data Sekolah Rusak, SDN 2 Latuhalat Fokus Perbaikan di APBD 2027

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIT

HIPMI Kota Ambon Bidik Kolaborasi Strategis dengan Kemenkum Maluku Lindungi Produk UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:37 WIT

Terima Kasih Pangdam Pattimura, Warga Taniwel Timur Harap Bisa Hadir Resmikan Jembatan Wai Nawayaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:32 WIT

Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:09 WIT

Standar Valuasi Komoditas Ekspor, Mercuri Hilang Di Rupbasan Kelas I Ambon Ditaksir Capai 1,54 Miliar

Berita Terbaru

AMBON

Pekan Pembayaran PBB Tanpa Denda Mulai Senin Mendatang

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:32 WIT